Foto: Aksi protes pecah di Ibukota Iran, Teheran

Jakarta – Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain meragukan klaim pemerintah Iran yang menyebut diri sebagai negara makmur. Menurutnya, demo besar karena masalah ekonomi di Iran menjadi bantahan klaim tersebut.

“Dengan adanya demonstrasi ini, berarti negaranya tidak makmur, dan selama ini hanyalah politik pencitraan saja, seperti Korea juga, seolah-olah makmur padahal tidak makmur,” ungkapnya saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (04/01/2018).

“Cina juga kita curigai seperti itu, dia bilangnya makmur, nyatanya yang cari kerja ke sini banyak. Masak iya ada orang yang hidupnya makmur di negara yang kaya raya rela meninggalkan anak istri cari kerja di Indonesia,” ungkapnya.

Indonesia yang belum bisa disebut negara maju ini, sambung Tengku, mengapa malah menjadi destinasi kerja para pekerja Cina. Ia menganggap hal itu sangat mencurigakan.

“Cina juga mencurigakan, jangan-jangan ke sini hanya ada niat lain. Mengapa mereka ke sini untuk mencari kemakmuran, kalau negaranya mengklaim sebagai termakmur dan terbesar ekonominya di dunia,” ungkapnya.

Karenanya, ia pun menyarankan agar jangan membangun negara dengan politik pencitraan. Karena nanti di kemudian hari akan berimbas buruk pada negaranya sendiri.

“Lebih baik jujur saja kalau negaranya belum berkembang, ya bilang belum berkembang. Kalau belum makmur ya akui saja. Seperti Iran, mengaku makmur padahal keropos, dan pada ujung-ujungnya rakyat bergolak. Ini menjadi pelajaran bagi kita juga,” ungkapnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy / kiblat.net

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.334 kali, 1 untuk hari ini)