Dendam Politik terhadap Islam dan Surat Ancaman PKI 1953 terhadap Islam

Dengan beredarnya video berjudul “PROFESOR HC MEGAWATI PUNYA DENDAM POLITIK TERHADAP ISLAM” , jejak-jejak yang mereka lakukan masih terngiang di memori Umat Islam.

Apalagi berita soal video itu di antaranya mengungkap:

Video:

https://youtu.be/vfeJ1fDFicw

Menit ke 30:56, silakan simak:

Prof Salim Said: Kalau anda lihat sikap Bu Mega dan juga adiknya, Sukmawati, itu ketidak senangannya kepada Islam itu jelas sekali.

Nah kenapa, ini soal agama atau apa. Menurut saya ini soal pribadi. Ibu Mega itu sakit hati terhadap kekuatan Islam yang Bu Mega persepsikan berperanan besar menjatuhkan Soekarno pada awal reformasi paska Gestapu/PKI (Gerakan Tiga puluh September 1965, pemberontakan PKI). Jadi ada dendam pribadi….

***

Berita yang masih terngiang di memori Umat Islam di antaranya:

 

Inilah Aktor Ide Penghapusan Perda Bernuansa Islam

Posted on 18 Juni 2016

by Nahimunkar.org

 

Tim Sukses (Timses) bagian Hukum dan Advokasi Joko Widodo-Jusuf Kalla Trimedya Pandjaitan pernah menyampaikan pada saat kampanye pilpres bahwa jika Jokowi JK terpilih akan menghapus Peraturan Daerah (PerDa) bernuansa Islam.

“Jika kelak tokoh jagoannya menang dalam Pilpres tidak akan mendukung pemberlakukan perda yang beraroma syariat Islam. Bagi dia, Perda Syariat Islam bertentangan dengan Pancasila. Ideologi PDIP Pancasila 1 Juni 1945. Pancasila sebagai sumber hukum sudah final,” kata Trimedya di Kantor DPP PDI Perjuangan Lenteng Agung, Jakarta, seperti dilansir inilah.com, Rabu (4/6/2014).

Saat itu Trimedia beralasan bahwa Perda berbasis syariat Islam ini bisa mengganggu kemajemukan NKRI. Menurut dia, Perda Syariat dapat menciptaan pengotak-kotakan di dalam masyarakat.

“Ke depan kami berharap Perda syariat Islam tidak ada. Ini bisa mengganggu kemajemukan karena menciptakan pengotak-ngotakan masyarakat,” terang Trimedya.

Pernyataan Timses Jokowi JK saat itu langsung direspon oleh Timses Prabowo Hatta Ahmad Yani dengan mengatakan bahwa pernyataan Trimedya Pandjaitan menunjukkan tidak paham undang-undang. “Trimedya harus paham dulu UU No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, UU Otonomi Daerah yang menyebutkan bagaimana menyerap hukum adat dan lokal yang menjadi bagian sistem hukum nasional,” kata Yani.[islamedia/inilah/mh]

Via FB Cyber Army PKS :: Cyber Activist Community :: – 16 Juni 2016

(nahimunkar.org)

***

Astaghfirullah, Ini Perda Bernafaskan Islam yang Dihapus Presiden Jokowi

Posted on 18 Juni 2016

by Nahimunkar.org

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah menghapus 3143 peraturan daerah (perda) yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi dan bertentangan dengan peraturan yang dibuat pemerintah pusat.

Saya sampaikan bahwa Mendagri sesuai dengan kewenangannya telah membatalkan 3.143 Perda yang bermasalah tersebut,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, seperti dilansir liputan6, Senin (13/6/2016).

Sementara koran Radar Bogor edisi selasa, 14 Juni 2016, merelease sejumlah Perda yang bernafaskan Islam termasuk yang dihapus. Perda bernafaskan Islam dinilai bersifat intoleransi.

