ahok2_20130824_012120

Jakarta (SI Online) – Ketua gerakan anti miras, Fahira Idris mengkritik keras Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang tidak mempermasalahkan minum bir.

“Dear Pak @basuki_btp Bir itu Gak Papa kalau Gak Diminum sampai Mabuk, tetapi masalahnya kebanyakan Orang, kalau minum Bir sampe Tepar,” tulis Fahira di akun Twitter-nya, @fahiraidris, Kamis (22/08/2013).

Putri mantan Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris meminta Ahok membaca berita akibat minum miras. “Dear Pak @basuki_btp – jika bapak ada waktu, mohon di cek dan dibaca berita dg tagar #BeritaMiras – sebagian besar kejadian di #Jakarta,” tulis Fahira.

Kata Fahira, DKI Jakarta sangat membutuhkan Perda Miras agar tidak terjadi kriminalitas, kecelakaan dan KDRT.

“Dear Pak @basuki_btp #Jakarta Butuh Perda #Miras krn Miras, Bir dkk adlh Pemicu terjadinya kasus Kriminalitas, Kecelakaan, KDRT dll,” papar Fahira.

Selain itu, Fahira juga mengatakan, di negara-negara memberikan sistem ID dengan menunjukkan KTP bila mau membeli miras.

“Dear Pak @basuki_btp Hampir di semua Negara2 Maju, mereka memberlakukan sistem ID, Tunjukkan KTP bila mau beli #Miras,” jelas Fahira.

Kata Fahira di negara-negara maju, anak yang usianya kurang dari 21 tahun tidak boleh membeli miras.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak mempermasalahkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta berjualan bir.

“Itu kan bukan miras (minuman keras), tapi kan bir. Ya tergantung berapa persen alkoholnya dong, kalau bir masih okelah,” kata Ahok di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Ahok membantah Penghasilan Asli Daerah (PAD) dari berjualan bir tidak terlalu besar. “Tak juga, kecil (PAD). Kecil sahamnya itu,” ungkap Ahok.

Ahok juga tidak mempermasalahkan minum bir, asal tidak mabok. “Saya kira kalau minum bir gak salah kok, asal gak mabok. Masalahnya kalau dicampur spiritus sama air kelapa, ya tewas,” jelas Ahok.

Salah satu BUMD DKI, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) menjadi distributor minuman beralkohol jenis bir. Bahkan, sumbangan pendapatan asli daerah (PAD) ke ‘dompet’ Jakarta dari perusahaan tersebut ketiga terbesar, setelah Bank DKI dan Pembangunan Jaya Ancol.

Saham DKI Jakarta di PT Delta Djakarta sebesar 26,25% atau setara 4,2 juta lembar saham. Kepemilikan DKI, melalui dua nama yaitu Municipal of Goverment of Jakarta sebanyak 3,7 juta lembar dan 467 ribu lembar oleh BP. IMP Jaya. Pada 2012, Delta Jakarta memperoleh laba bersih perseroaan sebesar Rp 208 miliar.

Sabtu, 24/08/2013 08:00:49

red: syaiful
sumber: petikan

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 1.805 kali, 1 untuk hari ini)