Silakan simak ngedumelnya sebagian netizen ini.

***

Ude cantik pinter banget Bu Menteri ini…..

Kata Bu Srimul ,
Orang yang gajinya minimal Rp. 402.000 / bulan , adalah bukan orang miskin.

Rp 402.000 : 30 hari = Rp 13.400/ hari.

Karena itu jumlah orang miskin sangat sedikit di era Pak Jokowi.
Omong-omong 13 ribu itu cukup ya untuk makan sehari 3× ?
KAHFI MMCA

fia fb KAHFI MMCA bersama Eko Widodo dan EKO WIDODO.Sukai Halaman

***

Arum Dwi Kurniawati: alhamdulillah y berkat pakde jok ma bu srimul Indonesia berkurang rakyat miskinnya…. ? ? ? ? ?
Edi Haryono: Menkeu keuangan terhebat…. Cm omdo demi menutupi kesalahan…
https://www.facebook.com/…/a.21109469391…/2111899792390820/…

***

Demikian uneg-uneg sebagian  dari mereka.

***

Survei Oxfam Tunjukkan Kemiskinan di Era Jokowi Makin Meningkat

by Nahimunkar.com, 25 Februari 2017

Hasil survei Oxfam menunjukkan angka ketimpangan ekonomi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) makin melebar.

“Hasil survei Oxfam menunjukkan kekayaan empat orang taipan Indonesia setara dengan kekayaan 100 juta penduduk miskin Indonesia,” kata pengamat politik dan ekonomi, Salamuddin Daeng dalam pernyataan kepada suaranasional, Jumat (24/2).

Kata Salamuddin, Oxfam medasarkan perhitungan ini dari standar kemiskinan yang dikeluarkan World Bank.

“Tentu saja Badan Pusat Statistik terpukul dengan berita ini, karena lembaga pemerintah yang paling kredibel dalam hal data dan menjadi rujukan kebijakan pembangunan ini harus mengevaluasi ulang hasil survei mereka,” papar Salamuddin.

Salamuddin mengatakan, sebelumnya Pemerintah Jokowi bisa berbangga dan menepuk dada karena dalam dua setengah tahun berkuasa berhasil mengurangi ketimpangan ekonomi di  Indonesia.

“Paling tidak itu yang tergambar dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang direlese pada bulan Januari 2017 yang menyatakan bahwa ketimangan ekonomi yang ditunjukkan oleh koefisien gini (gini ratio) Indonesia mengalami menurun,” ungkap Salamuddin.

Tidak hanya itu, menurut Salamuddin, pemerintahan Jokowi sendiri bagaikan disambar petir. Bayangkan, pemerintah begitu membanggakan hasil kerja mereka selama dua setengah tahun terakhir dengan program membangun dari pinggiran.

“Proyek 1 miliar per desa dan berbagai program pembangunan infrastruktur ternyata belum bisa menggeser posisi Indonesia sebagai negara paling timpang di dunia,” pungkas Salamuddin.

Sumber: http://suaranasional.com/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 610 kali, 2 untuk hari ini)