Ilustrasi. Rumah Pribadi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jalan Khair Nomor 70, Ragunan, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)


Menteri agama Lukman punya sebidang tanah seluas 363 meter persegi dan bangunan seluas 120 meter persegi di atasnya. Gak heran kalau valuasinya mencapai Rp 1.307.220.000 karena memang lokasinya yang berada di kawasan Jakarta Selatan, salah satu kawasan termahal di Jakarta.

Itu nilai per Desember tahun 2014 lho, kalau sekarang udah pasti nilainya udah meningkat jadi jauh lebih besar. Wong pada bulan Maret 2014 alias 9 bulan sebelumnya aja valuasinya baru Rp 769 jutaan./ moneysmart.id Maret 21, 2019

***

Kasus jual beli jabatan di Kemenag

Eks Ketua KPK Busyro Muqoddas menilai (Menteri Agama) Lukman layak diberhentikan oleh presiden. Terlebih belum lama ini KPK berhasil menyita uang sebanyak Rp 180 juta dan USD 30 ribu dari laci ruang kerja Menag. Busyro yakin dengan temuan ini kerja Kemenag akan terganggu.

“Bukan dipecat ya, diberhentikan (sehingga) semua proses-proses ke dalam, kepemimpinan bisa lancar, itu. Kalau sekarang kan terganggu, apalagi di ruang kerjanya ditemukan (uang) itu,” ujarnya.

“Wibawa Menteri (Lukman) sebagai pejabat tinggi di kementerian itu kan sudah rontok dengan ruangnya disegel itu. Sudah, itu faktor kepemimpinan cacat. Kalau cacat ya jangan dipertahankan,” lanjutnya.

Terkait pengganti Lukman, Busyro menyarankan Presiden Jokowi membentuk panitia seleksi (panel) independen. Pansel tersebut harus berisikan kalangan profesional di bidangnya, tugasnya menggodok nama-nama yang layak menggantikan Lukman. Demikian pernyataan Busyro kepada wartawan di Fakultas Hukum UII Yogyakarta, Rabu (20/3/2019) dikutip detikcom dan lainnya, setelah tertangkapnya Rommy petinggi PPP pendukung Jokowi kasus jual beli jabatan di lingkungan Kemenag, Jumat 15 Maret.

***

Bau Busuk di Kemenag, Bejatnya Rommy dan Dugaan Menag Lukman Terlibat dalam Kasus Jual Beli Jabatan

KPK membeberkan terbongkarnya kasus Ketum PPP yang akrab disapa Rommy ini mencuatkan adanya bau busuk di Kemenag.

Pertemuan Rommy dengan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi menjadi awal kebusukan itu terbongkar.

KPK yang sebelumnya diduga melakukan penjebakan membantah tudingan Rommy.

“Jadi, itu tidak ada (penjebakan). Pertemuan itu semua antara teman-teman beliau sendiri. HRS, MFQ dan RMY bertemu biasa, tetapi KPK bisa memantau berdasar laporan masyarakat yang disampaikan kepada KPK,” kata Wakil Ketua KPK Laode Syarif dalam keterangan persnya.

KPK menetapkan Rommy, Haris, dan Muafaq sebagai tersangka suap pengisian jabatan Kemenag pusat dan daerah.

Aksi suap menyuap ini terbongkar dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Jatim, Jumat (15/3). Awalnya, KPK mengamankan enam orang dalam OTT tersebut.

Yakni Rommy, Haris, Muafaq, ANY alias Amin Nuryadin yang merupakan asisten Romi calon anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP berinsial AHB, serta seorang supir inisial S. Dalam OTT itu, KPK mengamankan uang Rp 156.758.000.

“Dalam perkara ini, diduga RMY bersama pihak Kemenag RI menerima suap untuk memengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag yakni kepala kantor Kemenag Gresik, dan kepala kantor wilayah Kemenag Jatim,” ungkap Syarif.

Fakta menariknya adalah kasus jual beli jabatan ini terjadi ketika Haris berkunjung ke rumah Rommy dengan membawa uang Rp 250 juta.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengungkapkan, Haris pernah mengunjungi rumah Romi pada 6 Februari 2019 untuk menyerahkan uang itu.

