Jakarta [03/10] – Demo massa FPI di depan kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, berlangsung rusuh. Sekitar 300 pendemo yang menolak naiknya Ahok sebagai gubernur melempar batu ke arah polisi.
Kerusuhan bermula saat orator demo meminta agar barisan maju dua langkah, Jumat [03/10]. Hal itu membuat pendemo berhimpitan dengan polisi. Karena polisi kalah jumlah, maka polisi yang berada di dalam gerbang DPRD berniat menambah pasukan dan membuka gerbang. Namun pendemo FPI kian beringas kemudian spontan melempari polisi dengan batu.
Akibat kericuhan ini, 4 anggota kepolisian mengalami cedera di bagian kepala, karena terkena lemparan batu. Melihat pendemo yang kian beringas, polisi lalu menyemprotkan gas air mata. Pendemo yang mengenakan pakaian serba putih itu pun lari kocar-kacir menuju Tugu Tani.
Lalu lintas dari Kebon Sirih menuju Tugu Tani pun sempat terhenti karena dialihkan ke arah Medan Merdeka Barat dan Bundaran HI. « [Antara/iradiofm.com]Dibuat pada 03 Oktober 2014 Ditulis oleh Git.
Sementara itu voaislam.com menulis, Aksi penolakan terhadap Ahok ini, dipicu sikapnya (Ahok) yang sangat arogan, dan melecehkan umat Islam. Bahkan, sempat Satpol PP bentrok di Tanah Abang, karena melarang masyarakat Betawi berjualan kambing di trotoar. Pendek kata, Jakarta akan semakin kacau di bawah Ahok. [jj/dibs/voa-islam.com]
***

Kronologi Terjadinya Demo Anarkis FPI Tolak Ahok di Balai Kota

Liputan 6

Massa Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa menolak Basuki Tjahja Purnama atau Ahok dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Unjuk rasa ini berlangsung ricuh. Massa terlibat aksi saling lempar batu dengan petugas kepolisian hingga melukai Kapolsek Gambir AKBP Putu Putera Sadana akibat terkena lemparan batu.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo mengaku tidak menyangka demo akan berlangsung ricuh. Ia menceritakan kronologis unjuk rasa yang diduga melukai 7 polisi itu.

Pada pukul 14.00 WIB, massa FPI berdatangan ke Gedung DPRD DKI Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya menolak Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Pukul 14.05 WIB, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo menemui perwakilan dari demonstran. Ia pun menyalami dan mengatakan agar demo berjalan damai. Massa FPI pun menyatakan siap berdamai.

“Mereka bilang bukan saatnya lagi demo anarkis dan merusak,” tutur Hendro, Jakarta, Jumat (3/10/2014).

Pukul 14.25 WIB, saat Hendro akan memediasi massa FPI untuk bertemu anggota DPRD DKI, tiba-tiba terjadi pelemparan batu. Pada pukul 14.30 WIB, polisi pun menembakkan gas air mata ke massa FPI hingga berlarian.

Kemudian pada pukul 14.45 WIB, massa FPI kembali berdemo di depan Balaikota Jakarta. Pukul 14.47 WIB kembali terjadi pelemparan batu dari massa FPI yang dibalas tembakkan gas air mata dari kepolisian.

Hingga pukul 14.52 WIB, situasi di sekitar Balaikota Jakarta cenderung mulai normal. (Yus)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 971 kali, 1 untuk hari ini)