Ada peristiwa meninggalnya seorang jamaah masjid di Ponorogo setelah bertengkar.  Ternyata beritanya dibuat sedemikian rupa oleh media yang sukanya memojokkan kaum Muslimin yang dituduhnya wahabi. Sehingga betapa jauhnya antara berita yang dimuat di media biasa dengan media yang bermuatan provokasi adu domba.

Kasus itu ramai di media sosial, di antaranya disoroti sebagai berikut.

***

Silakan bandingkan..

Media syiah itu spt biasa memanipulasi berita dg cap bombastis sbg pembela ini dan itu dan mengatakan sbg imam padahal bukan imam… Dan tdk ada hubungan dg hal sholat….

Ini beritanya

http://inforeyog.blogspot.co.id/…/usai-bertengkar-dengan-wa…

Dg berita yg dinukil dari media syiah oleh link ini
http://www.kindo.hk/blog/?e=2175

(Kemudian ditampilkan kedustaan media yang diduga syiah itu dalam link ini:)

‪#‎cerdas_jangan_mau_diadu_oleh_syiah

***

Berita di media biasa sebagai berikut:

Usai Bertengkar Dengan Wawan di Serambi Masjid, Meseman Meninggal

ilustrasi meningga

PONOROGO (INFOREYOG) – Telah terjadi keributan antara Meseman (60) dan Wawan (38) di Masjid Ibrahim dukuh Kulon Desa Karanglo kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo, Senin (30/11/2015) pagi 03.30 WIB.

Pertengkaran adu mulut itu sempat dilerai dan keduanya disuruh keluar dari masjid oleh Hariono selaku Imam masjid Ibrahim. Karena pertengkaran kedua orang tersebut tidak bisa diiselesaikan, Hariono akhirnya meninggalkan mereka berduan untuk memberi tahu keluarga Mesenan yang berada di seberang jalan.

Tak lama kemudian Hariono kembali ke halaman masjid bersama Fanani (putra Meseman). Mereka bersama-sama berusaha melerai Mesenan dan Wawan yang kelihatan masih bertengkar. Fanani pun menarik Wawan untuk segera menjauh dari bapaknya. Mereka pun menjauh.

Saat mereka sudah jauh, tiba-tiba saja Mesenan terjatuh sendiri dan sempat pingsan di lokasi. Fanani dan Hariono langsung menolong Mesenan dan membawanya pulang kerumah. Mereha juga langsung memanggil tenaga kesehatan desa setempat untuk memeriksa kondisi Meseman.

Setelah diperiksa, ternyata Mesenan sudah meninggal dunia. Mendapat laporan atas kejadian tersebut Ka SPK, Tim Inafis, Piket Fungsi dan Tim medis Dokkes Polres Ponorogo mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan luar terhadap korban Mesenan. Dari hasil pemeriksaan, sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Selanjutnya, untuk kepentingan penyidikan dan untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban, petugas langsung membawanya ke RSUD Ponorogo utk dilakukan bedah Mayat oleh Tim Medis.

Dugaan semetara, korban Mesenan menderita penyakit jantung yang menyebabkan penyakitnya kambuh saat dia bertengkar dengan Wawan. Sedangkan dugaan sementara motif dari pertengkaran antara Wawan dan Mesenan yang menyebabkan dia meninggal adalah masalah pribadi. Tim gabungan penyidik, Satreskrim Polres Ponorogo dan Polsek Sukorejo masih mendalami kasus tersebut. (warox/res)

 Posted by Info Reyog on Monday, November 30, 2015

http://inforeyog.blogspot.co.id/2015/11/usai-bertengkar-dengan-wawan-di-serambi.html?m=1

***

Lain lagi berita yang muatannya adu domba. Ini ujudnya:

Kader Partai Bertengkar dengan Imam Sholat, Berujung Maut

Misman, Pahlawan Pejuang Aswaja yang Membela Tradisi Ahlussunnah wal Jamaah Hingga Akhir Hayat

Saturday 05 December 2015 at 9:36 pm.

pahlawan pejuang

***

Kader-kader muda Nahdlatul Ulama (NU), yang terdiri dari GP Ansor, IPNU-IPPNU, dan PMII Cabang Ponorogo menggelar aksi demo damai atas tindakan radikalisme agama yang mengakibatkan meninggalnya pejuang tradisi ahlussunnah wal jamaah Mbah Misman, seorang Imam Masjid Ibrahim Karanglor, Sukorejo, Ponorogo.

