• Mana yang lebih terhormat, Din Syamsuddin atau Muhammad bin Maslamah yang berhasil menghabisi Ka’ab bin Asyraf pentolan Yahudi yang memusuhi Islam?

Mendakwahi Yahudi — yang dalam nash Al-Qur’an sudah jelas-jelas memusuhi Islam dan dalam kenyataan pun juga–, bila bukan karena diminta oleh pihak Yahudi dan berani menanggung resikonya di antaranya dibunuh seperti  Nabi-Nabi Allah yang telah Yahudi bunuh, maka jelas terhormat.

Sebaliknya, bila apa yang diklaim sebagai dakwah itu atas undangan dan fasilitas Yahudi, dan dalam format yang telah disodorkan secara sistematis oleh Yahudi, maka klaim terhormat itu  justru apologi yang tampak hanya untuk menutupi sesuatu.

Sebagaimana diberitakan hidayatullah.com,  Din Syamsuddin Merasa Terhormat Diundang Yahudi

Kata Din, kita harus melihat secara cerdas. Katanya, “Masak saya sebagai presiden se-Asia dan wakil presiden tokoh agama sedunia tidak mau diajak dialog.”

Dirinya mengaku mendapat kehormatan telah diundang oleh World Jewish Congress (WJC) sebagai organisasi Yahudi paling berpengaruh di dunia.

“Maka saya mendapat kehormatan,” katanya.

Menurutnya, dia satu-satunya Muslim yang diundang berbicara di kongres Yahudi yang mendukung penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina itu. Din bicara pada sesi Freedom of Religious Practices untuk menyampaikan pandangan Islam dalam hal kebebasan praktek ajaran-ajaran agama.

“Kan, menarik. Ibaratnya berdakwah, lah. Mereka bisa memahami kerena saya baca ayat-ayat al-Qur’an,” kata Din.

Meski menganggap kehadirannya untuk berdakwah, dia mengaku enggan jika pergi ke kongres itu dengan biaya sendiri. Dia pun mengaku difasilitasi penyelenggara.

“Masak kita yang pergi (yang bayar tiket dan akomodasi, red), rugi dong saya,” ujar Din.

Berita selengkapnya sebagai berikut.

***

Din Syamsuddin Merasa Terhormat Diundang Yahudi

Selasa, 14 Mei 2013

din saat peresmian

Din saat meresmikan berdirinya forum diskusi dan dialog Indonesia Journalist Forum (IJF)

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah membantah telah melakukan hal yang kontroversi karena telah hadir pada Kongres Yahudi Internasional (World Jewish Congress/WJC) di Budapest, Hongaria, 5-7 Mei 2013. Dia mengaku merasa terhormat diundang sebagai pembicara.

“Apa yang kontroversial,” kata Din balik bertanya kepada wartawan di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin, (13/05/2013).

Saat ditanya, apakah dirinya tidak khawatir kehadirannya akan mencederai bangsa Palestina yang dijajah oleh negara Yahudi Zionis Israel, dia juga mengelak. “Apa yang mencederai,” katanya lagi.

Kata Din, kita harus melihat secara cerdas. Katanya, “Masak saya sebagai presiden se-Asia dan wakil presiden tokoh agama sedunia tidak mau diajak dialog.”

Dirinya mengaku mendapat kehormatan telah diundang oleh World Jewish Congress (WJC) sebagai organisasi Yahudi paling berpengaruh di dunia.

“Maka saya mendapat kehormatan,” katanya.

Menurutnya, dia satu-satunya Muslim yang diundang berbicara di kongres Yahudi yang mendukung penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina itu. Din bicara pada sesi Freedom of Religious Practices untuk menyampaikan pandangan Islam dalam hal kebebasan praktek ajaran-ajaran agama.

“Kan, menarik. Ibaratnya berdakwah, lah. Mereka bisa memahami kerena saya baca ayat-ayat al-Qur’an,” kata Din.

Meski menganggap kehadirannya untuk berdakwah, dia mengaku enggan jika pergi ke kongres itu dengan biaya sendiri. Dia pun mengaku difasilitasi penyelenggara.

“Masak kita yang pergi (yang bayar tiket dan akomodasi, red), rugi dong saya,” ujar Din.*

Rep: Surya Fachrizal Ginting
Red: Cholis Akbar

***

Bandingkan, mana yang terhormat,  Din Syamsuddin yang diundang Yaudi untuk apa yang dia klaim sebagai berdakwah di kongres Yahudi sedunia di Hongaria Mei 2013, atau Muhammad bin Maslamah sahabat Nabi yang membunuh pentolan Yahudi  Ka’ab bin Asyraf demi mempertahankan Islam, dan Shafiyah sahabat Nabi yang membunuh orang Yahudi demi mempertahankan kehormatan?

Inilah sejarahnya.

