Seorang ibu dan anak tengah berada di atap rumahnya yang sudah terendam banjir. Foto/Istimewa


MADIUN – Banjiryang melandasejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim) kian meluas. Tak hanya di Madiun, banjir juga melanda 14 kabupaten lainnya. Banjir ini terjadi setelah hujan deras mengguyur dalam dua hari terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Suban Wahyudiono mengatakan, banjir di 15 kabupaten tersebut terjadi dalam waktu hampir bersamaan. Selain karena curah hujan yang tinggi, bencana ini diakibatkan luapan air sungai di beberapa wilayah.

“Ponorogo pertama kali. Setelah itu menyusul beberapa daerah lain. Sebab sejak Selasa malam hujan terus mengguyur,” kata Suban saat meninjau lokasi banjir di Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019).

Dia mengungkapkan, dari 15 kabupaten terdampak, wilayah Madiun terbilang paling parah. Sedikitnya 39 desa dari delapan kecamatan terendam banjir cukup tinggi.

Data BPBD setempat, banjir di Madiun menggenangi sedikitnya 4.317 KK atau sebanyak 17.268 jiwa dari 39 desa tersebut. Tak hanya itu, akibat bencana ini dua rumah warga juga rusak, 253 hektare (Ha) sawah terendam, serta tanggul, jembatan dan fasilitas umum lainnya ikut terdampak. Saat ini, jumlah pengungsi mencapai 1.053 jiwa. Mereka sudah ditempatkan ke lokasi yang aman.

Berikut daftar sebaran 14 kabupaten di Jatim yang terdampak banjir:

1. Kabupaten Madiun

Banjir di Madiun. Foto/IstimewaBanjir terjadi akibat meluapnya Sungai Jeroan yang merupakan anak Sungai Madiun, Rabu (6/3/2019). Musibah ini disebabkan jebolnya tiga titik tanggul yang ada di Desa Balerejo. Saat ini terdata, 1.053 jiwa mengungsi dan 39 Desa dari 8 Kecamatan terendam banjir.

2. Kabupaten Nganjuk

Banjir disebabkan luapan air Sungai kuncir di Desa Sonopatik Berbek yang menggenangi jalan raya dan pemukiman warga di 8 Dusun, 3 Kelurahan, 12 Desa, 6 Kecamatan dengan ketinggian 10 sampai 100 cm

3. Kabupaten Ngawi

Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun. Rumah warga yang terdampak sebanyak 4.490 KK dari 18 desa di 6 Kecamatan. Ketinggian rata-rata air 50 sampai 100 cm.

4. Kabupaten Magetan

Banjir akibat meluapnya air sungai di Dusun Ngelang, Kec Kartoharjo. Ketinggian air mencapai 125 cm serta menggenangi 284 rumah warga.

5. Kabupaten Sidoarjo

Banjir luapan Sungai Avoer Krembung II berdampak pada rumah tergenang sebanyak 498 KK di 3 Desa dengan ketinggian 20-40 cm.

6. Kabupaten Kediri

Banjir terjadi setelah air sungai meluap di Desa Gempolan, Kecamatan Gurah. Akibatnya, SDN Gembolan 1 terendam air setinggi dengan ketinggian 30-50 cm.

7. Kabupaten Bojonegoro

Banjir menerjang akibat meluapnya air Sungai Kali Pacal yang berdampak pada 23 Desa di 8 Kecamatan. Ketinggian air mencapai 30-40 cm. Sedikitnya 1.382 KK terdampak dan 121 hektare persawahan tergenang air.

8. Kabupaten Probolinggo

Angin Kencang kemudian diikuti hujan intensitas sedang-Lebat di Desa Tambak Rejo Kec Tongas menyebabkan 1 pengendara meninggal dunia dan 1 orang luka ringan. Sedikitnya 35 rusak ringan-sedang.

9. Kabupaten Gresik

Banjir luapan aliran sungai menerjang Dusun Sumurber dan Jetis hingga ke persawahan dan jalan raya Dusun Lowoayu dengan ketinggian 20-30 cm. Banjir berdampak pada 90 rumah warga di 2 Desa di kecamatan Kedamean dengan ketinggian 20-100 cm.

10. Kabupaten Tuban

Banjir akibat meluapnya Air sungai (Kali kening). Sedikitnya 10 Desa di Kecamatan Parengan terendam dan berdampak pada 140 persawahan terendam air, 620 rumah tergenang, jalan poros banjir 20-90 cm. Selain itu banjir juga merendam 3 unit kantor pemerintahan, 4 bangunan sekolah dan 7 tempat ibadah.

11. Kabupaten Pacitan

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya air Sungai Grindulu di Kecamatan Arjosari yang berdampak pada 10 Desa di 2 Kecamatan, dengan ketinggian air 30-80 cm.

12. Kabupaten Trenggalek

Banjir luapan Sungai Ngasinan menerjang Kecamatan Trenggalek dan sebabkan banjir di 14 Desa dari 5 Kecamatan.

13. Kabupaten Ponorogo

Banjir terjadi di wilayah Kecamatan Balong akibat hujan intensitas tinggi.

14. Kabupaten Lamongan

Banjir disebabkan luapan Sungai Bengawan Solo yang berdampak pada 1 Desa di 1 Kecamatan.

15. Kabupaten Blitar

Banjir terjadi akibat hujan lebat pada Rabu 6 Maret 2019 pukul 11.00 WIB dan pukul 16.00 WIB. Selain banjir, sejumlah daerah terdampak longsor dan pohon tumbang.


Sumber : today.line.me

(nahimunkar.org)

(Dibaca 242 kali, 1 untuk hari ini)