Islam terus menjadi sasaran kebencian kaum Islamophobi. Mereka tak lelah memprovokasi umat. Kini, mereka merasa punya strategi baru untuk menyerang umat ini lewat dunia maya. Cara ini boleh jadi cukup efektif dan efisien. Efektif karena dengan cara ini penyebaran bisa tanpa batas. Dan efisien, karena blog tersebut banyak dibuat di penyedia jasa blog gratisan, semisal wordpress, multiply dan lain-lain.

Memasuki 2010, situs “sampah” itu makin bertebaran. Tren-nya, blog-blog yang ditampilkan, menggunakan nama situs beridentitas Islam. Sebut saja seperti beritamuslim.wordpress.com, yang pada headbanner-nya tertulis Berita Muslim Shahih. Kemudian situs linapenulis.com dengan picture profile muslimah berjilbab. Ketika bloger Muslim terpanggil untuk mengcounter, yang terjadi justru, situsnya di-hack. Itu dialami www.nahimunkar.com milik Ustadz Hartono Ahmad Jaiz. “Sepertinya ada yang tidak senang, dengan tulisan terakhir saya yang berjudul ‘NU Tersihir Pluralisme Multikulturalisme Gus Dur’. Enam hari kemudian, nahi munkar baru bisa dibuka kembali,” kata Ustadz Hartono.

Hal yang sama juga dialami  Agus Sudarmaji, pengelola situs www.aqsoworkinggroup.com. “Waktu itu, sama sekali tidak bisa mengakses, yang muncul malah gambar tengkorak dengan jari tengah mengacung bertuliskan “fuck you all”. Kami di-hack sebanyak dua kali. Menurut seorang rekannya di Bandung, web ini terkena deface. Sang hacker rupanya cukup handal, karena satu memakai proxy cina, dan tiga orang lainnya menggunakan proxy Israel. Mereka memang beberapa kali berganti proxy.”

Seperti apa para hacker menyerang website AWG? “Mereka membombardir dengan berbagai e-mail, dan kami menemukan pernyataan-pernyataan penuh hujatan. Saya yakin, salah satu dari tim mereka merekrut orang Indonesia untuk menjadi kaki tangannya. Kaki tangan itu ditugaskan untuk memata-matai gerakan Islam di Indonesia”, lanjut Agus.

Hingga saat ini, belum ada efek jera yang ditimbulkan oleh para pembuat blog yang bersinggungan dengan SARA, seperti menghina Islam. Padahal, UU ITE pasal 28 ayat 1 dan 2 Bab VII tentang hal-hal yang berbau SARA dapat menjerat pelaku dengan denda Rp 1 Milyr dan enam tahun kurungan penjara. Sayang, UU itu hanya  bisa menjerat kecil seperti yang pernah dialami Prita Mulyasari.

Indonesia kalau mau bisa mencontoh Cina sebagai negara dengan sistem sensor internet paling ketat di dunia. Bayangkan, dengan jumlah pengguna internet sebanyak 360 juta orang, Cina telah menjelma menjadi populasi online terbesar di dunia. Kalangan elit partai komunis yang tengah berkuasa saat ini khawatir, internet akan memberikan dampak yang berbahaya.

Cina saat ini memang tengah membatasi konten yang dianggap tidak sehat, terutama konten porno dan kekerasan. Kebijakan ini sering dikenal dengan sebutan “Great Firewall of China”. Di tahun 2010, Cina berjanji akan lebih agresif dalam memerangi berbagai konten porno. Pada bulan Desember lalu, pemerintah Cina menawarkan hadiah sampai 10.000 yuan (sekitar Rp 14 Juta) kepada pengguna internet yang melaporkan situs-situs pornografi. Sepanjang 2009, kepolisian Cina telah menangkap 5.394 tersangka pelaku penyebar dan pengelola konten porno, dan 9.000 situs terkait telah ditutup. Bagaimana dengan pemerintah Indonesia?

Beberapa komunitas anak muda seperti The Roots of Madinah dan Grup Purgatory Mogers yang selama ini mencermati blog-blog anti Islam mengingatkan, ”Seharusnya umat Islam jangan pernah penasaran, terpancing untuk membuka situs atau blog, atau forum yang menghina atau menghujat Islam. kalau ada teman yang memberi kita link URL yang menghina Islam, jangan pernah dibuka. Beritahu teman kita, bahwa link URL itu adalah propaganda putar-balik. Muslim yang gampang terpancing emosinya akan menjadi mangsa empuk bagi musuh Islam.”