“Pada 6 Februari 2019, HRS mendatangi rumah RMY, menyerahkan Rp 250 juta terkait seleksi jabatan sesuai dengan komitmen sebelumnya,” bebernya.

Kongkalingkong ini terjadi ketika Kemenag mengumumkan lelang jabatan calon pada akhir 2018 lalu.

Haris ikut dalam kegiatan seleksi untuk posisi Kakanwil Kemenag Jatim.

Hasil diumumkan dan Haris tidak lolos dalam seleksi itu. Dari situlah akhirnya Haris bermain agar bisa tetap menjabat Kakanwil Kemenag Jatim.

Ia memanfaatkan pengaru Rommy sebagai Ketum PPP untuk mempengaruhi keputusan Menag Lukman yang juga kader PPP.

Hingga akhirnya ada penyerahan uang Rp 250 juta kepada Rommy pada 6 Fabruari 2019.

“Saat itulah diduga pemberian pertama terjadi,” ujar Syarif.

Bejatnya adalah nama Haris sangat jelas tidak masuk ke dalam daftar tiga kandidat Kakanwil Kemenag Jatim yang diusulkan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Haris tidak lulus seleksi. Bahkan rekam jejaknya pun dinilai buruk untuk masuk ke level jabatan lebih tinggi.HRS tidak lulus karena pernah mendapat hukuman disiplin,” kata Syarif.

Ironisnya Menag Lukman tetap meloloskan Haris dan melantiknya sebagai Kakanwil Kemenag Jatim pada Awal Maret 2019 lalu./ /pojoksatu.id 17 Maret 2019 | 09:37 WIB

***

Mantan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Blak – blakan, Ini Sesungguhnya Rommy?

Romahurmuziy kaca mata hitam dengan rompi oranye -Net

… sejak kawan Romy, Lukman Hakim Saifudin, menjadi Menteri Agama (Menag), Romy tancap gas sebagai makelar jabatan.

Dan gilanya, orang-orang yang dipilih semuanya merupakan orang Nahdlatul Ulama (NU).

Pasca OTT KPK, perlahan tapi pasti semua borok Romahurmuziy (Ketua Umum PPP) mulai terkuak.

Adalah mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Edy A Effendi, membongkar habis siapa sosok politisi yang akrab disapa Romy itu.

Pengajar yang kehilangan pekerjaan karena dipecat Kementerian Agama (Kemenag) pada Desember 2018 itu menyebut, selama ini Kemenag sarat nepotisme, namun sejak kawan Romy, Lukman Hakim Saifudin, menjadi Menteri Agama (Menag), Romy tancap gas sebagai makelar jabatan.

Ia bahkan menduga, karena peran Romy juga pemilihan jabatan-jabatan strategis di UIN di seluruh Indonesia, baik untuk jabatan rektor maupun kepala biro (Kabiro) yang pengangkatannya membutuhkan tanda tangan Menag, menjadi sarat permainan. Dan gilanya, orang-orang yang dipilih semuanya merupakan orang Nahdlatul Ulama (NU).

Berikut cuitan-cuitan Edy yang menjelaskan hal itu, yang dia sampaikan melalui akun Twitter-nya, @eae18.

“Sejak Lukman jadi Menag, Rommy lansung tancap gas jadi makelar jabatan. Mohon @KPK_RI bisa telusuri. Saya bisa kasih petunjuk beberapa jabatan yang dimakelari Rommy. Pada posisi kabiro di kampus-kampus saja, Romy bermain. Tingkat kabiro itu yang tanda tangan Menag”.

“Rommy ini teman akrab menteri pro LGBT (Lukman Hakim, red). Romy pernah WA teman saya, dosen UIN Jakarta. Isi WAnya, tulis dua nama, maunya siapa rektor UIN Jakarta. Pantas, rektornya bukan alumnus UIN Jakarta”.