Berikut ini beberapa perda bernafaskan Islam yang termasuk dalam daftar perda yang dihapus Jokowi.

  • Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat :Surat Imbauan Bupati Tanah Datar No.451.4/556/Kesra-2001, Perihal Himbauan berbusana Muslim/Muslimah kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Tenaga Kerja.
  • Kabupaten Bengkulu Tengah: Perda No.05 Tahun 2014 tentang Wajib bisa baca Al-Qur’an bagi siswa dan calon pengantin.
  • Kabupaten Cianjur Jawa Barat: Keputusan Bupati no.451/2712/ASSDA.I/200 tentang kewajiban memakai Jilbab di Cianjur.
  • Kabupaten Pasuruan Jawa Timur: Perda No.4/2006 tentang Pengaturan membuka rumah makan, rombong dan sejenisnya pada bulan Ramadhan.
  • Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan: Perda No.10/2001 tentang larangan membuka restoran, warung, rombong dan sejenisnya serta makan, minum atau merokok di tempat umum pada bulan Ramadhan.
    Perda No.4/2004 tentang Khatam Al-Qur’an bagi peserta didik pada pendidikan dasar dan menengah.
  • Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat
    a). Perda No. 11/2004 tentang tata cara pemilihan kades (materi muatanya mengatur keharusan calon dan keluarganya bisa membaca Al-Qur’an yang dibuktikan dengan rekomendasi KUA).
    b). SK Bupati Dompu No KD.19.05/HM.00/1330/2004, tentang pengembangan Perda No.1 Tahun 2002. Isinya menyebutkan :
    – Kewajiban membaca Al-Qur’an bagi PNS yang akan mengambil SK/Kenaikan pangkat, calon pengantin, calon siswa SMP dan SMU dan bagi siswa yang akan mengambil ijazah.
    – Kewajiban memakai busana Muslim (Jilbab).
    – Kewajiban mengembangkan budaya Islam (MTQ, Qosidah dll).
  • Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat : Instruksi Bupati Lombok Timur No.4/2003 tentang pemotongan gaji PNS/Guru 2,5% setiap bulan. [suaranasional/repelita.com]

(nahimunkar.org)

***

Perda ‘Calon Pengantin Wajib Bisa Baca Qur’an’ Saja Dihapus Jokowi. Kini Secara Nasional Tidak Boleh Nikah Tanpa Lulus Sertifikasi Pra Nikah Ditempuh 3 Bulan

Posted on 19 November 2019

by Nahimunkar.org

  • Ini ada apa dengan Umat Islam?

 
 

  • Di antara Perda yang dihapus Jokowi adalah tentang ‘Wajib bisa baca Al-Qur’an bagi siswa dan calon pengantin’.

Contohnya yang dihapus Jokowi ini.

Kabupaten Bengkulu Tengah: Perda No.05 Tahun 2014 tentang ‘Wajib bisa baca Al-Qur’an bagi siswa dan calon pengantin’.

Hanya agar calon pengantin bisa baca Qur’an saja perda-nya dihapus Jokowi. Lha kini malah calon pengantin tidak boleh nikah bila tak lulus sertifikasi pra nikah yang harus ditempuh 3 bulan.

Ini ada apa dengan Umat Islam?

 
 

***

Astaghfirullah, Ini Perda Bernafaskan Islam yang Dihapus Presiden Jokowi

Posted on 18 Juni 2016

by Nahimunkar.org

(lihat selengkapnya di bagian atas sebelum ini)

 
 

 

***

Duh! Sertifikasi Pra Nikah

Menko PMK dan Menteri Agama mengarahkan adanya pengaturan sertifikasi bagi pasangan yang mau menikah. Alasannya adalah pembinaan dan bimbingan sebelum nikah. Melibatkan KUA, Kemenkes, dan KPAI. 
Sepertinya gagasan dan kebijakan ini bagus, tetapi sebenarnya tidak. Utamanya adalah membuat pernikahan menjadi semakin berbelit. Apalagi ada lulus atau tidak. ( M Rizal Fadillah Sertifikasi Pra Nikah
Posted on 18 November 2019 by Nahimunkar.org

https://www.nahimunkar.org/sertifikasi-pra-nikah/ )

