اجْتَنِبُوُا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ, قُلْنَا: وَمَا هُنّ يَا رَسُوْلََ اللهِ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِيْ حَرَّمَ اللهُ إِلَّا بِالحْقِّ وَأَكْلَ الرِّبَا وَأَكْلَ مَالِ الْيَتِيْمِ وَالتَّوَلَّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقًذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتَ الْغَافِلَاتِ

“Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan. Kami bertanya, Apa itu wahai Rasûlulloh? Beliau menjawab, “Menyekutukan Alloh, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Alloh kecuali dengan alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, berlari dari pertempuran, menuduh zina mukminah yang menjaga kehormatannya”. (HR. al-Bukhârî & Muslim dengan Sanad Shahih)

Publik kembali digegerkan dengan aksi penyergapan terduga Teroris di Poso-Sulteng bahkan terduga Terorisnya ditembak kala Sholat. ‘Aksi heroik’ dari Densus 88 kaki tangan Amerika dan Yahudi kali ini berhasil membunuh 3 orang terduga Teroris.

Ya Alloh Turunkan AdzabMu yang besar kepada Laskar Burung Hantu ini yang selalu membuat keresahan dikalangan Umat Islam, Ulama dan Agama Islam, Aamiin Ya Mujibas Sa’ilin.

dennn

Dalam menindak tersangka pelaku oleh anggota Polri (hizbul Latta)an maka milisi sabihah (Densus 88) cukup sigap dan bertindak keras terutama yang beragama Islam dan memang sasarannya Islam dan benar apa yang dikatakan Mantan Misionaris Ustadz H. Drs. Bernard Abdul Jabbar, M.Pd Ketua Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia-DDII Bekasi Bahwa Densus itu Detasemen Yesus ya wajar jika sasarannya Umat Islam, Ulama dan Agama Islam, Wallohu’ alam.

Bandingkan dengan yang ini…!

bubarkan-densus-88

Dalam lebih dari setahun terakhir ini entah sudah berkali-kali terjadi penyerangan terhadap anggota TNI dan Polri di Papua. Terakhir kali terjadi sepekan yang lalu menewaskan seorang anggota Polri. Beberapa bulan yang lalu aparat keamanan telah mengungkap bahwa pelaku penyerangan adalah kelompok Mako Tabuni yang merupakan sayap militer OPM (Organisasi Papua Merdeka). Dalam penyergapan yang menewaskan Mako Tabuni aparat keamanan mendapatkan barang bukti berupa senjata api dan amunisi dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan diketahui bahwa kelompok Mako Tabuni memiliki kamp pelatihan militer di Papua. Tapi baik presiden, menteri, kapolri, panglima tni ataupun para pengamat tidak ada yang menyebut bahwa kelompok Mako Tabuni adalah jaringan Teroris. Bandingkan dengan pelatihan militer para mujahidin di pegunungan Janto-Aceh besar ! Dan media massa juga tidak pernah memberitakan secara bombastis peristiwa penyerangan anggota TNI dan Polri di Papua, bandingkan dengan kasus Poso!.

Akhirnya kitapun tahu bahwa sebutan Teroris hanya disematkan jika “diduga” pelakunya adalah aktifis Islam, ulama dan umat Islam dan tidak berlaku jika pelakunya orang Kafir/non muslim.

Dan kitapun berkesimpulan bahwa yang diperangi oleh penguasa negeri ini dan kaki tangannya bukan Teroris tapi ISLAM (BerKTP Islam-red) ! Manut dengan tuan Amerikanya, Sebagaimana kata bush : perang salib baru!

Ya Alloh, hancurkanlah Densus 88 dan majikannya laknatulloh’alayhim

Katakanlah #SayNoToDensus88

Yuk Muslim dan Muslimat dimanapun Khusus yang beraqidah dalam Al Walaa’ dan Al Baraa’ yakni Al Walaa’ maksudnya memberikan rasa cinta dan pembelaan kepada Alloh, Rasul-Nya dan kaum Mukminin/Muslimin. Sedangkan Al Baraa’ maksudnya berlepas diri, memusuhi dan membenci musuh-musuh Alloh. Gabung yuk ke Page Group Facebook ‘ Say No to Densus 88 ‘ (https://www.facebook.com/pages/Say-No-to-Densus-88/143423599013098)

Suara Pembaca Oleh Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd (Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat)

(Dibaca 1.290 kali, 1 untuk hari ini)