Ilustrasi/foto yfd

Soal:

Karena bulan Muharram dikatakan bulan istimewa, apakah kita dianjurkan beramal sholeh dan makan makanan yang lebih enak dari biasanya?

Jawab :

Terkait dengan itu, yang ada adalah hadits yang palsu:

إن الله افترض على بني إسرائيل صوم يوم في السنة وهو يوم عاشوراء وهو اليوم العاشر من المحرم فصوموه ووسعوا على أهليكم فإنه اليوم الذي تاب الله فيه على آدم

Sesungguhnya Allah mewajibkan Bani Israil berpuasa sehari dalam setahun, yaitu hari ‘Asyura, yaitu hari kesepuluh bulan Muharram. Karena itu puasalah kalian di bulan Muharram dan berilah kelonggaran (makan enak, pakaian, dsb) untuk keluarga kalian. Karena inilah hari di mana Allah menerima taubat Adam ‘alaihis salam

Hadits ini palsu sebagaimana dijelaskan dalam kitab al-Maudhu’aat karya Ibnul Jauzi (2/200) dan al-Laaly al-Mashnu’ah karya as-Suyuuthy(2/92-93).

***

Soal:

Apakah kalau kita bershodaqoh thd anak yatim sambil mengusap kepala anak yatim tersebut maka setiap helai rambut anak yatim tsb akan mendoakan kita?

Jawab :

Bershodaqoh, bersikap lemah lembut, memulyakan, menyenangkan hati dan memenuhi kebutuhan anak yatim dengan mengusap kepalanya adalah bagian dari amal sholeh yang dituntunkan Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam. Bahkan hal itu termasuk amalan yang bisa melembutkan hati:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا شَكَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ لَهُ إِنْ أَرَدْتَ تَلْيِينَ قَلْبِكَ فَأَطْعِمْ الْمِسْكِينَ وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ

Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- bahwa seorang laki-laki mengadukan kepada Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam tentang kekerasan hatinya. Maka Nabi berkata kepada dia: “Jika engkau ingin melembutkan hatimu, berikan makan kepada orang miskin, dan usaplah kepala anak yatim (H.R Ahmad, dihasankan oleh Syaikh al-Albany)

Mengusap kepala anak yatim bukanlah sekedar mengusap, namun itu adalah bentuk kasih sayang dan perhatian kepada mereka. Mengusap kepala anak yatim juga tidak dikhususkan pada bulan Muharram apalagi hanya pada hari Asyura (10 Muharram) saja.

Apakah setiap helai rambut anak yatim yang diusap akan berdoa kepada orang yang mengusapnya? Tidak dalil tentang hal itu.

Yang ada adalah beberapa riwayat yang menyatakan bahwa setiap helai rambut anak yatim yang diusap terhitung sebagai kebaikan, namun hadits-hadits tersebut pada setiap jalur sanadnya sangat lemah, terputus, atau ada perawi yang memalsukan hadits. Di antara riwayat itu:

مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ أَوْ يَتِيمَةٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلَّا لِلَّهِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٌ

Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim laki-laki atau perempuan, tidaklah ia usap kecuali karena Allah, maka setiap helai rambut yang terlewati oleh tangannya terhitung sebagai kebaikan-kebaikan (H.R Ahmad dan atThobarony)

Hadits ini sangat lemah, karena di dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Ali bin Yazid al-Alhaany yang dinyatakan oleh alBukhari sebagai munkarul hadits, dan adDaruquthny menyatakan bahwa ia adalahmatruk (ditinggalkan)(Lihat Majmauz Zawaaidkarya alHaitsamy (8/160) dan ad-Dhuafaa’ wal Matrukin karya Ibnul Jauzy (2/200)

Riwayat lain, menyatakan:

ما من مسلم يمسح يده على رأس يتيم إلا كانت له بكل شعرة مرت يده عليها حسنة ورفعت له بها درجة وحطت عنه بها خطيئة

Tidaklah seorang muslim mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim kecuali pada tiap helai rambut yang dilewati tangannya mendapat 1 kebaikan dan diangkat 1 derajat dan dihapus 1 keburukan ( H.R Ibnun Najjaar dari Abdullah bin Abi Aufa)

Dalam riwayat ini terdapat perawi yang bernama Abdullah bin Muhammad bin Sinaan yang suka memalsukan hadits (lihat ad-Dhuafaa’ wal Matrukiin karya Ibnul Jauzi (2/139)

