JAKARTA (voa-islam.com)–Bareskrim Polri, Senin (7/11/2016) mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk meminta keterangan soal pendapat dan sikap keagamaan MUI terkait Penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Di hadapan tim Bareskrim, MUI secara tegas tidak akan mengubah sikap soal pendapat dan sikap terhadap kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok.

“Bareskrim datang ke MUI untuk minta konfirmasi dan klarifikasi terhadap pendapat dan sikap keagamaan MUI yang sudah diketahui oleh banyak masyarakat,” kata Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Ketua Umum MUI Pusat seperti dikutip dari Viva.co.id.

Zainut mengatakan, sikap keagamaan posisinya lebih tinggi dari pada sebuah fatwa. “Hasilnya kami sudah memberikan beberapa konfirmasi bahwa apa yang sudah dikeluarkan MUI itu adalah benar. Dari tim penyelidik menanyakan kepada kami, ‘apakah benar?’. Kami bilang benar,” kata Zainut.

MUI, ditegaskan Zainut, tidak akan mengubah pernyataan apapun terkait kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. “Kemudian ditanyakan, ‘apakah ada revisi atau hal yang dibatalkan terhadap poin dan pendapat dan sikap?’ Itu kami katakan, ‘tidak ada’,” katanya.

Kemudian, Zainut mengatakan, kedatangan penyidik Bareskrim Mabes Polri ke Kantor MUI Pusat hari ini, juga untuk mengklarifikasi terhadap poin-poin sikap keagamaan MUI terhadap kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok.

“Nah ini kan barangkali untuk meyakinkan, untuk memperkuat bahwa ini kan masalah yang cukup serius, sehingga saya kira kehati-hatian itu harus dikonfirmasi,” katanya. * [Viva/Syaf]

Sumnber: voa-islam.com/Senin, 7 Safar 1438 H / 7 November 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.910 kali, 1 untuk hari ini)