Asy-Syaikh Shalih Al-Maghamisi menyampaikan taushiyahnya mengenai Islam dan kekufuran. Dalam video yang diunggah oleh Syarekat Kreatifiyah yang merupakan wadah bagi para pekerja kreatif muslim tersebut tampak ulama yang juga imam masjid Quba` tersebut menangis bersama dengan beberapa jama’ah sembari mentafakkuri nikmat Islam.

Berikut diantara isi nasehat ulama timur tengah yang dikenal dengan ceramahnya yang selalu menyentuh nurani.

Setelah kita mengetahui bahwa kekufuran menjadikan kita diharamkan masuk surga oleh Allah Ta’ala, sementara sekarang ini kita dikepung berbagai syubhat dan syahwat yang mana membuat seseorang bisa jadi paginya muslim sorenya kafir atau sebaliknya, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah. Akan tetapi, atas izin Allah, kita akan selamat dari kekufuran.

Ketika Allah mencintai kita maka Allah akan wafatkan kita dalam Islam. Agar Allah mewafatkan kita di atas Islam, maka jadikan qalbu kita gembira ketika menyembah Allah. Herannya, sebagian orang sangat gembira ketika menyaksikan pertandingan atau hiruk-pikuk pentas hiburan, tetapi apa yang dirasakannya ketika menyembah Allah?

Maka, bagaimana kita bisa tahu akan mati di atas Islam? Caranya adalah apakah kita sudah berhasil senantiasa gembira ketika menyembah Allah. Jangan kerjakan ibadah semata-mata sekedar agar tertunaikan. Melainkan, niatkan dengan penuh ketulusan sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah. Dengan begitu, kita tidak akan ditimpa bahaya atas maksiat kita, dan kita akan bisa mati di atas Islam.

Kita patut bersyukur karena sudah dijadikan oleh Allah sebagai hambaNya yang muslim. Kita semua dengan rahmah Allah dilahirkan muslim, dan Allah memberinya tanpa kita memintanya, maka semoga Allah mengaruniakan surga tatkala kita memintanya.

(nahimunkar.com/red.: br)

(Dibaca 316 kali, 1 untuk hari ini)