Makam Syaikh Abdurrahman As-Syaibani di Lumajang Jawa Timur/ ist


Salah satu penyebar Islam pertama di Jawa adalah Syaikh Abdurrahman As-Syaibani. Kakeknya Syekh Abdurrahman Assyaibani adalah Qutub Syekh Syaiban Al Iraqi Al Bagdadi, sepupu Imam Ahmad Bin Hambal.

Adapun Al-Imam Ahmad bin Hambal di lahirkan pada bulan Rabiul awal, tahun 164 H di Baghdad. Nasab beliau (Al-Imam Ahmad bin Hambal) adalah orang Arab, sehingga beliau adalah seorang Syaibani dalam nasab beliau kepada ayah dan ibunya.

Salah satu penyebar Islam pertama di Jawa adalah cucu dari sepupu Al-Imam Ahmad bin Hambal. Syaikh Abdurrahman As-Syaibani yang generasi cucu ini sebelum ke Jawa, beliau belajar di Makkah, hafal Al-Qur’an dan hadist, telah melaksanakan ibadah haji sebanyak 28 kali. Pada usia 30 tahun Syaikh Abdurrahman hijrah ke Yaman.

Kemudian oleh raja pertama dari Kesultanan Turki Usmani, Amir Ghazi, yang memerintah pada tahun 1230-1281, Syaikh Abdurrahman As-Syaibani diperintahkan menyebarkan ajaran Islam ke wilayah timur atau Nusantara.

Berikut ini tulisan tentang penyebaran Islam di Jawa pertama oleh Syekh Abdurrahman As-Syaibani,  cucu/ keturunan dari sepupu Imam Ahmad bin Hanbal, imam ahli hadits dan salah satu dari imam 4 madzhab (yaitu Imam Hanafi, Imam Malik,  Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal).

***

Syekh Abdurrahman Assyaibani Wali Penyebar Islam Pertama di Lumajang

SM Said – Sabtu, 26 Agustus 2017

Syekh Abdurrahman Assyaibani merupakan salah satu wali penyebar agama Islam pertama di tanah Jawa, khususnya di Lumajang, Jawa Timur.

Nama Syekh Abdurrahman Assyaibani memang kurang dikenal oleh masyarakat awam, namun ulama besar ini ternyata merupakan salah satu penyebar agama Islam pertama di tanah Jawa, khususnya di Lumajang, Jawa Timur.

Syekh Abdurrahman Assyaibani adalah seorang ulama Persia. Kakeknya Syekh Abdurrahman Assyaibani adalah Qutub Syekh Syaiban Al Iraqi Al Bagdadi, sepupu Imam Ahmad Bin Hambal Assyaibani. Dia pernah menuntut ilmu agama di Mekkah, hafal Alquran dan hadist dan telah melaksanakan ibadah haji sebanyak 28 kali. Pada usia 30 tahun hijrah ke Yaman.

Kemudian oleh raja pertama dari Kesultanan Turki Usmani, Amir Ghazi, yang memerintah pada tahun 1230-1281, dia diperintahkan menyebarkan ajaran Islam ke wilayah timur atau Nusantara.

Kemudian dia sampai di Aceh dan menikah dengan Cut Nazilah dan Sheikhoh Aisyah Binti Muhammad Al Marbawi. Setelah itu dia mulai menyebarkan agama Islam dari Aceh sampai Ternate, dengan cara memberi contoh tentang kebaikan sehingga banyak kalangan pejabat atau adipati waktu itu yang memeluk agama Islam. Dalam pengembaraanya di wilayah nusantara dia juga mempunyai istri Signorita Miguela dari Portugis.

Kemudian pada sekitar tahun 1250 M Syekh Abdurrahman Assyaibani sampai di Kerajaan Lumajang dan mulai menyebarkan Islam. Di daerah ini kemudian dia menikahi Roro Wulandari Bibi dari Minak Koncar Lumajang. Di Lumajang inilah dia banyak berinteraksi sehingga banyak masyarakat disana memeluk agama Islam.

Syekh Abdurrahman Assyaibani juga menjadi penasihat penguasa Lumajang ketika itu Raden Arya Wiraraja. Arya Wiraraja sebelumnya adalah Adipati Sumenep yang merupakan salah satu tokoh yang membantu Raden Wijaya mendirikan Majapahit sehingga diberikan kekuasaan di daerah sekitar Lumajang, Probolinggo hingga ke timur sampai Banyuwangi dengan nama Lamajang Tigang Juru.

Bahkan makam Arya Wiraraja dan sejumlah senopati Kerajaan Lumajang berdekatan dengan makam Syekh Abdurrahman Assyaibani. Sehingga konon sebagian warga di sekitar makam Arya Wiraraja menyakini jika mantan Adipati Sumenep ini telah memeluk Agama Islam di akhir hayatnya dengan bimbingan langsung dari Syekh Abdurrahman Assyaibani.

Dua murid Syekh Abdurrohman Assyaibani yang terkenal adalah Syekh Abdullah dari Lumajang dan Syekh Muhammad Anas dari Demak.

Perjuangannya menyebarkan agama Islam memberi pencerahan mengatasi kegelapan dan kemusyrikan masyarakat.
Perjuangan dakwah Islam Syekh Abdurrahman Assyaibani kemudian dilanjutkan oleh Wali Songo.

Sumber :
– alaviyatayeb.wordpress
– degreenbow.blogspot

(sms)*/daerah.sindonews.com (diringkas)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.786 kali, 1 untuk hari ini)