Muhammadiyah seharusnya menindak tokohnya yang mengecam sahabat Nabi dalam acara caci maki sahabat Nabi yang diselenggarakan Syiah IJABI dengan nama Perayaan Idul Ghadir.

  • Karena digeruduk laskar Islam di luar gedung, maka acara di dalam gedung terlihat dan terasa sangat tidak tenang. Waktu untuk pembicara akhirnya dibatasi. Kira-kira masing-masing hanya mendapat jatah bicara 10 menit. Bahkan ada yang kurang.
  • Aksi damai Laskar Islam yang membela Islam karena para sahabat dicaci oleh syiah dengan perayaan Ghadir itu ternyata dijaga oleh puluhan polisi  (pihak polisi mengatakan, menyediakan 400 polisi, red NM) dengan dua kendaraan water canon dan barracuda (pengusir massa). Penjagaan itu terkesan lebay (berlebihan),
  • Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof Dr Hj Masyitoh Chusnan akhirnya hanya memuji Jalal, membacakan pujian terkait Ali ra, sekaligus mengecam musuh-musuhnya, seperti sahabat Muawiyah. 
  • Muhammadiyah seharusnya menindak tokohnya yang mengecam sahabat Nabi shallallahu ‘alaihyi wasallam itu.Inilah beritanya, dan di bagian bawah ada ulasan tentang zindiq (munafik)nya orang yang mencaci sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

***

Didemo Laskar Mujahidin, Jalal Akhirnya Tutup Peringatan Idul Ghadir dalam Tempo Sesingkat-singkatnya

 

JalaludinKetua Dewan Syuro Ijabi Jalaluddin Rakhmat

Jakarta (SI Online) – Salah satu organisasi Syiah di Indonesia, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (Ijabi), pada Sabtu lalu (26/10/2013) menyelenggarakan acara peringatan Idhul Ghadir di Gedung Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan. Acara dikemas dalam bentuk seminar internasional yang menghadirkan pembicara bukan hanya dari kalangan Syiah atau Ijabi, melainkan juga ada yang dari NU dan Muhammadiyah.

Seminar internasional bertajuk “Imam Ali as Putra Ka’bah Pemersatu Ummat” ini diikuti oleh sekitar 1500 orang pengikut Syiah dari berbagai daerah, termasuk luar Jawa. Selain orang tua, ikut juga anak-anak dan para siswa SMA Muthahari Bandung. Bus rombongan peserta Idul Ghadir ini bahkan terpakir di jalan depan Semesco sampai ke arah Tegal Parang.

Saat acara berlangsung, ratusan pemuda dan Laskar Mujahidin dipimpin oleh Wakil Amir Majelis Mujahidin Ustad Abu Jibril menggelar aksi demonstrasi di luar gedung.

Terkesan lebay (berlebihan), aksi damai itu dijaga oleh puluhan polisi  (pihak polisi mengatakan, menyediakan 400 polisi, red NM) dengan dua kendaraan water canon dan baracuda.

Karena didemo umat Islam itulah, acara di dalam gedung terlihat dan terasa sangat tidak tenang. Waktu untuk pembicara akhirnya dibatasi. Kira-kira masing-masing hanya mendapat jatah bicara 10 menit. Bahkan ada yang kurang.

 Iedul Ghodir11

Peserta seminar internasional dalam rangka Peringatan Idhul Ghadir oleh Ijabi di Gedung Smesco, Jakarta Selatan. (foto: shodiq)

.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof Dr Hj Masyitoh Chusnan pun terpaksa kecewa. Slide power point yang dia siapkan cukup panjang akhirnya tak dapat disampaikan di hadapan hadirin. Masyitoh akhirnya hanya memuji Jalal, membacakan pujian terkait Ali ra, sekaligus mengecam musuh-musuhnya, seperti sahabat Muawiyah.

Setelah semua pembicara tampil, giliran pembicara Ketua Dewan Syuro Ijabi, Jalaluddin Rahmat ke podium. Dengan tergesa-gesa, Jalal menyampaikan kepada hadirin mengungkapkan akan menutup acara dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu sudah berkumpul sejak tadi pagi sampai jam ini dan insya Allah segera berakhir dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” kata Jalal mengawali pidatonya.

Jalal tak memberitahu kepda hadirin apa alasan acara itu harus segera ditutup.

