Difitnah Gelapkan Donasi Palestina, UAH Siap Lapor ke Bareskrim

Silakan simak ini.

***

Difitnah Gelapkan Donasi Palestina, UAH Lapor Bareskrim

 

JAKARTA – Ustadz Adi Hidayat (UAH) siap melaporkan pihak yang membuat fitnah kepadanya terkait aksi penggalangan dana untuk Palestina. UAH belum lama ini, mampu menghimpun dana sebesar Rp 30,88 miliar dari masyarakat.

 

Sebesar Rp 14,3 Miliar diserahkan langsung ke Dubes Palestina di Indonesia Zuhair Al-Shun yang diserahkan di MUI, sebesar Rp 10,2 Miliar untuk bantuan warga Gaza melalui International Networking for Humanitarian (INH), dan sisanya Rp 5 Miliar lebih untuk Pendidikan SDM Palestina bekerjasana dengan kampus-kmapus di Indonesia.

 

Ternyata, niat baik alumnus Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, itu ditanggapi buruk oleh beberapa pihak. Pemilik akun Twitter @eko_kuntadhi membuat narasi tidak semua sumbangan yang diterima UAH disalurkan ke Palestina.

 

Eko di akun medsosnya, selama ini dikenal sebagai pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Eko juga kerap mengkritik Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan.

 

Fitnah juga dilemparkan dua akun di Youtube, bernama Suara Istana dan Suara Inspirasi. Video tersebut akhirnya dihapus oleh sang pemilik channel. Namun, tangkapan layar dan video yang berisi foto kolase dan narasi yang menuduh UAH mengambil uang dari bantuan untuk Palestina, masih beredar. Di akun Youtube itu, ada foto kolase UAH digabungkan untuk duduk di kursi mobil tahanan dikawal polisi.

 

Judul dua video itu, yaitu “Keterlaluan, dana 30 m digelapkan, polisi amankan Ust Adi Hidayat” dan “Akal-akalan Ust kadrun, Somad seret Adi Hidayata, tipu donasi Palestina akhirnya terungkap”.

 

Lewat akun channel pribadinya di Youtube, UAH menegaskan, tidak mengambil satu sen pun uang hasil donasi untuk Palestina. Dia pun siap membawa persoalan itu ke ranah hukum, karena sudah mengumpulkan semua buktinya.

 

“Ada sebagian yang kami tempuh langkah hukum. Saya sudah katakan, jangan pernah ganggu singa yang sedang berzikir. Karena kalau sudah mengaum itu sulit dihentikan. Jadi ada beberapa bagian yang kami sudah skemakan saya siapkan supaya menjadi pelajaran yang baik,” kata UAH.

 

Dia pun mengaku, sudah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk melaporkan akun yang membuat konten dan komentar berisi fitnah. Meski ada yang sudah dihapus, timnya sudah mengamankan bukti tersebut.

 

“Tolong jangan siapkan banyak meterai, karena saya punya banyak meterai pada orang-orang yang fitnah. Saya tempuh langkah hukum dan sudah koordinasi dengan pengacara juga lainnya. Kalau pun Anda hapus, saya dapat laporan dihapus, kami ini tim riset jadi tak sembarangan kalau ada coba-coba berbuat sesuatu, sudah kami donwload duluan dan kami screenshot,” kata UAH.

 

(Sumber: Republika)

[PORTAL-ISLAM.ID] 30 Mei 2021 BERITA NASIONAL

***

Dukung Proses Hukum Eko Kuntadhi!


Oleh: M Rizal Fadillah

 

Seperti terkejut akan pengaruh dan kemampuan Ustad Adi Hidayat yang dapat menghimpun dana 30 Milyar dalam 6 hari maka dicari-carilah kesalahan. Buzzer Istana Eko Kuntadhi (EK) dalam cuitannya memfitnah Ustad Adi Hidayat (UAH) bahwa seolah ia telah menggelapkan dana sumbangan Palestina tersebut karena menyebut donasi 60 Milyar hanya diserahkan kepada MUI sebesar 14 Milyar.

