Ilustrasi

Ilustrasi Dahulu Pemakai Batu Hanya Mbah Dukun/ pusatbatu

Jika tujuan anda meniru Nabi SAW, ketahuilah bahwa beliau memakainya karena tuntutan keadaan. Kalau saja bukan karena tuntutan, tentu beliau tidak mengenakannya, cobalah perhatikan hadits berikut:

Sahabat Anas RA mengatakan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَادَ أَنْ يَكْتُبَ إِلَى كِسْرَى، وَقَيْصَرَ، وَالنَّجَاشِيِّ، فَقِيلَ: إِنَّهُمْ لَا يَقْبَلُونَ كِتَابًا إِلَّا بِخَاتَمٍ، «فَصَاغَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمًا حَلْقَتُهُ فِضَّةً، وَنَقَشَ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ»

“Ketika Nabi SAW ingin menulis surat kepada kisra (raja persia), qaishar (raja romawi), dan raja Najasyi, beliau diberi kabar bahwa mereka tidaklah menerima surat kecuali dengan stempel.

Maka Rasulullah SAW pun membuat Cinsin yang lingkarannya terbuat dari perak, dan diukirlah padanya tulisan ‘Muhammadur Rasulullah‘.” (HR. Muslim: 2092)

Jika tujuan Anda karena senang memakai cincin, maka silahkan memakainya, tapi janganlah mendakwakan bahwa itu sunnah Nabi SAW, karena beliau memakainya bukan karena kesenangan, tapi karena tuntutan dan kebutuhan.

Pegang teguhlah perkataan Imam Syafi’i –rahimahullah-: “Aku beriman kepada Rasulullah, dan apapun yang datang dari Rasulullah, sesuai yang diinginkan oleh Rasulullah SAW“. (Lum’atul I’tiqod, hal:7).

Jika tujuan Anda ingin menggunakannya untuk “keberuntungan”, atau “penglaris”, atau “pesugihan”, atau “pelet”, maka ini tidak hanya bukan sunnah Nabi, tapi sudah masuk dalam ranah kesyirikan, karena ini sama dengan menggunakan jimat, padahal Baginda Nabi SAW telah bersabda:

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

 “Barangsiapa menggantungkan tamimah (jimat), maka dia telah jatuh dalam kesyirikan(HR. Ahmad: 17422, shahih)

Jika Anda menggunakannya karena ikut-ikutan tren, maka ini tidak sepantasnya dilakukan, karena perangai ikut-ikutan itu menunjukkan tidak adanya prinsip/ pegangan hidup. Abdullah bin Mas’ud RA pernah mengatakan:

Janganlah kalian sekali-kali jadi orang yang ikut-ikutan… yaitu orang yang mengatakan: aku (akan) bersama manusia, jika mereka mendapatkan petunjuk; aku pun mendapatkan petunjuk, dan jika mereka tersesat; aku pun akan tersesat“. (Hilyatul Aulia 1/136).

Jika anda menggunakannya, tanpa alasan apapun, maka hati-hatilah, mungkin saja anda sedang tidak sadar atau lagi kena guna-guna penjual akik.(Muslim.Or.Id) APR

02

2015

by : sasfm . Posted in : Artikel SAS FM/ http://sasfmsurabaya.net/islam/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.358 kali, 1 untuk hari ini)