Jakarta (SI Online) – Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) KH. Fachrurozi Ishaq menegaskan bahwa gerakan yang dipimpinnya akan selalu bergerak dalam koridor konstitusi. Untuk melengserkan Basuki Purnama (Ahok) dari jabatannya, GMJ telah menyebarkan angket penolakan Ahok kepada masyarakat Jakarta dan akan mengadakan aksi damai sejuta umat pada 10 November mendatang.

“Alasan kami menolak Ahok cukup banyak, diantaranya ialah Ahok telah melecehkan agama misalnya dengan melarang pemotongan hewan kurban di sekolah dasar karena dianggap membuat trauma terhadap anak-anak, seolah-olah syiar Islam itu menakutkan, inikan pelecehan terhadap agama,” ujar Kiai Fachrurozi kepada Suara Islam Online usai bertemu Wakil Ketua DPR di Jakarta, Selasa (29/10/2014).

Oleh karena itu, kata Kiai Fachrurozi, GMJ akan turun aksi sejuta umat untuk menuntut Ahok lengser. “Jadi Wakil Gubernur saja kita tidak ridho apalagi jadi Gubernur,” tegasnya.

Aksi damai GMJ akan dilakukan bertepatan dengan hari pahlawan untuk mengenang para pahlawan kemerdekaan. “Aksi akan dilaksanakan pada hari pahlawan, untuk mengenang para pejuang karena negara ini merdeka karena jasa umat Islam, aliran darahnya umat Islam,” kata Kiai Fachrurozi.

Kehadiran GMJ disambut baik oleh banyak kalangan. Sudah banyak ulama, habaib, pimpinan ormas/lembaga Islam serta tokoh masyarakat beserta jamaahnya yang bergabung dalam gerakan ini.

“Umat Islam seyogyanya, sepantasnya tersinggung oleh ulahnya Ahok, sampai ulama seluruhnya bersepakat, Ahok ini tidak pantas mimpin Jakarta. Makanya seluruh umat islam, seluruh masyarakat Jakarta, korban-korbannya Ahok, korban penggusuran, korban larangan dagang dan sebagainya. Ayo mari sama-sama untuk Jakarta yang penuh dengan kedamaian, Jakarta yang religius kita lengserkan Ahok. Ayo kita ramai-ramai bersama untuk turun demo pada tanggal 10 November nanti,” pesan Kiai Fachrurozi.

Red: adhila, Rabu, 29/10/2014 16:04:19

(nahimunkar.com)

(Dibaca 812 kali, 1 untuk hari ini)