 

UAH siap menjelaskan secara transparan semua donasi yang dihimpun serta alokasinya. Semua pihak siap untuk dihadapi termasuk auditor. UAH menyatakan tak ada sedikitpun yang dipakai atau digelapkan. OJK dan PPATK adalah mitra kerjasamanya. Pertanggungjawaban bukan hanya kepada manusia tetapi kepada Allah SWT. Bahkan secara tegas UAH menyatakan bahwa siapapun yang memfitnah ia akan bawa ke ranah hukum.

 

EK ditantang pula oleh penulis Fahd Pahdepie agar melakukan klarifikasi atas ujaran yang berbau fitnah tersebut. Namun hingga kini EK tidak mengklarifikasi selain menyatakan bahwa cuitannya itu bertujuan positif.

 

Perlu didukung ketegasan UAH terhadap cuitan berbau fitnah buzzer Eko Kuntadhi. Ada tiga hal yang mendasari dukungan tersebut, yaitu :

 

Pertama, sebagai negara hukum maka proses hukum adalah pembuktian apakah ungkapan EK bahwa cuitan yang menurutnya “bertujuan positif” itu benar atau dibenarkan secara hukum? Atau sebaliknya, hal itu adalah wujud dari suatu kejahatan berupa delik pencemaran atau fitnah.

 

Kedua, EK yang dipandang sebagai buzzer istana harus dibuktikan bahwa ia tidak kebal hukum. Rekan-rekan lain EK seperti Abu Janda, Deny Siregar, ataupun Ade Armando sering dilaporkan oleh aktivis Islam kepada Polisi namun kasusnya selalu saja “mental” tidak berlanjut. Perjuagan UAH diharapkan mampu membobol tembok.

 

Ketiga, demi pembersihan dan nama baik UAH sendiri. Jika tidak tegas atau mendiamkan fitnah ini, maka orang bisa saja menganggap tuduhan EK itu benar dan hal ini akan berpengaruh kepada kepercayaan publik kepada UAH ke depannya. Sinar UAH tidak boleh redup oleh permainan kotor para buzzer.

 

Andai EK meminta maaf atas kesalahannya, maka UAH dapat menempatkan diri sebagai muslim yang secara pribadi selalu mudah memaafkan. Sedangkan sebagai warga negara yang patuh hukum agar tetap meminta penyelesaian secara hukum. Permintaan maaf tidak menghapus pidana. Tetap saja UAH melaporkan ke Kepolisian agar ada efek jera sekaligus “warning” bagi para buzzer lain yang angkuh dan merasa dirinya kebal hukum.

 

UAH diharapkan dapat berperan bukan saja sebagai da’i tenar yang selalu ditunggu pencerahannya, tetapi juga menjadi mujahid penerobos tembok tebal kekuasaan yang selalu melindungi oknum-oknum pemfitnah, penghasut, dan pengganggu perasaan ummat. 

 

Semoga saja. 

 

Bandung, 30 Mei 2021

 

*Penulis Pemerhati Politik dan Keagamaan


portal-islam.id, 30 Mei 2021 CATATAN

***

Eko Kuntadhi pernah mempersoalkan imbauan shalat yang dilandasi Hadits yang ada lafal kafirnya.

Silakan simak ini:

Celakalah Gerombolan Pembuka Pintu Keburukan

Posted on 12 Agustus 2019

by Nahimunkar.org

Lafal kafir dalam Islam dari dulu tidak ada masalah. Namun belakangan ada gerombolan yang memasalahkannya. (NU Mau Hapus Istilah Kafir untuk Non Muslim, Ini Gejala Taat ke Orang Kafir dan Munafik?
https://www.nahimunkar.org/nu-mau-hapus-istilah-kafir-untuk-non-muslim-ini-gejala-taat-ke-orang-kafir-dan-munafik/ ).

Tingkah gerombolan itu bagai membuka pintu keburukan. Hingga timbul keburukan yang nyata, sampai hadits shahih yang ada lafal kafirnya pun dimasukkan dalam sesuatu yang dimasalahkan.

Betapa celakanya itu. Mari kita simak hadits ini:

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah  bersabda:

إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ.

