Diduga Lecehkan Agama, Anggota DPR RI Deddy Sitorus Didemo


Aliansi Masyarakat Cinta Damai Kalimantan Utara melakukan aksi demonstrasi menuntut permintaan maaf anggota DPR RI, DS

 

NUNUKAN – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Utara (Kaltara) berinisial DS (Deddy Sitorus) didemo warga.

DS diduga melakukan pelecehan agama melalui postingannya di Facebook.

“Menurut Anda siapakah yang lebih beradab? Keturunan Ku (Rasulullah) adalah orang-orang beriman yang tidak jauh dari sikap dan perbuatan Ku. Yang suka menabur kejelekan itu turunan Nabi Palsu (Musailamah alkazab),” tulis DS di akun Facebook miliknya.

Pada postingan lainnya yang dibuat pada Desember 2020, DS mengkritik orang-orang yang tidak terima tarian nusantara.

“Sungguh tarian menarik. Herannya kenapa sebagian dari kaum mereka ini suka menista kebudayaan di nusantara ini ya? Kebudayaan itu adalah jati diri yang harus dijaga, apapun asal susulnya,” katanya.

Gara-gara postingan itu, Aliansi Masyarakat Cinta Damai Kalimantan Utara melakukan aksi demonstrasi di Alun-alun Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa sore (4/5) pukul 16:00 Wita.

Aliansi Masyarakat Cinta Damai menilai status Facebook DS mengarah pada ujaran kebencian.

Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Cinta Damai Tarakan, Kalimantan Utara, Dedy Rahman mengatakan, tidak ada tendensi apapun terkait demo tersebut. Mereka murni menyampaikan aspirasi dan minta klarifikasi dari DS.

“Tidak ada tendensi apapun, ini murni menyampaikan aspirasi dan meminta klarifikasi terkait postingannya di Facebook yang mengarah pada ujaran kebencian,” ungkapnya.

Lanjutnya, aksi damai ini tidak hanya di Kabupaten Nunukan, tapi sudah dilaksanakan di Kota Tarakan dan Bulungan, wilayah Kalimantan Utara.

Menurutnya, ada salah satu postingan DS yang dianggap bisa menjadi pemicu perpecahan dan merusak kondusifitas masyarakat Kalimantan Utara.

Tuntut DS Minta Maaf

Adapun tuntutan dari Aliansi Masyarakat Cinta Damai Kalimantan Utara Nunukan kepada DS yakni:

1. Meminta pertanggungjawaban statment DS di media sosial.

2. Meminta klarifikasi pernyataan DS yang telah menyinggung perasaan umat Islam dan ulama di Kalimantan Utara.

3. Meminta DS menyampaikan permohonan maaf kepada umat muslim dan ulama yang ada di Kalimantan Utara.

4. Meminta Kapolda Kaltara untuk memeriksa DS. (alo/pojoksatu)

POJOKSATU.id, Selasa, 4 Mei 2021 | 21:03 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 422 kali, 1 untuk hari ini)