***

Tiga Hal yang Harus Disegerakan

Tiga hal yang harus disegerakan, menurut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai berikut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihu wasallam bersabda:

 ثَلاثَةٌ يَا عَلِيُّ لاَ تُؤَخِّرْهُنَّ : الصَّلاةُ إِذَا أَتَتْ ، وَالْجَنَازَةُ إِذَا حَضَرَتْ ، وَالأَيِّمُ إِذَا وَجَدَتْ كُفُؤًا

“Wahai Ali, ada tiga perkara yang tidak boleh engkau tunda, yakni shalat jika telah tiba waktunya, jenazah apabila telah hadir, dan wanita apabila telah ada calon suami yang sekufu” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan)

Meskipun dalam hadits ini Rasulullah bersabda kepada Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu, para ulama menjelaskan bahwa hadits ini berlaku umum untuk seluruh umatnya.

Jangan tunda menikahkan wanita yang telah datang jodohnya

Rasulullah menganjurkan para orangtua agar segera menikahkan putrinya jika telah ada pria sekufu yang melamarnya. Menurut banyak ulama, kufu itu dalam urusan agama. Senada dengan hadits lain yang menjelaskan bahwa jika ada pria shalih yang datang melamar hendaklah diterima atau akan ada fitnah dan kerusakan yang terjadi di muka bumi.

Terkadang juga ada gadisnya sendiri yang pilih-pilih sehingga akhirnya pernikahannya selalu tertunda. Bermaksud mencari pria yang sempurna, ternyata malah tidak ada lagi pria yang datang melamarnya. [Muchlisin BK/bersamadakwah]/ diringkas.

Oleh karena itu, selayaknya sebelum bikin sertifikat untuk apa yang disebut layak kawin, hendaknya Muhajir (Menko PMK) muhasabah diri. Soalnya, bagaimanapun, itu mengandung mempersulit urusan Umat Islam. Bukan memperlancar. Sedangkan ada doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan laknat bagi siapapun yang memimpin kemudian mempersulit Umat Islam.

Doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Laknat Allah atas Pemimpin yang Menyulitkan Umat Islam

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)
“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).
{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ
Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).
Amiin ya Rabbal ‘alamiin.

Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu untuk membela Umat Islam. 
Bila ada yang menyembunyikan doa itu padahal sering menegaskan bahwa Islam itu sudah komplit, maka seakan mengingkari ucapannya sendiri. 
Bila akibatnya murid2nya hanya tahu apa yg mereka anjurkan untuk mendoakan kebaikan untuk para pemimpin, dan berani mengecam orang yang berdoa sesuai doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu, maka sang dai itu berat tanggung jawabnya. 
Di dunia belum tentu dapat apa2, di akherat entah bagaimana beratnya. Maka jangan sampai kita terhitung sebagai orang yang sikapnya jadi pendukung pemimpin zalim lagi dusta, apalagi menyulitkan umat Islam.

***

Dalam hal keharusan disegerakannya perkawinan tersebut, apakah Muhajir (Menko PMK) mau mengikuti anjuran dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau menentangnya dengan aneka dalih demi secuil jabatan dan harta dunia yang tidak ada nilainya apa-apa menurut Islam, namun justru menimbulkan keresahan dan mudharat serta dampak negative yang bisa massal di mana-mana. Itu hanya akan menambahi masalah, bahkan sama dengan penggagasnya ini serta para pendukungnya akan menabung dosa sebanyak-banyaknya.

 
 

***

 
 


Ceritanya anak rantau mau Cuti sebulan
mau nikah,
Eah pas Daftar di KUA
Jebule di suruh sekolah slma 3 bulan , baru dapat sertifikat , Itupun antara lulus dan enggaknya ? kalau gk lulus berarti belum bisa menikah ???

