(Bahasa Jawa: Ngentekake Ragat 20 Miliar, Jokowi karo Bojone Bakal Natalan neng Papua)

Yen gelem eling nyang agamane, sak jane (sejatine) wis dielingake, bab kuwi padha karo nyediaake awake bakal oleh bendune Allah Ta’ala lan riwin banget bab ilange iman.

Bila mau ingat agamanya, sebenarnya sudah diingatkan, bab ini sama dengan menyediakan dirinya akan mendapatkan murka Allah dan sangat rawan mengenai hilangnya iman.

Soale Allah Ta’ala wis ngendika/ karena Allah Ta’ala telah berfirman:

تَرَى كَثِيراً مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ اللّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ ﴿٨٠﴾

وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِالله والنَّبِيِّ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاء وَلَـكِنَّ كَثِيراً مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ ﴿٨١﴾

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.

Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Al-Maaidah: 80-81).

Inilah beritanya.

***

Dengan Biaya 20 M, Jokowi dan Isteri Akan Natalan di Papua

 

JAKARTA– Presiden Jokowi dan isterinya Iriana direncanakan akan melaksanakan perayaan Natal Nasional 2014 pada 27 Desember nanti di Lapangan Lanud Jayapura, Kabupaten Jayapura, Papua.

“Pak Presiden Jokowi direncanakan hadir pada Natal Nasional di Jayapura,” kata Ketua I panitia daerah pelaksanaan Natal nasional 2014, Pendeta Lipius Biniluk di Kota Jayapura, Selasa 2 Desember 2014 malam, dikutip dari Liputan6.com.

Kata dia, sebagai panitia daerah pelaksanaan perayaan Natal Nasional 2014 di Papua, pihaknya mulai melakukan rapat dan pertemuan guna membahas berbagai kesiapan, mulai dari urusan akomodasi, transportasi, perlengkapan, keamanan, konsumsi, dokumentasi dan susunan acara, penginapan serta hal lainnya.

“Yang terpenting adalah bagaimana perayaan Natal Nasional yang pertama kali di Papua sukses dan berjalan lancar,” ucapnya.

Aadpun besaran anggaran pelaksanaan kegiatan rohani tersebut, Lipius memperkirakan menelan biaya sebesar Rp 20 miliar.

“Anggaran sebesar itu hanya bersifat sementara, karena kami masih menghitung semua biaya dari sejumlah seksi, tetapi diperkirakan tidak akan lebih dari Rp 20 miliar,” papar dia.

“Dijadwalkan akan ada 1 juta umat yang menghadiri perayaan natal itu. Hadir pula sejumlah gubernur seluruh Indonesia dan duta besar tetangga sahabat,” paparnya.

Informasi yang dihimpun, Jokowi bersama rombongan akan tiba di Jayapura pada 26 Desember 2014. Kemudian berkunjung ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan kembali ke Jayapura pada 27 Desember 2014, guna peresmian sejumlah pasar di daerah itu. Lalu malamnya menghadiri perayaan Natal Nasional di lapangan Lanud Jayapura, Kabupaten Jayapura. (azm/arrahmah.com) . Z. MuttaqinRabu, 11 Safar 1436 H / 3 Desember 2014 18:1

***

Menyediakan diri untuk dapat kemurkaan Allah dan Rawan Hilangnya Iman

Allah Ta’ala telah memperingatkan dengan firman-Nya:

 

تَرَى كَثِيراً مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ اللّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ ﴿٨٠﴾

وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِالله والنَّبِيِّ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاء وَلَـكِنَّ كَثِيراً مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ ﴿٨١﴾

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Al-Maaidah: 80-81).

Ibn Taimiyah Berkata Tentang Ayat Ini: “Penyebutan Jumlah Syarat Mengandung Konsekuensi Bahwa Apabila Syarat Itu Ada, Maka Yang Disyaratkan Dengan  Kata “Seandainya” Tadi Pasti Ada, Allah Berfirman:

] وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ[

Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, (QS Al-Maaidah: 81).

Ini menunjukkan bahwa iman tersebut menolak pengangkatan orang-orang kafir sebagai wali-wali (para kekasih dan penolong), tidak mungkin iman dan sikap menjadikan mereka sebagai wali-wali bertemu dan bersatu dalam hati. Ini menunjukkan bahwa siapa yang mengangkat mereka sebagai wali-wali berarti belum melakukan iman yang wajib kepada Allah, Nabi dan apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an)” (Ibnu Taimiyah, Kitab Al-Iman, 14) seperti dikutip Ust Agus Hasan Bashari dalam makalah AQIDAH WALA’ DAN BARA’

(nahimunkar.com)

(Dibaca 7.429 kali, 1 untuk hari ini)