Inilah beritanya.

***

BEM se Jakarta Raya, Tolak Kedatangan Bill Clinton

TOLAK INTERVENSI ASING – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM se Jakarta Raya mendesak pemerintah untuk menolak kunjungan mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton ke Indonesia, Senin (14/7). Dalam unjuk rasa tersebut mahasiswa juga mendesak KPU untuk menjaga integritasnya, dalam proses penetapan hasil real count Pilpres 2014./harianterbit.com

***

 

Mahasiswa Aceh Demonstrasi Tolak Kedatangan Clinton

BANDA ACEH– Puluhan mahasiswa berdemonstrasi menolak kedatangan mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton, di Bundaran Simpang Bandara Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar, Sabtu (19/7/2014).

Koordinator aksi M Reza Fahlevi, mengatakan, aksi yang mereka gelar untuk menolak kedatangan Bill Clinton ke Aceh. Sebab, mantan Presiden AS tersebut bersekutu dengan Israel.

“Bill Clinton ke Aceh dalam rangka misi kemanusiaan. Kalau misi kemanusiaan, seharusnya dia ke Palestina melihat kekejaman Israel, bukan ke Aceh,” kata Reza, sebagaimana dikutip dari Antara.

Dikaitkan denga Pilpres, kedatangan Clinton kali ini hanya beberapa hari menjelang penetapan rekapitulasi resmi suara Pemilu Presiden 2014.

Pada Pemilu 1999, bekas presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, juga hadir memonitor dengan bendera Carter Centre, yang dia pimpin.

“Kami tegaskan kami menolak kedatangan Bill Clinton ke Aceh. Kalau pemerintah Provinsi Aceh menerima kedatangannya, berarti pemerintah Provinsi Aceh munafik,” kataFahlevi.

Namun polisi bersikap represif atas aksi damai mahasiswa ini. Aksi tersebut dibubarkan polisi dengan paksa, alasannya mahasiswa tidak mengantongi izin.

Pembubaran massa tersebut menimbulkan bentrok antara polisi dan 30-an mahasiswa. Sempat terjadi tarik menarik antara mahasiswa dengan sejumlah polisi.

Bill Clinton berkunjung ke Aceh dalam rangka misi kemanusiaan pasca tsunami. Dalam kunjungannya ke Aceh, Clinton mengunjungi sejumlah kawasan yang pernah diterjang tsunami 26 Desember 2004, termasuk menziarahi kuburan massal korban tsunami. (azm/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Ahad, 22 Ramadhan 1435 H / 20 Juli 2014 00:11

 ***

Rabu, 16 Juli 2014 , 21:55:00

Kunjungan Clinton ke Indonesia Dicurigai Intervensi Pilpres

JAKARTA – Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada tanggal 16-23 Juli 2014. Kunjungan bekas orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu mendapat penolakan dari aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Ketua KAMMI DKI Jakarta Abi Subhan Rahmat mempertanyakan lawatan Clinton ke Indonesia yang bertepatan dengan momentum pemilu presiden (pilpres) 2014. Ia curiga kunjungan Clinton untuk mengintervensi situasi politik di Tanah Air.

“Pengumuman KPU kan sebentar lagi, dia terindikasi dekat dengan pengusaha James Riyadi yang diduga mendukung salah satu calon presiden Indonesia 2014,” kata Abi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/7).

Abi menolak percaya bahwa kunjungan Clinton semata-mata terkait kegiatan yayasannya yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Pasalnya, suami mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton itu masih memiliki pengaruh di negaranya.

Apalagi, sambung Abi, Clinton merupakan orang yang mendukung berdirinya negara Israel.

“Itu yang kita tidak suka. Pasti ada kepentingan, apalagi banyak perusahaan Amerika di Indonesia,” tandasnya. (dil/jpnn)

***

ISRAEL SERANG GAZA
Ratusan Anggota Ormas Islam Solo Kutuk Israel dan Tolak Clinton

Ratusan anggota ormas Islam di Solo yang tergabung dalam El Musa menggelar aksi di Jl Slamet Riyadi, Solo, Minggu (13/7/2014) pagi. Mereka mengutuk serangan Israel ke Gaza dan menolak kedatangan Bill Clinton ke Indonesia. (Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos)

Ratusan anggota ormas Islam di Solo yang tergabung dalam El Musa menggelar aksi di Jl Slamet Riyadi, Solo, Minggu (13/7/2014) pagi. Mereka mengutuk serangan Israel ke Gaza dan menolak kedatangan Bill Clinton ke Indonesia. (Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Ratusan warga Solo melakukan aksi long march di Jl. Slamet Riyadi, Minggu (13/7/2014l) pagi, sebagai tanda solidaritas umat Islam di Solo untuk korban serangan bom Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Massa yang dikoordinasi oleh Elemen Muslim Surakarta (Elmusa) berjalan kaki sepanjang Jl. Slamet Riyadi dari depan Plaza Sriwedari hingga Bundaran Gladak. Aksi kemudian berlanjut dengan orasi oleh beberapa tokoh masyarakat dan pengumpulan sumbangan untuk dana solidaritas Palestina.

Polisi memperkirakan ada sekitar 700 orang yang ikut berunjuk rasa meski pihak penyelenggara mengklaim peserta aksi mencapai 5.000 orang. Aksi dukungan terhadap Palestina tersebut dimulai pada sekitar pukul 09.00 WIB. Selama long march, petugas polisi mengalihkan kendaraan bermotor ke sisi kiri jalan untuk memberikan ruang bagi pengunjuk rasa.

Kabakom Polresta Surakarta, Kompol Arief Joko, memperkirakan aksi akan berakhir sebelum tengah hari dan berjalan tertib tanpa gangguan berarti pada aktivitas masyarakat. Koordinator aksi dari Elmusa, Muhammad Kalono, menjelaskan aksi tersebut adalah reaksi dari serangan udara tentara Israel di Jalur Gaza.

“Pembantaian yang luar biasa dengan persenjataan perang yang luar biasa, kami masyarakat Islam di Surakarta mengutuk atas kebiadaban tersebut,” katanya, Minggu (13/7/2014).

Muhammad Kalono mengatakan Elmusa dan kelompok lain yang ikut berunjuk rasa akan melanjutkan aksi hari ini juga mengumpulkan dana dan hendak mengirim sukarelawan ke Jalur Gaza. Pemboman tentara Israel di Jalur Gaza adalah bagian dari Operasi Protective Edge tentara Israel yang diluncurkan mulai Selasa (8/7/2014).

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan HAM memperkirakan operasi itu telah menewaskan 148 penduduk Palestina dan menimbulkan ribuan korban luka. Selain itu, Kalono mengatakan para demonstran juga menyatakan penolakan atas rencana kunjungan mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton ke Indonesia.

Clinton dikabarkan akan berada di Indonesia dalam rangkaian kunjungan program Clinton Global Iniative ke beberapa negara di Asia dan Pasifik. ”Dalam pemerintahan, Bill Clinton dia telah beberapa kali membiarkan pembantaian di Palestina dan terus membela Israel melalui berbagai veto di PBB,” kata Muhamad Kalono./ .solopos.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 776 kali, 1 untuk hari ini)