#NasibeAnakRantau

https://www.facebook.com/100009124667224/videos/2372962796351186/

 
 

Tina Hidayat Car ke JOB CARI MAJIKAN DI HONGKONG

15 jam

 
 

 
 

 Ilustrasi foto 1cak.com

(nahimunkar.org)

***

Bandingkan Cuit Abu Janda ‘Islam Arogan’ dengan Surat Ancaman PKI 1953 ke ‘Agen Agama Arab’

Posted on 2 Februari 2021

by Nahimunkar.org

 

Bandingkan Cuit Abu Janda ‘Islam Arogan’ dengan Surat Ancaman PKI 1953 ke ‘Agen Agama Arab’

Nada kebencian terhadap Islam dan Arab dengan ancaman agar ke agama setempat dikemukakan dalam surat ancama PKI terhadap Kyai dan Umat Islam yang disebut ‘Agen Agama Arab’. (lihat surat PKI 1953 di bawah).

Adapun Permadi Arya alias Abu Janda dalam cuitannya di twitter sebagai berikut:

Cuitan Permadi Arya yang ditujukan kepada Tengku Zulkarnain berbunyiYang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat.

Sedangkan cuitan yang ditujukan kepada akun @awemany berbunyiIslam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu sunda wiwitan, kaharingan dll. dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan, pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. kalo tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal.

Sehingga Abu Janda dilaporkan ke polisi dengan dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama.

Anehnya, Abu Janda yang sudah dilaporkan aneka kasus penghinaan yang dilakukannya hingga 6 kali kasus dilaporkan ke polisi itu, tampaknya Abu Janda masih melenggang belum ditahan.

Silakan simak ini untuk membandingkan antara bencinya PKI Komunis 1953 terhadap Islam dan Umat Islam (bandingkan) dengan Abu Janda/Permadi Arya yng kini sedang ramai soal hinaannya terhadap Islam dalam kasus dia menyebut Islam agama pendatang dari Arab yang arogan itu.

***

Ini Ancaman PKI di Tahun 1953 Mirip Propaganda Musuh Islam Saat Ini

 

Ini ancaman PKI di tahun 1953 mirip propaganda musuh-musuh Islam di masa kita. Tinggalkan agama Arab, kembali ke ajaran leluhur nusantara.

 

 

 

Tertanggal 25 Djuli 1953

Kepada

H. DJAHARI

Di

Tjibeureum

 

Bebas!

Dengan ini kami peringatkan kepada kamu, jang mempunjai kedudukan sebagai; Agen Agama ‘Arab, penjebar agama D.I, kawan/pembantu D.I, sebagaimana telah kami peringatkan pada rapat umum PKI di Lapang Oleh Raga Tjibeureum, SUPAJA SETERIMANJA PERINGATAN INI, SUPAJA TOBAT, SUPAJA MENGHENTIKAN SEMUA GERAKNJA, SUPAJA KEMBALI KEPADA AGAMA KARUHUN KITA SILIWANGI. Tentang Tuhan Allah jang kamu takuti tentang Muhammad penipu jang kamu pudja, biarkan kami jang menumpas/melawannja.

 

Kami menunggu bukti tobat kamu; AWAS AWAS, sekali lagi AWAS, Ingatlah pembalasan dari kami kaum PROLETAR.

 

Dari kami

RAKJAT PROLETAR TJIBEUREUN

 

 

 

Sejarah terulang, cuma dengan format yang beda.

