Orang-orang tidak berkompeten dalam bidang agama kemudian mengurusi persoalan-persoalan di bidang agama.

Ruwaibidhah

Satu orang saja dalam waktu singkat sudah menggoncangkan Umat Islam dengan lontaran-lontaran yang menurut PPP (Partai Persatuan Pembangunan) ada 4 hal yang menyakiti Umat Islam.

Perilaku dan tindakan Menteri Lukman yang dinilai kontroversi seperti:

  1. Mengakui baha’i sebagai agama.
  1. Memfasilitasi kegiatan syiah di Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini dianggap memberikan stigma bahwa syiah adalah bagian dari umat Islam.
  1. Usulan pembacaan Alquran dengan langgam Jawa dalam acara Isra Mikraj di Istana Negara. Ide tersebut dipandang tidak tepat, sehingga menimbulkan kecaman umat Islam dari seluruh penjuru negeri.
  1. Menag menyatakan, umat Islam yang berpuasa harus menghormati orang lain yang tidak berpuasa.

Sekjen MIUMI Bachtiar Nasir menyebut gejala buruk ini sebagai adanya orang-orang tidak berkompeten dalam bidang agama kemudian mengurusi persoalan-persoalan di bidang agama.

Bila dirujukkan kepada Hadits Nabi saw maka gejala buruk ini dikhawatirkan termasuk dalam hadits tentang ruwaibidhah dan lebih celakanya lagi keadaan ini dikhawatirkan termasuk pertanda imarah sufaha’.

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84 ).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

Allahul Musta’an. Wa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adhiim.

Berikut ini berita seputar masalah lontaran agar hormati orang yang tidak pasa.

***

Soal Toleransi Saat Puasa Ramadhan, Bachtiar Nasir Sebut Pernyataan Menag Jungkir Balik

Sabtu, 13 Juni 2015 – 15:58 WIB

“Ini merupakan gejala dari posmoderisme, ketika orang tidak berkompeten bidang agama mengurusi persoalan-persoalan bidang agama,” pungkas Bachtiar

RINALDIMUNIR.WORDPRESS.COM

Ilustrasi0

ilustrasi

Hidayatullah.com– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Intelektual Dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Bachtiar Nasir menyebutkan pernyataan Menag RI itu terbalik soal toleransi umat beragama saat Ramadhan.

“Ada yang jungkir balik nih, dikatakan hendaknya orang berpuasa itu menghormati orang yang tidak berpuasa. Ini pernyataan yang terbalik,” ujar Bachtiar saat menanggapi pertanyaan wartawan usai launching program Ramadhan AQL Islamic Center 1436 Hijriyah, di Sekretariat AQL Islamic Center Jalan Tebet Utara, Jakarta, Jum’at (12/06/2015).

Menurut Bachtiar ada sebuah peristiwa di mana ketika Allah sedang membalikkan hati seseorang, maka pernyatan-pernyataan yang keluar biasanya akan terbalik juga. Sebagaimana yang digambarkan dalam Al-Qur’an, “Apakah orang yang berjalan dengan muka di bawah dan kakinya di atas lebih lurus ketimbang dengan orang yang berjalan dengan normal itu?”.

“Kenapa sampai bisa orang yang berpuasa harus menghormati yang tidak berpuasa, ini kayaknya terbalik deh,” cetus Bachtiar.

Menurut Bachtiar pernyataan itu sama halnya seperti pernyataan Wapres JK, terkait dengan kaset ngaji yang didengarkan di masjid sebelum waktu subuh. Jika ada perilaku masyarakat yang dianggap aneh dan mengganggu sebelum subuh, menurutnya ngga’ usah terlalu digeneralisir.

“Jika beliau merasa nggak bisa tidur karena perilaku pengelola masjid dekat rumahnya itu, yah dikasih tahu saja yang dekat rumahnya, di tempat lain nggak begitu-begitu amat,” tegas Bachtiar.

Meski begitu, Bachtiar mengatakan memang pernyataan seperti itu perlu ditanggapi secara positif walaupun sebetulnya tidak bijaksana juga jika pernyataan itu yang mengucapkan wapres. Sebab, menurutnya, masih banyak urusan yang lebih penting untuk Wapres urus, seperti sektor ekonomi, pendidikan, dan sebagainya.

“Hal ini merupakan gejala dari posmoderisme, ketika orang-orang tidak berkompeten dalam bidang agama kemudian mengurusi persoalan-persoalan di bidang agama,” pungkas Bachtiar.*

Rep: Ibnu Sumari

Editor: Cholis Akbar

Ilustrasi dari plusgooglecom

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.526 kali, 1 untuk hari ini)