Solo  – Teguh Wiyono yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri Jum’at pekan lalu (11/5/2012) di Pasar Legi, Solo,  akhirnya dilepaskan dan dipulangkan ke rumah orang tuanya di Dukuh Gunungan Rt. 05/Rw. 08, Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Jumat (18/5/2012).

Teguh diantarkan 3 orang anggota Densus 88 langsung dari Mako Brimob Depok, Jawa Barat. Alasan pemulangan Teguh menurut Densus 88 karena ia tak cukup bukti terlibat dalam aksi tindak pidana terorisme.

Teguh menceritakan, selama penyidikan ia berada di suatu tempat di daerah Cikampek sejak hari Jum’at (11/5/2012) hingga Rabu sore (16/5/2012). Selanjutnya Teguh dibawa ke Mako Brimob Rabu malam hingga Kamis sore. Dan Kamisnya sekitar pukul 15.00 wib Teguh dipulangkan ke rumah orang tuanya dengan menggunakan mobil Toyota Hitam.

Selama hampir 7×24 jam Teguh dinyatakan tidak cukup bukti sebagaimana dalam surat penangkapan SP.Kap/21/V/2012/Densus yang ditandatangani Kadensus Anti Teror Polri Brigjen H.M. Syafi’i tertanggal 10 Mei 2012. Teguh yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Legi, Solo, diduga terlibat dalam peristiwa pemboman di Masjid Mapolresta Cirebon dan Bom Gereja Kepunthon Solo. Karena tidak terlibat akhirnya Teguh dilepaskan.

Belajar dari kasus yang suudah-sudah, Laskar Umat Islam Solo (LUIS) meminta kepada kepolisian untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menjunjung Hak Asasi Manusia dalam penanganan kasus terorisme. Sebab banyak sekali kasus penangkapan yang dilakukan dengan kekerasan berujung pada pelepasan. Padalah orang yang ditangkap terlanjur sudah menerima siksaan.

“Polri, dalam hal ini Densus 88 mestinya memperbaiki teknik interogasi yang lebih beradab dan manusiawi. Dalam kasus ini sejak 11-16 Mei 2012 Teguh dalam keadaan mata tertutup, kaki dan tangan di borgol serta mengalami pemukulan di bagian tangan dan kepala”, kata LUIS dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan ketuanya, Edi Lukito.

LUIS juga meminta agar dilakukan rehabilitasi nama baik dan pemberian kompensasi atas kesalahan penangkapan terhadap Teguh. “Mestinya ada rehabilitasi nama baik dan kompensasi dari Polri atas kesalahan penangkapan ini.” katanya.

Sementara Riski Dian Furkoni yang ditangkap Densus 88 pada hari yang sama belum ada kejelasan apakah dipulangkan hari ini atau belum. Karena hingga hari ini belum pulang dan belum ada surat penahanan.

Rep: shodiq ramadhan

Shodiq Ramadhan | Sabtu, 19 Mei 2012 | 06:08:35 WIB (SI ONLINE)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 653 kali, 1 untuk hari ini)