• Mereka hanya sekelas manusia peniru wong kafir pembenci Islam masa lalu yang menulis buku Darmoghandul- Gatoloco yang menghina Arab bahkan Nabi dan Islam dengan kata-kata jorok bahasa Jawa kuno.
  • Gerombolan anti Arab-Islam itu kini saat hari raya Islam Idul Fitri, mereka lagi panen.

Contohnya ini.

***

Makjleb! Yang ANTI-ARAB, Kira-kira Lebaran Baca TAKBIR Apa Nyanyi Gending Jawa?

Netizen menyentil para gerombolan Arabphobia (Anti-Arab) yang hakikatnya Islamphobia (Anti-Islam).

ย 

“YANG ANTI ARAB, KIRA” LEBARAN BACA TAKBIR APA NYANYI GENDING JAWA,” sentil akun Neiska Hanna @NeiskaH di twitter.

ย 

“Terus tempatnya di mesjid apa di tempat ibadah lain ya? Hi hi,” timpal akun @SukmaWi12127725.

ย 

“Yang jelas matinya gak dibilang almarhum, tapi bangke… ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ,” komen @A600E5.

ย 

YANG ANTI ARAB, KIRA” LEBARAN BACA TAKBIR APA NYANYI GENDING JAWA.

โ€” Neiska Hanna (@NeiskaH)ย April 30, 2022

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 02 Mei 2022 SOSIAL MEDIA

***

ย Darmogandul Gatoloco menghina Arab bahkan Nabi dan Islam

Dalam kutipan dari buku Darmoghandul, rangkaian sebutan terhadap Nabi Muhammad Rasulullah itu ada kalimat:ย mila ewah bengok-bengok enjing surup, nekem dada celumikan, jungkir-jungkir ngaras siti.

Di situ Darmogandul melecehkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang gila (ewah artinya berubah, dari waras ke gila). Sehingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang yangย  adzan kemudian shalat dihina sebagai ewah (gila). Artinya: .. maka gila teriak-teriak pagi petang, mendekap dada berbisik, menjungkir-jungkir ke tanah.

Bahkan ketika bait itu diteruskan maka ada tuduhan keji, yakni diharamkannya anjing itu karena tiap malam (orang Islam) menzinai anjing. Makanya Darmogandul Gatoloco berkilah bahwa anjing yang dibeli dengan duwitnya sendiri lebih halal dibanding kambing curian. Di situ secara tersirat, setelah Darmogandul Gatoloco menuduh Ummat Islam ngeloni anjing tiap malam, masih pula menuduh mencuri kambing.

Tuduhan-tuduhan semacam itu banyak ditirukan oleh orang-orang liberal. Tahun 2002 sudah disoroti oleh Hartono Ahmad Jaiz dalam bukuย Bahaya Islam Liberalย dan bukuย Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, terbitan Pustaka Al-Kautsar, Jakarta.ย Bahkan yang dijadikan contoh di antaranya adalah lontaran-lontaran Nurcholish Madjid. Hingga masalah itupun Hartono kemukakan langsung berhadapan dengan Ulil Abshar Abdalla dedengkot liberalย  di dalam diskusi di YISC Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta, yang saat itu Ulil didampingi dedengkot Syi’ah Haidar Baqir. Ulil hanya bilang, Nurcholish Madjid itu Islam, sedang Darmogandul Gatoloco itu bukan Islam, kok dibandingkan.

Kalau Ulil itu diikuti, mungkin ada yang bilang, Lha Irshad Manji itu Islam hanya saja lesbi kok dibandingkan dengan Darmogandul Gatoloco yang bukan Islam dan belum tentu homo.

Cara berfikir tidak boleh membandingkan seperti itu justru menyelisihi Al-Quran pula, bila ternyata memang faktanya sama atau mirip atau bahkan bagai meniru. Karena Allah Ta’ala mengatakan:

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏู ุนูุฒูŽูŠู’ุฑูŒ ุงุจู’ู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุตูŽุงุฑูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณููŠุญู ุงุจู’ู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ูู…ู’ ุจูุฃูŽูู’ูˆูŽุงู‡ูู‡ูู…ู’ ูŠูุถูŽุงู‡ูุฆููˆู†ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ู‚ูŽุงุชูŽู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‰ ูŠูุคู’ููŽูƒููˆู†ูŽ [ุงู„ุชูˆุจุฉ : 30]

30.ย Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al masih itu putera Allah”. Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?ย (QS At-taubah: 30).

ย 

(nahimunkar.org)