“Sesungguhnya di antara manusia ada kunci-kunci (pembuka pintu) kebaikan dan gembok-gembok (penutup pintu) keburukan. Dan di antara manusia ada kunci-kunci (pembuka pintu) keburukan dan gembok-gembok (penutup pintu) kebaikan. Beruntunglah orang yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan tersebut di kedua tangannya. Dan celakalah orang yang Allah jadikan kunci-kunci keburukan di kedua tangannya.” (HR. Ibnu Majah dihasankan oleh Al-Albani).

***

Coba kita simak berita berikut ini.

***

SUDAH KETERLALUAN! Hadits Nabi Terkait Sholat Yang Ada Kata “Kafirnya” Dipermasalahkan




[PORTAL-ISLAM.ID]  Cuitan akun @eko_kuntadhi yang mempermasalahkan hadits Nabi terkait sholat mendapat sorotan luas.

“Mau mengimbau orang sholat, ya imbau aja. Gunakan kalimat baik dan mengajak. Gak usah bawa-bawa soal kafir segala. Apalagi ditampilkan di ruang publik. Bandara Husein Sastranegara, Badung,” kicau @eko_kuntadhi (10/8/2019).

Dalam cuitannya, si @eko_kuntadhi mengunggah foto di Bandara Husein Sastranegara, Badung, dimana terpampang terjemahan salah satu hadits Nabi terkait sholat.

Mau mengimbau orang sholat, ya imbau aja. Gunakan kalimat baik dan mengajak. Gak usah bawa-bawa soal kafir segala. Apalagi ditampilkan di ruang publik. 

Bandara Husein Sastranegara, Badung. pic.twitter.com/RJ0eaJGwqV

— Eko Kuntadhi (@eko_kuntadhi) August 10, 2019

Hadits terkait sholat yang dipermasalahkan itu adalah hadits berikut ini:

(( العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ ))


Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka (orang kafir) adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah)

Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

Selengkapnya terkait hadits ini: https://rumaysho.com/16843-ingat-meninggalkan-shalat-itu-kafir.html

***

Si @eko_kuntadhi ini entah dia muslim atau bukan.

Yang jelas kicaunnya telah menimbulkan rekasi luas Umat Islam.

“Togog. Maksud lu itu Hadist gak baik? Agama itu bukan sesuai selera lu bong,” komen @dusrimulya menanggapi.

“Hadist itu perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad yang dijadikan landasan syariat Islam. Klo kira kamu tdk paham, lbh baik diam. Spy negeri ini adem, ga byk twit2 TOLOL & BODOH spt ini. Ingat, kamu menghina hadist berarti menghina Rasulullah!” ujar @BumantoroA.

“Pelan2 kaum Islamophobia ini makin kurang ajar. Kalau dibiarin lama2 umat Islam bicara agamanya dianggep kriminal,” kata alumni Al-Azhar @hasmi_bakhtiar.

Togog

Maksud lu itu Hadist gak baik?

Agama itu bukan sesuai selera lu bong

— Young Lawyer (@dusrimulya) August 11, 2019

Hadist itu perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad yang dijadikan landasan syariat Islam. Klo kira kamu tdk paham, lbh baik diam. Spy negeri ini adem, ga byk twit2 TOLOL & BODOH spt ini. Ingat, kamu menghina hadist berarti menghina Rasulullah!

— Sumedang Larang (@BumantoroA) August 11, 2019

Itu hadist Nabi..Hadist Nabi Harga Mati.

Kalau elu Kepanasan elu kaya setan Kafir

Tidak ada larangan diNKRI membacakan menulis hadist2 yg ada istilah Kafir..

— Ratu Sosmed (@Pemikir5) August 11, 2019

Pelan2 kaum Islamophobia ini makin kurang ajar. Kalau dibiarin lama2 umat Islam bicara agamanya dianggep kriminal. https://t.co/xdiXF2qzdj

— Hasmi Bakhtiar (@hasmi_bakhtiar) August 11, 2019

 
 

portal-islam.id, Senin 12 Agustus 2019

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 375 kali, 1 untuk hari ini)