Kelompok itu menggunakan bom dan buldozer untuk menghancurkan kompleks makam Abdel Salam al-Asmar.

Kelompok konservatif menghancurkan salah satu situs bersejarah yang berupa  makam tokoh Sufi Abad Ke-15 dan membakar perpustakaan di Kota Zlitan, Libya.

Menurut pejabat Dewan Militer Zlintan,  Sabtu (25/8), serangan hari Jumat itu  adalah yang terbaru terhadap berbagai tempat yang dicap sebagai musyrik di wilayah tersebut oleh sebagian kelompok.

Penyerang menggunakan bom dan buldozer untuk menghancurkan kompleks yang dipandang suci yang termasuk  makam Abdel Salam al-Asmar dan memusnahkan ribuan buku di Perpustakaan Masjid Asmari.

Kelompok konservatif mendapat angin dengan kebangkitan Arab Spring di wilayah itu dan dalam satu tahun terakhir mereka mengincar sejumlah tempat yang dianggap suci oleh masyarakat di Libya, Mesir dan Mali karena dianggap musyrik.

Serangan model-model tersebut bagaiamanapun mengingatkan tindakan sejenis yang dilakukan oleh Taliban saat menghancurkan patung Buddha di Bamiyan, di Afghanistan Tengah tahun 2001 saat mereka berada di penghujung  kekuasaannya.

Kota Zlintan terus menerus dilanda kekerasan faksional sejak tumbangnya pemimpin Libya Moamar Gaddafi akhir tahun lalu. Saat militer sibuk memadamkan bentrokan, kaum konservatif mencuri kesempatan untuk menghancurkan situs bersejarah itu.

“Kaum Salafi memanfaatkan kenyataan bahwa pejabat keamanan sedang sibuk meredakan bentrokan dan mereka menghancurkan tempat suci,” kata pejabat militer itu. (nug)

Serangan Jumat terjadi setelah dua hari bentrokan antara faksi suku di Zlitan, yang menewaskan dua orang dan melukai 18 orang lagi, demikian perhitungan Dewan Militer.

Ali kepada Reuters –yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad pagi. Ia merujuk kepada kelompok konservatif yang memandang banyak tempat suci kaum Sufi sebagai musyrik. Skalanews –Minggu, 26 Agustus 2012 | 05:45 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.198 kali, 1 untuk hari ini)