LRT Palembang diresmikan Presiden Joko Widodo pada pertengahan Juli 2018 lalu./foto sindo


Tingginya biaya operasional Light Rail Transit (LRT) per bulan yang mencapai Rp10 miliar tidak sebanding dengan pendapatannya yang hanya Rp1,1 miliar perbulan.

Hal inilah yang menyebabkan hingga saat ini, LRT masih mendapat subsidi dari pemerintah pusat berkisar Rp150 miliar per tahun./ Tribunnews.com Kamis, 31 Januari 2019 20:17 WIB

***

Foto dok/ist

LRT Palembang Yang Diresmikan Jokowi Sekarang Sepi, PT KAI: No Comment

PALEMBANG – Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Palembang yang merupakan moda transportasi massal modern pertama di Indonesia saat ini sepi penumpang.

Untuk mengetahui penyebab sepinya peminat pengguna LRT, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) III Palembang sebagai pelaksana operasional saat dihubungi tidak ingin memberikan banyak peryataan.

Manager Humas PT KAI Divre III, Aida Suryanti saat dihubungi via Whatsaap hanya membalas singkat saat ditanya soal sepinya pengguna LRT Palembang. “No Comment,” tulis singkat Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti.

Sumber: Sindonews.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.838 kali, 1 untuk hari ini)