***

Proyek Kerja Yahudi : Menghancurkan Akhlak Wanita Muslimah

 Sementara itu, seorang gembong Yahudi yang bernama Ka’b bin al-Asyraf -yang berakhir tragis di tangan para sahabat Nabi yaitu Muhammad bin Maslamah, Salkan bin Salamah (Abu Nailah), ‘Abbad bin Bisyr, Al-Harits bin Aus dan Abu ‘Abs bin Jabr- terkenal sebagai Yahudi yang sangat bersyahwat kepada wanita. Ia berasal dari Yahudi kabilah Bani Nadhir. Seorang ulama ahli Sirah yang bernama Muhammad bin Ishaq menurunkan kabar tentang Ka’b ini: Ia datang ke Madinah, mengumumkan permusuhan dan mengompori orang-orang Yahudi untuk memerangi Rasulullah dan para sahabat.

Begitu juga yang ia perbuat di Mekkah, sampai-sampai ia tidak meninggalkan Mekkah kecuali penduduk Mekkah telah menjanjikannya untuk memerangi Madinah. Ia pun melontarkan syair-syair yang berisikan tentang lekuk-lekuk tubuh Ummu al-Fadhl bin al-Harits dan wanita-wanita muslimah yang lainnya. (Al-Sirah Al-Nabawiyah oleh Ibnu Katsir).

Inilah ulah menjijikan Ka’b, seorang pemimpin Yahudi yang berakhir mengenaskan, tewas di tangan para sahabat Nabi. Pada saat itu, syair merupakan media informasi yang sangat canggih. Suatu kabilah bisa berperang dengan kabilah lain lantaran sebuah syair yang diucapkan oleh seseorang yang berasal dari kabilah pertama agar meghancurkan kabilah yang kedua itu, Sebuah peristiwa yang kecil bisa dibentuk menjadi besar dengan syair. Syair pada saat itu tak ubahnya koran, majalah, radio dan televisi pada saat ini. Syair yang hebat digantungkan di Ka’bah agar manusia bisa mengetahui dan jamaah haji menukilkannya ke pelosok daerah tempat mereka nanti kembali. Dan syair yang menghujat dan melecehkan kaum muslimin di saat itu merupakan syair yang digemari oleh musuh-musuh Islam. Tapi, syair seperti apa yang digunakan oleh Ka’b ini? Sebuah syair yang mengungkapkan betapa besarnya nafsu kotornya kepada wanita-wanita yang tidak halal baginya.

 Saat ini, kita tidak heran dengan usaha-usaha Yahudi di balik pemotretan telanjang, di balik casting para wanita untuk iklan, di balik semua eksploitasi tubuh wanita dengan berbagai metode dan cara pengelabuan. Kadang-kadang dengan mengatakan kebebasan seni, kebebasan berekspresi atau yang lebih mengada-ada lagi bagian dari Hak Asasi Manusia!

Marilah kita mendengarkan kisah Ka’b menjelang kematiannya di tangan para sahabat Nabi. Ada kata-kata yang muncul dari hatinya yang dipenuhi dengan syahwat kepada wanita, terutama kepada wanita muslimah: Al-Bukhari berkata dalam Shahihnya: Bab pembunuhan terhadap Ka’b bin al-Asyraf: Ali bin Abdullah menceritakan kami; Sufyan menceritakan kami; Amr berkata: Saya mendengar Jabir bin Abdullah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Siapa yang bersedia mengurus Ka’b bin al-Asyraf? Sesungguhnya ia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Maka Muhammad bin Maslamah berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah, apakah kamu ingin aku membunuhnya?” Rasul menjawab: “Ya!” Muhammad berkata: “Kalau begitu izinkan aku untuk mengatakan sesuatu yang tidak biasa (sebagai siasat di hadapan Ka’b).” Rasul menjawab: “Katakan apa saja!”. Lalu, Muhammad mendatangi Ka’b dan berkata: “Sesungguhnya laki-laki ini (maksudnya adalah Rasulullah) telah meminta kami banyak sedekah dan telah membuat kami lelah, karena itu aku datang (mewakili kaumku) untuk meminta pinjaman harta darimu dan janganlah engkau menunda-nunda pemberian itu. Sungguh, kami telah menyesal mengikutinya tapi apa boleh buat, kami akan menunggu sebentar lagi saja melihat sejauh mana ia mengerjakan urusannya, karena itu sekali lagi, berikanlah kami bantuan pinjaman.” Ka’b menjawab: “Boleh, tapi dengan syarat; berikan aku gadai.” Muhammad bertanya: “Apa yang kamu inginkan?”. Ka’b berkata: “Gadaikanlah istri-istri kalian untukku”. (Mukhtashar Shahih al-Bukhari oleh Al-Zabidi).

Lanjutan kisah di atas, terjadi tawar menawar antara Muhammad dengan Ka’b. Akhirnya disepakati barang yang digadaikan adalah persenjataan perang kaum Anshor. Ketika akan dibicarakan lebih lanjut tentang perjanjian kesepakatan ini, Ka’b disergap dan dibunuh oleh Muhammad bin Maslamah dan Abu Nailah.