Riwayat lain, menyatakan :

من وضع يده على رأس يتيم ترحما كانت له بكل شعرة تمر بيده عليها حسنة

Barangsiapa yang meletakkan tangannya pada kepala anak yatim dengan kasih sayang, maka setiap helai rambut yang dilewati tangannya terhitung 1 kebaikan (H.R Ibnul Mubarak dalam az-Zuhud)

Hadits ini sanadnya terputus, yaitu dari Muhammad bin Ajlan (termasuk Atbaa-ut Taabi’in) terputus dari Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam.

https://abumundziralghifary.blogspot.com/2017/09/bulan-muharram.html

***

Hadis Dhaif Seputar Bulan Muharram


https://www.youtube.com/watch?v=JjlcTGWnd4M

Pertanyaan:
Ada banyak keyakinan yg tersebar di masyarakat terkait bulan Muharram. Misalnya, apabila berpuasa sehari di bulan Muharram maka untuk satu hari puasa dia mendapat pahala puasa tiga puluh hari atau siapa yang berpuasa sembilan hari pertama bulan Muharram maka Allah akan bangunkan untuknya satu kubah di udara atau semacamnya. Apakah keyakinan ini benar? Adakah hadisnya?

Dari: Arriqa fauqi ([email protected])

Jawaban:
Beberapa keterangan yang Anda sampaikan pada hakikatnya bersumber dari hadis dhaif.

Berikut keterangan selengkapnya terkait hadis-hadis dhaif seputar bulan muharram:

1. Siapa yang berpuasa sembilan hari pertama bulan Muharram maka Allah akan bangunkan untuknya satu kubah di udara, yang memiliki empat pintu, tiap pintu jaraknya satu mil. (Hadis palsu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al-Maudhu’at, 2:199, dan As-Syaukani dalam Al-Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 45)

2. Siapa yang berpuasa hari terakhir bulan Dzulhijjah dan hari pertama bulan Muharram, berarti dia telah mengakhiri penghujung tahun dan mengawali tahun baru dengan puasa. Allah jadikan puasanya ini sebagai kaffarah selama lima tahun. (Hadis dusta, karena di sanadnya ada dua pendusta, sebagaimana keterangan As-Syaukani dalam Al-Fawaid Al-Majmu’ah, Hal. 45)

3. Sesungguhnya Allah mewajibkan Bani Israil berpuasa sehari dalam setahun, yaitu hari ‘Asyura, yaitu hari kesepuluh bulan Muharram. Karena puasalah kalian di bulan Muharram dan berilah kelonggaran (makan enak dan pakaian baru) untuk keluarga kalian. Karena inilah hari di mana Allah menerima taubat Adam ‘alaihis salam… (Al-Fawaid Al-Majmu’ah, Hal. 46)/ Hadits ini palsu sebagaimana dijelaskan dalam kitab al-Maudhu’aat karya Ibnul Jauzi (2/200) dan al-Laaly al-Mashnu’ah karya as-Suyuuthy(2/92-93). – lihat jawaban di bagain atas tentang hadits إن الله
افترض على بني إسرائيل tersebut (red NM)

4. Siapa yang berpuasa sehari di bulan Muharram maka untuk satu hari puasa dia mendapat pahala puasa tiga puluh hari. (Hadis palsu, sebagaimana keterangan Al-Albani dalam Silsilah Hadis Dhaif, no. 412)

5. Bulan yang paling mulia adalah Al-Muharram (Hadis dhaif, sebagaimana keterangan Al-Albani dalam Dhaif Al Jami’ As-Shagir, no. 1805)

6. Pemimpin umat manusia: Adam, pemimpin bangsa Arab: Muhammad, pemimpin bangsa Romawi: Shuhaib Ar-Rumi, pemimpin bangsa Persia: Salman Al-Farisi, pemimpin bangsa Habasyah: Bilal bin Rabah, pemimpin gunung: Gunung Sina, pemimpin pohon: bidara, pemimpin bulan : Muharram, pemimpin hari : hari Jumat….(Hadis palsu, sebagaimana keterangan Al-Albani, Dhaif Al Jami’ As Shaghir, no. 7069).

Dijawab oleh Ustad Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

(nahimunkar.org)