“Konon Rommy ini bisa masuk ruangan menteri pro LGBT tanpa prosedur. Kapan saja bisa masuk. Dan rumor yang berkembang, dia bisa tentukan jabatan strategis seperti Kakanwil. Penangkapan dia di Kantor Kanwil Kemenag Sidoarjo, membenarkan hal itu’.

“Terpilihnya rektor UIN Jakarta, bukan alumni UIN Jakarta, itu sinyal. Dekan-dekan saat ini sebagian besar komposisinya dari NU. Rektor UIN Jakarta didulang almuni PPMI. Arahnya jelas kemana. Lukman Mengacaukan komposisi rektor di berbagai UIN di Indonesia”.

“Tolong @KPK_RI cek WA Rommy ke beberapa dosen UIN Jakarta sebeluk Pilrek UIN Jakarta. Pilrek sejak Lukman jadi Menag penuh permainan. Semua harus berkiblat ke Kramat (kantor PBNU, red)”.

“Saya kasih tahu @KPK_RI ya, posisi rektor UIN di Indonesia, itu sarat praktik mafia. Hal lain, tolong cek kembali kasus UIN Bandung”.

Edy juga menyebut, praktik makelar jabatan Rommy tak hanya untuk di kampus-kampus UIN di seluruh Indonesia, namun juga untuk jabatan struktural di Kanwil dan lain-lain.

Berikut cuitan mantan dosen yang juga mantan wartawan itu, terkait soal tersebut.

“Nepotisme di Kemenag sudah amat parah. Kehadiran Rommy yang dekat dengan menteri pro LBGT makin memperparah nepotisme di Kemenag. Sila cek jabatan-jabatan strategis di Kemenag, khususnya di daerah-daerah, dikuasai kader PPP, sampai ke KUA”.

“Sila cek jabatan-jabatan di Kemenag, apa benar hasil seleksi yang jujur? Sila potong kuping Ruhut kalau informasi saya salah atau fitnah. Omong kosong Kemenag bebas nepotisme”.

“Kawan saya, dosen syariah juga mengeluh, dia gagal jadi Kanwil di wilayah Sumatera. Rumornya Rommy yang jegal’.

Edy menilai, karena besarnya peran Menag dalam praktik makelar jabatan Rommy, Menag juga seharusnya ditangkap.

Berikut cuitannya tentang hal itu:

“Lukman harusnya kena”.

“Kalau Lukman gak.kusak-kusuk ke JKW, harusnya Lukman kena”.

Kepada pers Jumat (15/3/2019) malam, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menjelaskan, Rommy ditangkap karena melakukan transaksi haram untuk pengisian jabatan di kantor Kemenag pusat dan daerah. Rommy ditangkap bersama empat orang yang diduga kuat bekerjasama dengannya.

“KPK juga mengamankan sejumlah uang yang diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama. Hal ini kami duga sudah terjadi beberapa kali sebelumnya,” kata Basaria.

Namun Basaria tidak menyebutkan jumlah uang yang disita, dan juga tidak menjelaskan soal transaksi haram itu, termasuk sejak kapan transaksi dilakukan dan untuk pengisian jabatan di Kanwi Kemenag mana saja.

“Informasi lebih lengkap akan kami sampaikan pada konferensi pers,” kata Basaria.

Saat ini Rommy dan keempat orang yang ditangkap bersamanya, masih diperiksa KPK, dan lembaga ini punya waktu 1×24 jam untuk menetapkan statusnya apakah sebagai tersangka atau saksi.

Di sisi lain, untuk tindak lanjut kasus ini, KPK juga telah menggeledah rumah Rommy dan ruang kerja Menag. Ruang kerja itu bahkan telah pula disegel.

https://m.radarnonstop.co  RN/CR | Sabtu, 16 Maret 2019 – 20:52 WIB

***

Fitnah Harta dan Dunia

Rasulullah Shalallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَفِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ » [رواه البخاري]

Sesungguhnya pada setiap umat (kaum) ada fitnah (yang merusak/menyesatkan mereka) dan fitnah (pada) umatku adalah harta [HR. Bukhari]

Maksudnya: menyibukkan diri dengan harta secara berlebihan adalah fitnah (yang merusak agama seseorang) karena harta dapat melalaikan pikiran manusia dari melaksanakan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla dan membuatnya lupa kepada akhirat, sebagaimana firman -Nya:

قال الله تعالى: ﴿ إِنَّمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَأَوۡلَٰدُكُمۡ فِتۡنَةٞۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجۡرٌ عَظِيمٞ ١٥﴾ [التغابن: 15]

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu merupakan fitnah (bagimu), dan di sisi Allah lah pahala yang besar [at-Taghabun/ 64:15].

