.

  • Ruwet Urusannya Gara-gara Akta Cerai Palsu
  • Seolah di negeri ini dikatakan : Kalian mau zina silakan, tapi kalau mau nikah, kalian harus begini dan begitu…

Tingkah mantan pegawai pencatat nikah di Cilacap Jawa Tengah benar-benar merugikan dan menjadikan urusan orang-orang jadi ruwet. Betapa tidak. Gara-gara akta cerai palsu yang dia jual dengan tarif Rp 3 juta sampai Rp 5 juta, korban-korbannya yang sudah nikah lagi seperti sulastri yang telah menikah lagi dengan Darno pun terkena urusan karena mendapatkan surat nikah berdasarkan akta cerai palsu. Sedang mantan suami Sulastri yakni Juprih tidak bisa menikah dengan wanita lain, karena akta cerai yang dimilikinya adalah palsu.

Kasus ini serba tidak benar, tampaknya. Mantan Pegawai Pencatat Nikah berfprofesi memalsu akta cerai dan dijual, itu adalah kesalahan. Tetapi, laki-laki mau nikah kok bisa terhalang ? Lha laki-laki mau nikah saja kok mesti pakai surat cerai, itupun harus resmi. Jadi kesimpulannya, kalau manusia ini berzina di negeri ini maka tidak soal, bahkan dipersilakan oleh Ahok seorang pejabat yang diusir oleh tulisan spanduk, karena ide-idenya yang merugikan masyarakat dan tampak anti agama. Tapi kalau orang mau nikah… justru dikenai aneka macam syarat yang belum tentu sesuai dengan agama. Apakah keberanian Ahok itu sebenarnya dia jeli bahwa negeri ini sejatinya juga semacam dia ?

Dalam hal kasus surat-surat palsu, memang itu salah, tapi kesalahan dalam aturan-aturan yang tidak sesuai dengan aturan agama sering menghalangi umat Islam ketika ingin menjaga diri dari zina. Justru seolah, silakan zina saja….

Adanya orang memalsu surat-surat berkaitan dengan pernikahan, atau memalsu tanda tangan isteri ketika suami mau nikah lagi, itu dilakukan orang bukan semata-mata kesalahan pelaku; tetapi karena ada halangan-halangan berupa aturan yang tidak sesuai dengan Islam. Seperti, Islam tidak mensyaratkan keizinan dari isteri bagi suami yang mau nikah lagi. Juga Islam tidak membatasi umur wanita yang akan dinikahi. Tetapi manusia memberi batasan dan pelanggarnya terkena hukum. Hingga ketika umat Islam melakukan pernikahan yang sejatinya secara hukum Islam tidak ada masalah, namun secara hukum bikinan manusia dapat diperkarakan bahkan dihukum. Sebaliknya, kalau berzina, yang sangat diharamkan dan terkena hukum menurut Islam, serta dosa besar, justru dipersilakan, bahkan akan diberi sarana oleh Ahok. Benar-benar manusia yang merasa berkuasa di negeri ini telah menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

 

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

Inilah berita tentang kasus surat-surat palsu.

***

Sindikat Pemalsu Ijazah di Cilacap Dibongkar

 

CILACAP, SATELITPOST-Sindikat pemalsu dokumen seperti buku nikah, KTP, ijazah, dan akta cerai, berhasil dibongkar jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Cilacap. Petugas berhasil membekuk dua orang tersangka berikut sejumlah barang bukti.

Dua orang tersangka yang diamankan polisi yakni, Siswo Sarjono (57) warga Dusun Karangsari RT 3 RW 1 Desa Kawunganten Kecamatan Kawunganten dan Saian Marzuki (53) warga Dusun Bulukuning RT 2 RW 10 Desa Kuripan Kidul Kecamatan Kesugihan. Mereka ditangkap dari rumahnya masing-masing.

Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa peralatan komputer lengkap beserta printer, yang digunakan untuk memalsukan dokumen. Petugas juga menyita flashdisk, stempel palsu, serta ratusan buku nikah, blangko cerai, dan akta cerai, ijazah, SKCK, kartu keluarga, serta KTP palsu.

Penangkapan terhadap tersangka dilakukan setelah polisi menerima laporan dari korban Sulastri, warga RT 14 RW 4, Desa Pagubugan Kecamatan Binangun. Korban mengaku jika ia dan mantan suaminya Juprih telah bercerai beberapa waktu silam. Kini Sulastri sudah menikah lagi dengan seorang pria bernama Darno. Namun, beberapa waktu lalu, Sulastri didatangi oleh mantan suaminya, yakni Juprih yang memberitahukan bahwa dirinya tidak bisa menikah dengan wanita lain, karena akta cerai yang dimilikinya adalah palsu.

“Bisa jadi petugas KUA di tempat saya nikah tidak jeli, makanya saya tetap bisa menikah lagi. Tapi mantan suami saya tidak bisa, karena diketahui ternyata akta cerainya palsu,” kata Sulastri yang didampingi Kuasa Hukumnya, Sugeng Anjili SH MH di Mapolres Cilacap, Jumat (27/12).

Kuasa Hukum korban, Sugeng Anjili SH MH menjelaskan, kliennya yang kini telah menikah dan mendapat buku nikah resmi, akhirnya juga harus mengurus ulang pernikahannya. Hal ini disebabkan keluarnya buku nikah didasarkan pada akta cerai palsu yang dibuat tersangka. “Kini seorang tersangka yang merupakan mantan petugas pencatat nikah, yakni Saian Marzuki telah kita laporkan kepada pihak berwajib,” ujarnya.

Kapolres Cilacap AKBP Andry Triaspoetra SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Puryadi SH SIK mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, masing-masing tersangka memiliki peran. Untuk tersangka Saian Marzuki, berperan mencari korban. Sedangkan Siswo berperan mencetak dan memalsukan dokumen pesanan dengan peralatan komputer lengkap, yang dimilikinya.

Jika dilihat dari operasi yang dilakukan tersangka sejak tahun 2010, lanjut Kapolres, tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan tersangka lainnya. “Kita masih terus kembangkan dan dalami kasus ini. Karena mereka sudah hampir 4 tahun beroperasi. Jadi tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat. Bisa saja warga yang memang tahu, justru sengaja datang dan minta dibuatkan dokumen palsu,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya, kedua tersangka kini harus mendekam di balik jeruji Mapolres Cilacap. Keduanya akan dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen, dan diancam hukuman 7 tahun penjara.

Tarif Rp 300 Ribu Hingga Rp 5 juta

Dua orang tersangka pemalsu dokumen buku nikah, KTP, akta cerai, dan ijazah, sudah hampir empat tahun menjalankan operasinya. Keduanya memiliki peran berbeda dalam menggaet korbannya untuk dibuatkan dokumen palsu.

Tersangka Siswo Sarjono yang berprofesi sebagai Pengusaha Jasa Percetakan Pelangi Indah, mengaku hanya membantu membuat akta cerai palsu atas dasar permintaan dari tersangka Saian Marzuki. Ia juga mengaku bersedia membuatkan dokumen palsu tersebut dengan memasang tarif sebesar Rp 300 ribu. “Saya memasang tarif sebesar Rp 300 ribu untuk setiap dokumen yang dibuat,” ujarnya.

Sementara, tersangka lain, Saian Marzuki mengaku didatangi oleh seseorang yang meminta tolong dibantu mengurus perceraian. Namun, bukan proses hukum cerai di Pengadilan Agama, Saian Marzuki justru memalsukan akta cerai korban dengan bantuan Siswo.

“Setiap ada pasangan yang butuh bantuan untuk bercerai, saya pasang tarif antara Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Untuk tarifnya, kita lihat dari kemampuan korban dan dokumen yang hendak dibuat,” katanya. (amron)

http://satelitnews.co/?p=39772

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.188 kali, 1 untuk hari ini)