“Karena… jangan diberitahukan keluar ruangan ini. Kita simpan saja disini. Walaupun saya tahu pasti akhirnya disebarkan juga keluar ruangan ini. tapi dari saya, saya minta jangan disebarkan keluar ruangan ini ..bahwa…ee..,” kata Jalal tak mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

“Sambil terimakasih kita sebesar-besarnya kepada bapak-bapak polisi yang mengamankan acara ini sampai sekarang. Mereka (polisi, red) berpesan agar acara ini diakhiri secepat mungkin demi melindungi kita semua, demi melindungi acara ini,” kata Jalal melanjutkan.

“Kita akan mengakhiri acara ini secepat-cepatnya,” sambungnya lagi seperti gugup.

Meski akan menutup secepat-cepatnya, tapi Jalal masih ceramah juga soal Idul Ghadir yang dia peringati sekarang. Kurang lebih sepuluh menit dia berpidato, hingga akhirnya acara itu ditutup dengan doa.

red: shodiq ramadhan/ si online Senin, 28/10/2013 16:30:45 | Shodiq Ramadhan

***

Muhammadiyah mestinya menindak tokohnya yang mengecam sahabat Nabi

Dalam acara itu,  Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof Dr Hj Masyitoh Chusnan akhirnya hanya memuji Jalal, membacakan pujian terkait Ali ra, sekaligus mengecam musuh-musuhnya, seperti sahabat Muawiyah.
Kecaman terhadap Muawiyah sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu bukan perkara ringan.

Para Imam-Imam besar Salafush-Shalih menyatakan akan kekafiran Syi’ah pun disebabkan salah satu hal di atas. Semoga Allah merahmati Al-Imam Abu Zur’ah Ar-Razi. Beliau berkata :

«إذا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَنْتَقِصُ أحَدًا مِنْ أصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – فاعْلَمْ أنَّهُ زِنْدِيْقٌ، وذَلِكَ أنَّ الرَّسُوْلَ – صلى الله عليه وسلم – عِنْدَنَا حَقٌّ، والقُرْآنَ حَقٌ، وإنَّمَا أدَّى إلَيْنَا هذا القُرْآنَ والسُّنَنَ أصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – ، وإنَّمَا يُرِيْدُونَ أنْ يَجْرَحُوا شُهُوْدَنا لِيُبْطِلُوا الكَتَابَ والسُّنَّةَ، والجَرْحُ بِهِم أوْلى وَهُم زَنَادِقَةٌ» رَوَاهُ الخَطِيْبُ، وابْنُ عَسَاكِرَ. «الكِفَايَةُ» للخَطِيْبِ البَغْدادِيِّ (97)، و«تارِيْخُ دِمِشْقَ» لابنِ عَسَاكِرَ (38/32).

“Jika engkau melihat orang yang mencela salah satu dari shahabat Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, maka ketahuilah bahwa orang tersebut adalah ZINDIQ. Yang demikian itu karena Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam  bagi kita adalah haq ( benar ucapannya ), Al-Qur’an adalah haq, dan sesungguhnya yang menyampaikan Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah para Shahabat Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Sungguh orang-orang yang mencela para saksi kita (para Shahabat), berarti mereka bertujuan untuk membatalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka lebih pantas untuk di-Jarh (dicela, diberi penilaian negatif ) dan mereka adalah orang-orang yang ZINDIQ!!!” [الكفاية في علم الرواية للخطيب البغدادي ج 1 / ص 119]

Bagaimanapun, kalau Muhammadiyah masih cinta kepada para sahabat Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam, maka mestinya menindak tegas manusia yang atas nama Muhammadiyah tetapi mengecam sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang firman Allah :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud . Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min)” (Al Fath:29)

(( ومن هذه الآية انتزع الإمام مالك – رحمة الله عليه – في رواية عنه بتكفير الروافض الذين يبغضون الصحابة – رضوان الله عليهم – قال : لأنهم يغيظونهم ومن غاظ الصحابة – رضي الله عنهم – فهو كافر لهذه الآية )).

Beliau rahimahullah mengatakan : “Berdasarkan ayat ini Imam Malik mengkafirkan Rafidhah yang membenci para sahabat . Karena mereka tidak suka kepada para sahabat. Barang siapa yang tidak suka (benci) kepada sahabat, maka dia telah kafir berdasarkan ayat ini.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.135 kali, 1 untuk hari ini)