 

Sumber : portalpiyungan.com – Minggu, 10 Januari 2016

 

Posted on 10 Januari 2016

 

by Nahimunkar.org

 

https://www.nahimunkar.org/ancaman-pki-tahun-1953-mirip-propaganda-musuh-islam-saat/

 

 

 

***

 

Hayoo Lho… Tak Bisa Ngeles Lagi, Jejak Digital Buktikan Abu Janda Bukan Cuma Sekali Bilang Islam Arogan

 

Posted on 1 Februari 2021

 

by Nahimunkar.org

 

 

 

Hayoo Lho… Tak Bisa Ngeles Lagi, Jejak Digital Buktikan Abu Janda Bukan Cuma Sekali Bilang Islam Arogan

 

 

Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Akhmad Sahal: “Twit @permadiaktivis1 yg bilang Islam sbg arogan ini ngaco banget….” … yang jadi masalah adalah Permadi Arya melabeli Islam sebagai agama arogan.

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda

mengklaim cuitannya soal Islam arogan hanya balasan atas twit mantan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain.

 

 

Namun jejak digitalnya membuktikan Abu Janda tidak hanya sekali menyebut Islam agama pendatang dari Arab yang arogan kepada budaya lokal.

 

 

Selain kepada Tengku Zulkarnain, Abu Janda juga membuat cuitan saat merespon twit @awemany.

 

 

Cuitan Permadi Arya yang ditujukan kepada Tengku Zulkarnain berbunyi: Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat.

 

Sedangkan cuitan yang ditujukan kepada akun @awemany berbunyi: Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu sunda wiwitan, kaharingan dll. dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan, pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. kalo tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal.

 

Tangkapan layar cuitan Abu Janda kepada @awemany dibagikan oleh Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter pribadinya, @ustadtengkuzul, Senin (1/2).

 

 

“Abu Janda bkn hanya merespon cuitan saya tentang Islam Arogan. Dalam cuitan kepada saudara Awemany ini dia tetap menegaskan bahwa Islam memang Arogan. Bahkan menegaskan kata kata KEBAYA MURTAD. Sudah keadaan begini saja dia tidak jujur. Masih ngeles sana sini. Semoga hukum tegak,” cuitan Tengku Zulkarnain.

 

 

Sebelumnya, tokoh NU Akhmad Sahal membagikan tangkapan layar dua cuitan Abu Janda yang menyebut Islam arogan.

 

 

“Twit @permadiaktivis1 yg bilang Islam sbg arogan ini ngaco banget. Memang ada aliran Islam tertentu yg haramkan tradisi lokal, tp muslim yg menentang aliran tsb banyak sekali. Paham keislaman NU justru sangat ramah dgn tradisi lokal. Menyebut Islam argoan itu koplak!,” cuit Akhmad Sahal pada 27 Janurai 2021.

 

 

 

 

 

 

 

 

Abu Janda merespon cuitan Akhmad Sahal. Ia menuding Akhmad Sahal mengambil cuitannya tanpa konteks.

 

 

“Jangan diambil tanpa konteks donk yai @sahaL_AS, itu ngejawab cuitan tengkuzul yang provokatif rasis, bukan twit mandiri di temlen,” balas Permadi Arya melalui akun Twitternya, @permadiaktivis1.

 

 

Akhmad Sahal membalas pernyataan Abu Janda. Ia menyebut tak masalah Permadi mengkritik Tengku Zulkarnain.

 

 

Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika ini menyebut yang jadi masalah adalah Permadi Arya melabeli Islam sebagai agama arogan.

 

 

“Kalo gitu, harusnya fokus aja mengkritik paham keislaman Tengkuzul cs, bukan melabeli Islam sebagai arogan. Tengkuzul memang Islam, tp Islam jauh lebih luas dan lebih beragam. Islam tak identik dgn Tengkuzul,” tandas Akhmad Sahal. []

 

 

DEMOKRASI News

Senin, 01 Februari 2021Ikuti

https://www.nahimunkar.org/hayoo-lho-tak-bisa-ngeles-lagi-jejak-digital-buktikan-abu-janda-bukan-cuma-sekali-bilang-islam-arogan/

 

(nahimunkar.org)

 
 

 

(Dibaca 493 kali, 1 untuk hari ini)