JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon tampak menyesali dengan keinginan pemerintahan Joko Widodo yang ingin mengubah nama bandara internasional di Lombok di tengah-tengah musibah gempa. Ia pun melihat keinginan tersebut sebagai ironi atas rezim.

Ironi #rezimgagal. Di tengah bencana gempa Lombok dan banyak korban tak jelas nasib. Bantuan pemerintah pun kacau. Malah ribut ganti nama bandara,” kritiknya, Kamis (13/9/2018), ketika mengomentari salah satu judul berita di media: “Polemik Prasasti SBY di Bandara Lombok, Ini Kata Menhub detik.id/VXc97q”, di akun Twitter pribadinya.

Dalam isi pemberitaan di media tersebut memuat soal pergantian nama Lombok International Airport (LIA), Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, pergantian nama itu bukan bermaksud untuk menghilangkan jasa Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pertama kali meresmikan bandara tersebut.

Namun, Surat Keputusan (SK) pergantian nama bandara itu telah ada (dikeluarkan) pada 5 September 2019. Budi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi terkait pergantian nama bandara tersebut. (Robi/voa-islam.com)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.085 kali, 1 untuk hari ini)