Ilustrasi/ Tak disadari Sanbenito (Topi Kerucut Tahun Baru & Simbol Telah Murtad Muslimin Andalus dibawah penindasan Gereja Katholik Roma yang menerapkan INKUISISI SPANYOL) sudah di pakai sejak orientasi siswa tingka SD sampai perguruan tinggi./voa-islam.com/

https://www.nahimunkar.org/sanbenito-topi-kerucut-tahun-baru-2/

Hendaknya kaum muslimin, para awamnya lebih-lebih ulamanya, berusaha menghindari penyerupaan terhadap kekhususan yang dimiliki atau berasal dari orang-orang kafir dan fasiq. Barangsiapa yang meremehkan dan melonggarkan perkara tasyabbuh, maka ditakutkan ia akan terjerumus ke dalamnya. Sebagaimana disinyalir dalam hadits, siapa yang main-main di ladang syubuhat, maka ia sangat berpotensi terjatuh di hal haram.

Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ، (أحمد وأبو داود والطبراني)

“Sesiapa menyerupai suatu kaum, maka ia (tergolong) dari mereka.” [H.R. Ahmad]

Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- memperingatkan kita semua:

«لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ» قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: «فَمَنْ»

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” [H.R. Muslim]

Ketahuilah, bahwa tasyabbuh bisa dimulai dari hal-hal remeh nan kecil namun kental dengan penyerupaan, seperti memakai kaus bola, memasang logo yang mirip dengan logo khusus orang kafir, bahkan sampai membuat judul kajian dengan judul lagu dan film orang Barat.

Jika beralasan: dalam bab ini, maka dibolehkan ber-tawassu’ (memperluas), maka:

[1] Siapakah ulama yang membolehkan melakukan hal-hal di atas?
[2] Mohon bedakan antara tawassu’ dengan tasahul (bermudah-mudah), dan:
[3] Didiklah kaum muslimin untuk menjauh dari kekhususan orang fasiq dan kafir, bukan justru mengadopsi salah satu trend mereka.

Nasehat ini sangat berlaku umum. Yang pada akhirnya, kami ingatkan dengan kalimat Rasul:

إذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْت

“Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu.” [H.R. Al-Bukhary]

Atau ya akhy, bisa kita katakan:

“Jika kita sudah merasa semua baik, dan kebal nasehat, maka gelari semua orang yang berusaha mengingatkan kita sebagai: ‘tukang nyinyir’, dan insya Allah di akhirat akan ada akibatnya buat kita.”

Mari ingat kembali sirah para Nabi, saat mengingatkan kaumnya agar waspada, mereka malah membalikkan nasehat dengan julukan-julukan yang membuat mereka dihukum. Semoga hukuman itu tak juga menimpa kita. Wallahul musta’an.

Hasan Al-Jaizy

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.072 kali, 1 untuk hari ini)