• Turki, kata Syekh, dikenal sebagai negara anti Syiah yang sangat kuat seperti Malaysia. Karena itu sangat sulit untuk menembus Turki. Maka upaya yang dilakukan Syiah untuk merusak kaum Muslimin adalah, “Dikirimlah pelacur-pelacur itu, pakai cadar,” kata Syekh.

 

PAMULANG– Saat acara Konferensi Pers terkait isu aktual Daulah Al Baghdadi atau populer di media umum disebut ISIS di Markaz LPW Jabodetabek Majelis Mujahidin, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (9/8/2014), Al Ustadz Muhammad Thalib Al Yamani menyampaikan sekelumit kisah perjalanannya saat menuju bumi jihad Suriah.

Kata Amir Majelis Mujahidin Ustadz Thalib, ketika rombongan pimpinan pengurus Majelis Mujahidin sampai di Ankara, Turki, serorang recepsinist hotel mengatakan begini, “Hati-hati di sini!” Spontan Ustadz Thalib yang di kalangan Majelis Mujahidin biasa disapa Syekh ini bertanya, “Hati-hati soal apa?”

“Tukang copetnya itu (di sini-red) perempuan bercadar” ucap sang recepsionist. “Loh kenapa begitu?” samber Syekh ingin tahu.

“Ini adalah perempuan-perempuan Syiah yang dikirim dari Llibanon dan Iran untuk mengacau Turki, dengan memperbanyak tukang copet dan mereka ini juga menjadi pelacur untuk merusak para pemuda Turki,” ungkap sang recepsionist kepada Syekh.

“Inilah cara Syiah merusak kaum Muslimin,” komentar Syekh spontan.

Usai mendengar ungkapan sang recepsionit itu, Syekh juga teringat sejarah yang mirip seperti itu, yakni saat Inggris perang melawan Yordania dan Libanon tahun 1921. Syekh mengungkapkan saat itu strategi yang dilakukan Inggris adalah mengirim perempuan-perempuan untuk menjadi pelacur di Yordania dan Libanon.

“Strategi Inggeris mengirim perempuan-perempuan untuk menjadi pelacur di Yordan, sekarang ditiru oleh Iran,” kata laki-laki yang waktu mudanya hobi berkelahi ini.

Turki, kata Syekh, dikenal sebagai negara anti Syiah yang sangat kuat seperti Malaysia. Karena itu sangat sulit untuk menembus Turki. Maka upaya yang dilakukan Syiah untuk merusak kaum Muslimin adalah, “Dikirimlah pelacur-pelacur itu, pakai cadar,” kata Syekh.

Di akhir kisahnya, Ustadz Thalib juga menantang para hadirin yang tidak mempercayai ceritanya ini, dia berucap “Kalau Anda gak percaya, nanti Anda pergi bersama saya ke Turki, tapi Anda yang mendanai,” spontan disambut ger wartawan dan hadirin peserta konpers.(azm/arrahmah.com)

A. Z. MuttaqinRabu, 17 Syawwal 1435 H / 13 Agustus 2014 17:00

***

ISIS digarap, Syiah, Ahmadiyah, liberal dibiarkan

A. Z. MuttaqinRabu, 17 Syawwal 1435 H / 13 Agustus 2014 09:09

TANGERANG SELATAN (Arrahmah.com) – Wakil Amir Majelis Mujahidin Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman mengkritisi sikap pemerintah yang sangat bersemangat membuat pernyataan sikap tentang ISIS, sementara membiarkan paham sesat yang lebih berbahaya dari itu.

“Pernyataan Kementrian Agama, MUI, Menkopolhukam terhadap deklarasi ISIS menjadi Khalifah yang baru berumur 1 bulan 13 hari, begitu bersemangat begitu meriah menghadapinya. Kita bertanya tentang Ahmadiyah, tentang Syiah dan ajaran-ajaran liberal yang lebih ganas dan jahat. Kenapa pemerintah tidak segera mengambil tindakan terhadap Syiah, Ahmadiyah dan liberal?” ujar Ustadz Abu Jibriel di hadapan para wartawan di Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (9/8/2014).

“Kenapa pemerintah tidak segera mengambil tindakan yang tegas melarang Syiah, mengharamkan Syiah di Indonesia,” tambahnya.

Padahal Majelis Mujahidin telah mengeluarkan fatwa pada sepuluh tahun lalu, yakni tahun 2004 yang menyebutkan bahwa Syiah bukan Islam.

“Kenapa hal ini tidak diikuti oleh organisasi dan isntansi lain umpamanya Majelis Ulama Indonesia dan Kementrian Agama, kenapa mereka diam saja?” tanya Ustadz Abu Jibriel.

Dirinya menyebut rekayasa semua ini adalah ulah Syiah internasional yang hendak menghancurkan kaum Muslimin. Mereka, imbuh Ustadz Abu Jibriel hendak mengalihkan perhatian bahwa ini adalah semata-mata ulah ISIS, “Padahal akarnya adalah Syiah,” tegasnya. (azm/arrahmah.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 7.137 kali, 1 untuk hari ini)