Sebuah website memperoleh keuntungan dari sponsor yang memasang iklan pada halaman-halamannya. Sponsor akan membayarnya sesuai dengan banyaknya jumlah “Klik” yang mengakses website itu, bukan terhitung dari jumlah orang, tapi jumlah akses yang masuk. Jadi kalau satu orang mengakses website itu 5 kali, maka akan terhitung lima, bukan satu.

Ironisnya, orang-orang yang paling banyak mengakses website propaganda ini adalah Muslim yang terpancing emosi dengan memberikan banyak komentar membela Islam di dalamnya (bahkan dengan kata-katak kotor), tanpa mengetahui adanya maksud tersembunyi.

Bukan hanya itu, banyaknya jumlah akses akan menarik posisi link URL itu ke urutan-urutan awal pada searcher (yahoo search, google search, searchalot, dll). Semakin banyak yang mengakses website propaganda ini, justru akan memperpanjang umur website. Perlu diketahui, sebuah website tidak akan bisa dibunuh secara langsung. Cara yang paling mudah untuk membunuh satu website adalah dengan tidak pernah mengaksesnya sama sekali. Website akan otomatis membeku, bangkrut dan mati sendiri apabila tidak ada yang mengakses.

Sejak beberapa bulan lalu, Purgatory sudah mengetahui keberadaan group yang menghina Islam. Awal group itu masih beranggota puluhan orang, sudah ada ratusan Muslim melaporkan group itu. Tapi sampai dengan member 3000-an account saat ini, group itu masih ada. “Kalau memang Mark Zuckerberg cs (Facebook Inc) ada i’tikad toleransi untuk menghapus group itu, mereka sudah bisa melakukannya sejak jumlah membernya masih sedikit,” tulis Purgatory dalam sebuah dinding FB.

Ini permainan propaganda. FB tidak akan menghapus group itu hanya karena faktor emosional. Itu sudah aturan mereka. Semakin banyak yang meneriakkan group itu, maka group itu akan semakin populer. Semakin banyak yang mengakses sama dengan keuntungan besar bagi facebook. Itu baru satu group, sedangkan group yang menghina atau menghujat Islam di FB berjumlah ratusan.

Facebook hanya akan menghapus account, atau group, atau fan-page apabila pemerintah mereka (USA) yang memintanya,, atau apabila sudah menjadi ancaman kepada mereka. Seperti pada kasus Del Piero-Neo Nazi, dimana seseorang yang mengaku Alessandro Del Piero mencantumkan website Neo Nazi di profile-nya. Del Piero menuntut balik ke facebook karena lemahnya security. Del Piero yang asli tidak pernah menggunakan facebook. “Jadi lupakan grup-grup penghina Islam itu. Lawan dengan kejeniusan berfikir, bukan dengan emosi semata! Jadilah  orang cerdas. Sikap umat Islam terhadap facebook, dan jejaring sosial lainnya, ambil saja yang bermanfaat,” tulis Purgatory.

Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab menegaskan, kita harus mendorong bloger-bloger Muslim untuk bisa melawannya. Ini jihad di alam maya. Kalau kita tidak punya kemampuan, bisanya cuma ngedumel saja. Pemuda dan ahli-ahli IT kita banyak. Tolong tunjukkan perhatian dan tanggung jawab kalian agar meng-hack blog dan situs anti Islam. Kalau mereka serang, kita juga serang.

Mari sahabat saatnya kita berkontribusi untuk Islam sekecil apapun. Jangan pernah beranggapan apa yang sudah diberikan Islam kepada kita tapi apa yang sudah kita berikan untuk kejayaan Islam. Kita bisa merasakan keindahan, kenyamanan serta ketentraman dalam menjalani hidup hari ini, karena adanya Islam. Jadi, jangan menyia-nyiakan kesempatan dan anugerah yang luar biasa ini.

Semangat berkontribusi!!!

(Ahmad Saepudin/groups.google.com)

(Dibaca 1.298 kali, 1 untuk hari ini)