Dalam hadits lain, Rasulullah Shalallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

 … فَوَاللهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوْهَا كَمَا تَنَافَسُوْهَا، فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ))

“…. Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan (akan merusak agama) kalian, akan tetapi yang aku takutkan bagi kalian adalah jika (perhiasan) dunia dibentangkan (dijadikan berlimpah) bagi kalian sebagaimana (perhiasan) dunia dibentangkan bagi umat (terdahulu) sebelum kalian, maka kalian pun berambisi dan berlomba-lomba mengejar dunia sebagaimana mereka berambisi dan berlomba-lomba mengejarnya, sehingga (akibatnya) dunia itu membinasakan kalian sebagaimana dunia membinasakan mereka”. (Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)

Arti sabda beliau “…sehingga (akibatnya) dunia itu membinasakan kalian”: dunia menjerumuskan kalian ke dalam (jurang) kebinasaan, disebabkan persaingan yang tidak sehat untuk mendapatkannya, kecintaan yang berlebihan terhadapnya dan kesibukan dalam mengejarnya sehingga melalaikan dari mengingat Allah Azza wa Jalla dan balasan di akhirat. Dalam hadits ini terdapat nasehat berharga bagi orang yang dibukakan baginya pintu-pintu harta (orang-orang kaya) supaya mereka bersikap waspada dari keburukan fitnah dan kerusakan harta, dengan tidak berlebihan dalam mencintainya dan terlalu berambisi dalam berlomba-lomba mengejarnya.

Kerusakan lain yang ditimbulkan dari kecintaan yang berlebihan terhadap harta adalah kerakusan dan ambisi untuk mengejar dunia, karena secara tabiat nafsu manusia tidak akan pernah merasa puas/cukup dengan harta dan kemewahan dunia yang dimilikinya, bagaimanapun berlimpahnya, kecuali orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah Azza wa Jalla. RasulullahShalallahu ‘alihi wa sallam mengingatkan hal ini dalam sabda beliau: “Seandainya seorang manusia memiliki dua lembah (yang penuh berisi) harta/emas maka dia pasti akan menginginkan lembah (harta) yang ketiga”. Sifat rakus inilah yang akan terus menyeretnya untuk terus mengejar harta dan mengumpulkannya siang dan malam, dengan mengorbankan apapun untuk tujuan tersebut. Sehingga tenaga dan pikirannya akan terus terkuras untuk mengejar ambisi tersebut, dan ini merupakan kerusakan sekaligus siksaan besar bagi dirinya di dunia.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Orang yang mencintai dunia/harta (secara berlebihan) tidak akan lepas dari tiga (kerusakan dan penderitaan): Kekalutan (pikiran) yang tidak pernah hilang, keletihan yang berkepanjangan dan penyesalan yang tiada akhirnya”. Dalam hal ini, salah seorang ulama Salaf berkata: “Barangsiapa yang mencintai dunia/harta (secara berlebihan), hendaknya dia mempersiapkan dirinya untuk menanggung berbagai macam penderitaan”./ https://rasoulallah.net

Demikianlah. Contoh soal, mengejar dunia sampai jadi makelar jabatan dan makelar suara, akibatnya sudah ada tanda-tanda terjeblos… Itulah bukti rawannya fitnah dunia.

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi Umat Islam, hingga kembali ke jalan yang benar, dan bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa, hingga tidak mati kecuali dalam keadaan Muslim alias imannya benar. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Disusun oleh Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.255 kali, 1 untuk hari ini)