.

 

  • Bagaimana kalau jadi presiden, kemudian mengulangi sejarah Megawati, yang memberikan ampunan konglomerat Cina, yang sudah merampok dan ngemplang dana  BLBI Rp. 650 triliun?
  • Akibat kasus bail out BLBI itu, bangsa Indonesia menjadi ‘kere dan jembel’, dan uang itu dikeruk para konglomerat Cina, tidak dibayar, sementara sampai sekarang pemerintah melalui APBN harus masih terus membayar bunganya, setiap tahun, puluhan triliun, sampai tahun 2030!

 

– See more at: https://www.nahimunkar.org/jokowi-dicapreskan-konglomerat-cina-siap-memangsa-indonesia/#sthash.3MeFDky5.dpuf

“…kalau Jokowi terpilih, dia akan memberikan service kepada para konglomerat besar. Apa yang dilakukannya adalah meneruskan warisan Bu Mega sebelumnya,” tandas pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN), Hidayatullah Zaki Mubarak kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/03/2014) dikutip JPNN.

Kekhawatiran masyarakat itu telah tersebar, di antaranya dapat dibaca pula artikel Tuku “Kucing Garong” Njeron Karung. https://www.nahimunkar.org/tuku-kucing-garong-njeron-karung/

Inilah beritanya.

***

Masyarakat Tak ingin Jokowi seperti Mega jual Aset BUMN

Kamis, 20 Maret 2014 – 17:11 WIB

Kebijakan masa Presiden Megawati seperti penjualan aset-aset BUMN dan pemberian pelunasan utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) akan terulang jika Jokowi terpilih sebagai presiden.

Hidayatullah.com–Keberpihakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap masyarakat kecil atau wong cilik diragukan. Keraguan ini mencuat setelah adanya pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan sejumlah pengusaha terkait dukungan untuk pemenangan calon presiden (capres) PDIP, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dalam pemilu 2014.

“Masyarakat makin skeptis terhadap komitmen kerakyatan atau wong cilik PDIP. Dalam praktiknya, wong cilik lebih banyak menjadi jargon saja,” kata pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN), Hidayatullah Zaki Mubarak kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/03/2014) dikutip JPNN.

Menurutnya, pertemuan tersebut menimbulkan persepsi negatif bahwa PDIP meminta restu pengusaha untuk memajukan Jokowi. Sehingga timbul anggapan bahwa PDIP didukung oleh konglomerat dan bukanya masyarakat kecil.

“Sangat ironis kalau di balik pencapresan Jokowi oleh PDI-P yang menjadi panglimanya para konglomerat besar atau cukong. Padahal, konstituen sejati PDIP itu wong cilik, yaitu petani, buruh, nelayan, dan sebagainya,” ujar Zaki.

Dikhawatirkan, kebijakan masa Presiden Megawati seperti penjualan aset-aset BUMN dan pemberian pelunasan utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) akan terulang jika Jokowi terpilih sebagai presiden. Zaki menegaskan, kebijakan tersebut tidak berpihak kepada rakyat kecil.

“Tidak perlu heran nantinya kalau Jokowi terpilih, dia akan memberikan service kepada para konglomerat besar. Apa yang dilakukannya adalah meneruskan warisan Bu Mega sebelumnya,” tandasnya.*

Rep: Anton R

Editor: Cholis Akbar/ didayatullah.com dalam judul Masyarakat Tak ingin Jokowi seperti Mega jual Aset BUMN, Kamis, 20 Maret 2014 – 17:11 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 604 kali, 1 untuk hari ini)