bantuan

Dua lembaga Islam dari Jakarta dan Bogor secara terpisah ikut memperhatikan masyarakat yang kena musibah gempa di Aceh.

Inilah beritanya.

***

Bukber Lazis Dewan Dakwah Bersama Korban Gempa Aceh

Rabu, 24/07/2013 10:29:38 | Shodiq Ramadhan

Aceh (SI Online) – Siang itu, 2 Juli 2013, Harun dan Nurjannah tengah asyik menyiangi kebun kopinya ketika tiba-tiba bumi berderak. Pasangan kakek-nenek itu terjungkal ke tanah. Goncangan berhenti, keduanya bergegas pulang. Rumah kayu mereka masih utuh. Namun, anak perempuan mereka yang ketakutan memaksa mengungsi ke rumah saudara di lain desa. Sore itu juga mereka mengosongkan rumah.

Malamnya, gempa datang lagi dengan kekuatan lebih dahsyat, 6,2 SR. Rumah Harun, sebagaimana puluhan rumah tetangganya di Desa Timangrasa, Kecamatan Kute Panang,  Kab Aceh Tengah, jadi tak bisa dihuni. Mereka terpaksa bermukim di bedeng-bedeng darurat di sekitar reruntuhan rumah masing-masing.

Kedatangan Tim LAZIS Dewan Dakwah pada Senin, 22 Juli, sedikit menghibur pasangan Harun-Nurjannah dan seratusan warga Timangrasa. Tim yang terdiri pengurus LAZIS Dewan Dakwah Pusat dan Dewan Dakwah Propinsi Aceh ini membawa bantuan berupa cairan infus, paket ifthor (buka puasa bersama atau bukber) dan uang saku. Tim juga menyampaikan logistik berupa susu dan biskuit dari Jamaah Masjid Imam Bonjol Kompleks TNI AL Pondok Labu Jakarta Selatan.

Melalui RSUD Muyang Kute Bener Meriah, Tim LAZIS Dewan Dakwah menyerahkan 250 ampul cairan infus untuk korban gempa setempat. Sebuah mobil ambulan LAZIS Dewan Dakwah juga disiagakan untuk membantu menangani pasien selama masa tanggap darurat. Sedang bantuan lain diserahkan langsung kepada para pengungsi.

Lantaran Masjid At Taqwa satu-staunya milik mereka runtuh, warga Timangrasa mendirikan tenda darurat sebagai mushola. Di sinilah mereka berbagi cerita, menyimak taushiyah, berbuka bersama, dan menerima bantuan donator LAZIS Dewan Dakwah.

‘’Banyak mobil-mobil membawa bantuan lewat sini, tapi hanya numpang lewat. Mereka lebih memilih ke lokasi pusat gempa, sedangkan kami sepertinya tidak kelihatan,’’ tutur Ny Inayah, salah satu guru PAUD Timangrasa yang rumah dan sekolahnya tempat mengajar turut hancur lebur.

Ny Umi, janda beranak tiga, masih bersyukur rumah kayunya tidak rusak berat. Hanya bagian dapurnya yang terseret pergerakan tanah akibat gempa. Ia mengaku pasrah, dan berupaya tetap tegar menghidupi anak-anaknya dengan berkebun kopi yang tak seberapa luas.

Dalam taushiyahnya, Ustadz Almujaini mengatakan di balik setiap musibah pasti ada hikmahnya. ‘’Hikmah terbesar dari setiap musibah adalah kita menyadari bahwa manusia itu lemah dan sangat bergantung kepada Allah SWT, sehingga kesadaran ini membuat kita semakin dekat kepada-Nya,’’ tutur pimpinan Pesantren Bukit Shafa Cianjur ini didampingi Tim LAZIS Dewan Dakwah dan Anggota DPRD Kab Bener Meriah, Muhammad Yusuf Gayo.

Usai berbuka dan sholat maghrib, LAZIS Dewan Dakwah membagikan bantuan logistik dan uang saku untuk jamaah pengungsi.

Kegiatan serupa diselenggarakan keesokan harinya, Selasa, 23 Juli, di meunasah darurat Desa Kueleum Parakanis, Kec Timang Gajah, Kab Bener Meriah. Lebih seratus warga dari suku Jawa, Gayo, Aceh, dan Batak, mengikuti acara ini.

Wakil Ketua Dewan Dakwah Propinsi Aceh, Ustadz Bismi, menyatakan, program selanjutnya yang akan dilaksanakan adalah layanan kesehatan keliling, spiritual-healing, dan pembangunan kembali mushola serta Taman Pendidikan Qur’an.

Untuk itu, LAZIS Dewan Dakwah mengajak kaum muslimin berbagi kebahagiaan Ramadhan dan Idul Fitri kepada para penungsi korban gempa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Rep: nurbowo
Red: shodiq ramadhan / si online

***

Rodja Tv dan Radio Rodja salurkan bantuan ke Gayo
Tgl: 24/07/2013 15:46 Reporter: Satiran Riyan

KBRN, Gayo : Dengan dukungan semua pihak, Rodja TV dan Radio Rodja pada selasa 23 juli 2013 menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa Gayo.

Koordintor penyalur bantuan dari Rodja TV, Abu Yaqla Kurnaidi kepada RRI mengatakan, bantuan berasal dari sumbangan sejumlah masyarakat melalui pihaknya.

Tidak lain tujuannya dalam rangka meringankan saudara-saudara kita yg tertimpa musibah gempa di sebagian wilayah Aceh, papar Abu.

Hingga saat ini Radio & TV Rodja masih mengajak kaum muslimin untuk membantu saudara-saudara kita & meringankan musibah masyarakat Gayo yang tertimpa bencana.

“ dan mudah mudahan, kami berharap mereka di angkat dari musibah ini, dan mudah mudahan Allah swt berikan kesabaran dan memberikan gantinya”ujar Abu

Ditambahkan  Koordintor penyalur bantuan dari Rodja TV, Abu Yaqla Kurnaidi, bantuan disalurkan berupa uang.

Namun penyaluran bantuan kali ini tidak di fokuskan ke kecamatan ketol saja, melainkan ke sejumlah kecamatan yang juga terkena imbas gempa 2 juli lalu, seperti di Rusib dan Silihnara.

Ditambahkan Abu, mata dunia saat ini memandang ke Kecamatan Ketol, akan tetapi masih banyak daerah selain kecamatan Ketol yang belum tersentuh bantuan.

Maka dari itu, dirinya dengan sejumlah rekannya memberikan bantuan semampunya bagi warga yang turut terkena musibah gempa Gayo itu.

(Sn/BCS) http://rri.co.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 787 kali, 1 untuk hari ini)