Hanung Bramantyo (foto: muvila.com)

Jakarta (SI Online) – Sutradara Hanung Bramantyo sudah resmi dilaporkan putri Proklamator Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri ke polisi hari ini, Senin (23/9/2013). Dia dilaporkan atas kasus dugaan pencemaran nama baik.

“Jadi hari ini kami baru saja melaporkan HB yang kami duga telah melakukan pencemaran nama baik terhadap RSP, kapasitas sebagai Ketua Pembina Yayasan Soekarno,” kata pengacara Rachma, Ramdan Alamsyah, seperti dikutip Liputan6.com.

Ramdan mengatakan, polisi bakal memakai pasal 310 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencemaran nama baik. Adapun ancamannya kurungan penjara maksimal satu tahun empat bulan. “Ancamannya penjara di bawah lima tahun,” ucapnya.

Berbagai bukti ucapan Hanung di media massa sudah dikantongi Ramdan. Diantaranya print out pemberitaan di sebuah media online. Adapun untuk pemberitaan di sebuah stasiun televisi, Ramdan belum menyebut detil.

“Kami sangat menyayangkan Hanung memberikan statement seperti itu. Dia nggak tahu sedang berhadapan dengan siapa,” ucapnya.

Ramdan menuding Hanung menyudutkan Rachma dengan menyebut mencari popularitas dari penolakan pembuatan dan penayangan film Soekarno: Indonesia Merdeka. Rachma keberatan karena kurang setuju dengan alur cerita dan penokohan ayahnya, Presiden pertama RI Soekarno, di dalam film garapan Hanung itu.

Rachmawati Soekarnoputri Cari Popularitas

Sebelumnya, seperti diberitakan Liputan6.com, Hanung Bramantyo berkomentar terkait protes keras yang dilayangkan Rachmawati Soekarnoputri terhadap film garapan terbarunya, “Soekarno : Indonesia Merdeka”. Bapak tiga anak itu menyebut tak ada yang salah dengan film yang mengisahkan tentang biografi sang proklamator.

Suami artis Zaskia Mecca ini justru menuding Rachmawati menjadikan konflik seputar penggarapan film ‘Soekarno’ demi alasan mencari popularitas semata. Sebab, Hanung dan Rachmawati juga terlibat dalam pembuatan film yang kabarnya menghabiskan bujet lebih dari Rp 10 Miliar itu.

“Mungkin dia (Rachmawati) yang mau banyak diekspos,” ketus Hanung mengomentari protes keras anak Bung Karno tersebut saat ditemui di America, Pasific Place, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2013).

Sutradara yang pernah menggambarkan sosok KH Ahmad Dahlan dalam film ‘Sang Pencerah’ ini menilai anggapan Rachmawati terkait alur cerita serta penokohan Soekarno yang diperankan oleh aktor Ario Bayu salah alamat.

“Ide Ibu Rachmawati yang dibicarakan dengan saya adalah tentang gambaran hari-hari terakhir Soekarno. Tapi saya memutuskan untuk tidak mengangkat soal itu, berat sekali karena takut akan banyak kontroversi,” jelas dia.

Hanung menjelaskan, ia memilih Ario Bayu, yang dianggap Rachmawati kurang nasionalis, lantaran merasa sosok Soekarno sudah sesuai dan cocok dengan gesture bintang film Java Heat tersebut. Ia pun menilai seharusnya hal tersebut tak perlu dipermasalahkan.

“Saya memilih seorang pemain berdasarkan kriteria-kriteria. Hanya ada satu Soekarno, hanya ada satu Ahmad Dahlan. Tugas kita sebenarnya hanya merepresentasikan dan reinterpretasi saja,” jelas Hanung.

red: abu faza
sumber: liputan6.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 652 kali, 1 untuk hari ini)