bahaya syiah

Wakil Ketua MUI Jember KH Abdullah Syamsul Arifin menyambangi lokasi bentrokan pesantren di Puger Kulon, Jember, Jawa Timur, yang diduga dipicu ketegangan Sunni-Syiah. Satu orang tewas dalam bentrokan, rumah dan kendaraan dilaporkan hancur.

Menurut Syamsul yang memantau langsung ke lokasi, insiden itu terkait penolakan warga terhadap pawai hari kemerdekaan RI yang digelar Pondok Pesantren Darus Sholihin asuhan Habib Ali Bin Umar Al-Habsy yang diduga mengajarkan paham Syiah. Syamsul mengatakan, pawai ini tidak mendapatkan izin polisi.

“Warga tidak ingin karnaval itu digelar di luar pesantren. Karena pawai itu diadakan oleh pondok aliran Syiah. Karnaval itu, juga tidak mendapat izin kepolisian,” kata Kiai Syamsul, saat dihubungi Rabu, 11 September 2013.

Namun, para santri ponpes tersebut tetap nekat menggelar pawai walaupun telah diperingatkan oleh polisi. Akhirnya, massa ponpes bentrok dengan massa Ustadz Fauzi, salah satu pengurus Ranting NU Puger Kulon

Massa saling serang dan lempar batu. Seorang polisi jadi korban luka lemparan batu. Seorang warga dari salah satu kubu (Sunni) tewas dengan luka bacokan di sekujur tubuh. Beberapa orang dilaporkan luka-luka.

Sementara, Kombes Polisi Awi Setiyono yang menyebut tengah di lokasi bersama Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono, terkait perkembangan terkini di Puger, Jember belum bisa dihubungi kembali setelah sempat memberikan keterangan awal. (eh) VIVAnews/ zetton/ http://id.answers.yahoo.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 879 kali, 1 untuk hari ini)