Koordinator Bela Islam (Korlabi) melaporkan Guntur Romli atas dugaan penistaan agama. (Foto: Dokumen Korlabi)


JAKARTA (Arrahmah.com) – Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli dilaporkan ke Bareskrim Polri. Guntur Romli dilaporkan atas dugaan menistakan agama terkait status Facebook yang ditulisnya.

Laporan dibuat Koordinator Bela Islam (Korlabi) di Bareskrim Polri. Dari foto laporan polisi yang diperlihatkan kepada detikcom, tertulis nama pelapor ialah Benny Haris Nainggolan.

“Ini barang bukti posting-an dia di FB dengan akun Mohamad Guntur Romli. Itu (ditulis) agamanya monaslimin, salatnya setahun sekali,” kata Kadiv Hukum Persaudaraan Alumni 212 Damai Hari Lubis lewat pesan singkat, Kamis (13/12/2018), seperti dilansir detikcom.

Damai ikut mendampingi Benny saat membuat laporan ini. Mereka melapor sore hari ini. Korlabi menyerahkan barang bukti berupa cetakan screenshotstatus FB Guntur Romli ke polisi.

Laporan diterima dengan nomor STTL/1305/XII/2018/BARESKRIM. Guntur Romli dilaporkan atas dugaan tindak pidana penistaan agama dengan Pasal 156 KUHP juncto Pasal 156 Huruf (a) KUHP juncto Pasal 28 ayat (2) UU ITE.

Sementara itu saat dihubungi, Guntur Romli mengelak dan mengklaim status yang dibuatnya itu hanya atas dasar desas-desus. Status itu tidak ditujukan kepada pihak tertentu.

“Itu kan saya tulis di status saya, ‘jemaah monaslimin’. Desas-desus. Karena saya cuma menganggap itu dengar-dengar, ya kan belum tentu bener. Saya nggak tahu ya, apakah ada orang yang merasa atau tidak. Lalu ada orang yang melaporkan,” klaim Guntur Romli membela perbuatannya.

“Apakah mereka itu merasa sebagai jemaah monaslimin, yang ibadahnya satu kali dalam setahun, kemudian yang tuhannya subenahu watuulo? Terus nabinya itu hulaihi? Apakah mereka merasa sebagai jemaah monaslimin?” lanjutnya mengklaim tanpa merasa tulisannya telah melecehkan.  (haninmazaya/arrahmah.com) – Oleh Hanin Mazaya Pada 14/12/2018 07:25

***

Hina Umat Islam, Wasekjen MUI Minta Kapolri Proses Guntur Romli

Eramuslim – Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain meminta Kapolri memproses Mohamad Guntur Romli terkait statusnya di Facebook yang dinilai melecehkan jutaan umat Islam alumni 212.

“Bapak Kapolri Yth. Rasanya Bapak tidak perlu diajari bahwa menghina 11 juta kaum muslimin, Habaib dan Ulama sebagai manusia yang kesurupan, bertuhan dan bernabi baru, jamaah monaslimin adalah melanggar KUHP Pasal 156 dan 156a. Itu delik umum mustahil Bapak tidak tahu arti delik umum,” kata Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter pribadinya, @ustadtengkuzul, Senin (10/12/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, Guntur Romli menyebut jamaah monaslimin ibadahnya setahun sekali di Monas.

“Jamaah Monaslimin, Nabinya Hulaihi, Tuhannya Subenahu Watuulo, ibadahnya setahun sekali di Monas ?,” tulis Guntur Romli melalui akun Facebook pribadinya, Jumat (7/12/2018) lalu.

Banyak netizen muslim marah dengan pernyataan itu karena merasa Guntur Romli sedang melecehkan alumni 212.

“Cuma setan yang tidak suka ketika umat Muslim bersatu….,” kata Nasruddin Tambunan, Senin (10/12/2018).

“Hati mas Muhammad Guntur Romli, anda menghina para ulama dan 11 juta kaum Muslimin. Hidup anda akan susah, anda akan diadzab Alloh di dunia dan akherat kalau tidak segera bertaubat. Ambil pelajaran dari orang2 yang telah menghina para ulama,” kata Kholil Abu Ausath.

“Demi ALLAH saya ndak terima umat muslim dihujat seperti ini. Walaupun kamu menangis minta maaf, sungguh umat muslim ndak akan memaafkan. Semoga kamu mengerti dg kaffah agamamu,” kata Fatkhul Alfaraby.

“Syetan dan iblis pasti tidak menyukai reuni 212 ….karena di dalamnya ada umat islam yg bersatu ada ukhuwah ada silaturahmi ada doa bersama ada saling berbagi dan ada pembuktian kalo islam itu bukan teroris tidak radikal tidak anti pancasila tidak anti NKRI dan tidak intoleran….jadi bisa di pastikan syetan dan iblis tidak suka akan hal itu ….itu pasti….,” kata El Nur Lanjar. (tby)/ eramuslim.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.034 kali, 1 untuk hari ini)