Kejadian yang terjadi pada pada Senin (30/11/2015) itu bermula saat Imam masjid yang baru saja selesai menjadi imam sholat Shubuh didatangi oleh Wawan. Saat itu Wawan memberikan teguran kepada Sang Imam karena merasa tidak cocok dengan cara Imam masjid mengimami sholat subuh. Keduanya kemudian terlibat dalam pertengkaran adu mulut hingga berujung maut.

gerakan mudamu

***

Demi mempertahankan ajaran aswaja, Mbah Misman yang cekcok dengan Wawan akhirnya pingsan dan meninggal dunia. Diketahui Wawan ternyata kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dikenal menganut fahaman Wahabi.

Kelompok menganut fahaman Wahabi memang dikenal sebagai kelompok Islam radikal yang terbiasa membuat ulah dan gigih berusaha membelokan tradisi aswaja NU di masjid-masjid dan musholla yang dikelola warga NU secara turun-temurun. Cukuplah sudah sampai di sini, aksi radikalisme yang suka mengkafirkan, membidahkan, dan menuduh sesat muslim yang lain, dan tidak merebut masjid lagi

Atas kejadian ini, aksi demo damai digelar dimulai dari kantor PCNU Ponorogo, perempatan Tambakbayan, di depan rumah yang diduga milik pelaku, dan sholat ghoib bagi korban di Masjid Ibrahim Desa Karang Lor Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo dan dilanjutkan tabur bunga di makam Mbah Misman sang pejuang NU sejati ini. Kader NU berdemo tanpa anarkis hanya berharap pelaku diadili seadil-adilnya.

kuburan
***

Pertengkaran pertama kali diketahui oleh Haryono, warga setempat sekitar pukul 03.30 subuh. Karena panik, Haryono memanggil Fanani, anak korban untuk melaporkan apa yang terjadi di dalam masjid tersebut.

Adu mulut antar Maseman (Misman) dan Wawan terus berlanjut hingga Fanani menarik ayahnya untuk keluar manuju halaman masjid. Dalam pertengkaran itu, Haryono sempat melerai keduanya. Namun sebelum keduanya damai, Maseman tiba-tiba rubuh dan pingsan hingga ditemukan dalam kondisi kritis. Warga memanggilkan petugas kesehatan setempat tapi nyawanya tak tertolong. Maseman meninggal. Pemuda Anshor Ponorogo telah melaporkan kejadian ini kepada polisi untuk ditindaklanjuti.

plisi

***

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hasran, pihaknya masih akan mendalami kasus ini.

“Untuk penganiayaan masih kita dalami, karena hasil pemeriksaan luar tidak ada tanda-tanda kekerasan dan saksi sangat minim” kata AKP Hasran.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Jenazah korban kemudian dibawa ke RSU DR. Harjono Ponorogo.

Kader Partai Ini Jadi Pemicu Cekcok Berbuntut Maut

Lingkungan Masjid Al-Ibrohim rata-rata jama’ahnya adalah warga Nahdlatul Ulama’ (NU). Hidup saling menghormati sudah berlangsung lama. Namun, Wawan, beberapa tahun terakhir sering menyampaikan ajaran agama yang ditolak oleh warga setempat. Bahkan, penyampaian Wawan sering jadi akar permusuhan antar warga. Ini yang memicu pertengkaran.

Menurut Syakur, pemuda Anshor Jatim, Wawan sering menuduh ajaran agama warga dengan label yang memicu permusuhan. (Amalan Bid’ah dan Takfiri-Red)

Diketahui, Wawan ternyata adalah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dikenal berpaham Wahabi, yaitu paham di luar ahlussunnah wal jamaah yang mengikuti aliran pemahaman Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Najed, walau para elitnya tidak mengakui. Paham aliran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Najed ini juga diikuti oleh kelompok-kelompok yang dikenal ekstrem seperti ISIS, Boko Haram, Taliban, FSA, JAT, MMI, dan sebagainya. (**)

Sumber:Muslimedianews

http://www.kindo.hk/blog/?e=2175

***

Keruan saja dikomentari di media sosial di antaranya ini:

Media Syiah Membuat Berita Dusta Lagi Dg Kebohongan Dan Bombastis Berlabel Imam Pembela Tradisi Aswaja Melawan PKS Sbg Wahabi Radikal.. Padahal Dusta….

Kok Ya Sholat Subuh Pkl.03.30…. Berita Yg Masuk Akallah..

Kesimpulannya, silakan bandingkan..

Media syiah itu spt biasa memanipulasi berita dg cap bombastis sbg pembela ini dan itu dan mengatakan sbg imam padahal bukan imam… Dan tdk ada hubungan dg hal sholat….

https://www.facebook.com/hashtag/cerdas_jangan_mau_diadu_oleh_syiah?source=feed_text

***

Para pembaca juga perlu waspada, karena media syiah tidak malu-malu berdusta, sebagaimana yang telah dikomentari dengan jelas di link ini: https://www.nahimunkar.org/daftar-kebohongan-situs-syiah-arrahmahnews-com/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.446 kali, 1 untuk hari ini)