RMOL. Pernyataan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian justru dinilai memancing radikalisasi massa menjadi kian militan. Pun demikian aksi Bela Islam III menjadi lebih besar gaungnya karena ditabuh sendiri ‘gong’-nya oleh Kapolri.

Begitu dikatakan Koordinator Pusat Pasukan Berani Mati Adili Ahok, Gusrin Lessy seperti diberitakan RMOLJakarta.Com,Rabu (23/11).

“Seharusnya Kapolri tidak menimbulkan kegaduhan baru dengan menghembuskan informasi dari intelijen medsos yang bernuansa provokasi,” kritiknya.

Lanjut dia, Kapolri seharusnya meniru tindakan dan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang selalu ‘menyejukkan’ sehingga tensi yang sedang tinggi bisa reda bukan malah memprovokasi.

“Kapolda Metro Jaya (Irjen M. Iriawan), yang katanya ingin menyelamatkan negara dari upaya makar, maka demi keadilan hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum sesuai konstitusi, kami meminta Kapolda segera tangkap Kapolri Tito karena pernyataannya telah ikut memprovokasi,” desak Lessy.

Menurut Lessy, Pasukan Berani Mati Adili Ahok akan terus berjuang jihad fisabilillah di bawah komando para ulama, kiai dan habib untuk melawan Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama dan semua jejaring pendukungnya.

“Semoga perjuangan para mujahiddin diberi kemenangan oleh Allah SWT,” demikian Lessy.[wid]

Sumber : http://nusantara.rmol.co/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 71.835 kali, 1 untuk hari ini)