Dalam pembahasan mengenai upaya Yahudi merusak wanita muslimah ini, belum cukupkah bagi sebagian dari para wanita muslimah untuk melihat kembali gaya hidup mereka? Simaklah kata-kata Ka’b di atas: “Gadaikanlah istri-istri kalian untukku”.

 Sungguh, kita belum pernah mendengar seorang panglima perang atau seorang pemimpin suatu negara meminta jaminan wanita dari si peminjam selain bangsa Yahudi. Kata-kata Ka’b ini bukanlah kata-kata sepele yang dilewatkan begitu saja oleh para pengikut Yahudi sepanjang zaman. Kata-kata ini menjadi slogan dan protokol bangsa Yahudi terhadap perempuan non-Yahudi, utamanya perempuan muslimah. Ya, gadaikanlah istri-istri kalian! Begitulah kaidah umumnya. Pengembangannya, jangan ditanya lagi. Umat Yahudi sangat lihai mengembangkan hal-hal yang umum. Ambil contoh satu saja dari pengembangan mereka ini: Keluarkan para istri kaum muslimin dari rumah-rumah mereka. Pertama, buat ekonomi mereka sulit dan tergantung kepada kita. Dengan begitu para laki-laki muslim tidak memiliki uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Apa yang kemudian terjadi? Keluarlah istri-istri mereka demi mencari uang juga. Ketika mereka keluar untuk bekerja, dimanakah ada pekerjaan yang mengkhususkan perempuan saja di dalamnya di negara sekuler? Di rumah sakit, perempuan yang menjadi dokter, dengan bebasnya mengobati pasien laki-laki, dari yang muda sampai yang tua. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan bahwa ditusuknya kepala seorang dari kalian dengan jarum masih lebih ringan dibanding menyentuh kulit yang bukan mahramnya. Di universitas, perempuan yang menjadi dosen, dengan bebasnya mengajar mahasiswa laki-lakinya yang keterpautan umurnya mungkin hanya beberapa tahun lebih muda. Setelah ini, musibah masih berkelanjutan, setan yang berhasil menggoda Adam dan Hawa dengan menyuruh mereka makan dari buah pohon yang Allah larang sangatlah lihai. Bayangkan betapa banyak dan melimpahnya keni’matan Adam dan Hawa di surga: Apapun boleh mereka ni’mati, hanya satu pohon saja yang tidak boleh. Bayangkan betapa sempitnya peluang setan untuk bisa menjatuhkan mereka berdua. Akan tetapi kita semua tau hasilnya bagaimana setan membesar-besarkan yang kecil sehingga terlihat di benak Adam dan Hawa sebagai sesuatu yang sangat besar. Kita semua tau bagaimana setan berhasil menghiasi amalan buruk dengan kemasan nan indah sehingga mereka berdua terjerumus.

Istri di rumah yang sangat setia. Tetapi di kantor ia bertemu dengan perempuan yang lazimnya ketika keluar mesti berdandan. Setan kemudian mengatakan bahwa perempuan teman sekantor ini jauh lebih menarik dan perhatian. Apa yang kemudian terjadi? Singkat saja, paling tidak, keharmonisan rumah tangganya sudah mulai goyah. Tetapi, masalahnya tidak akan menjadi ruwet begini seandainya dalam satu kantor itu laki-laki hanya bertemu laki-laki. Tidak ada ikhtilat (pencampurbauran laki-laki dengan perempuan) di sana, dan inilah yang diinginkan oleh Islam.

Sudah cukupkah usaha Yahudi untuk mengganggu wanita muslimah? Ternyata Yahudi Bani Quraizhah melengkapi rekor mesum Bani Qainuqa’ dan Bani Nadhir. Simaklah bukti sejarah yang tak terbantahkan ini yang sekaligus menjadi guru bagi keturunan Yahudi sepanjang masa: Berkata Ibnu Ishaq (salah seorang ulama ahli Sirah): Yahya bin Abbad bin Abdullah bin al-Zubair menceritakan kami, dari ayahnya, Abbad, ia berkata: Adalah Shofiyah binti Abdul Muththalib berada di benteng yang dijaga oleh Hassan bin Tsabit. Ia (Shofiyah) berkata: Adalah Hassan bersama kami menjaga wanita dan anak-anak. Maka lewatlah seorang laki-laki dari Yahudi. Ia bahkan mengitari benteng tempat kami berlindung. Kami tau bahwa Yahudi Bani Quraizhah telah memutuskan dan mengkhianati perjanjian mereka dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Beliau memang sedang fokus perang sehingga tidak dapat menolong kami. Maka aku pun berkata kepada Hassan: Hai Hassan, sesungguhnya kamu lihat Yahudi itu mengitari benteng kita, dan sesungguhnya –demi Allah- aku tidak merasa aman akan kejahatannya kepada kami, sedangkan kamu tau bahwa Rasulullah dan para sahabatnya sedang sibuk berperang, maka turunlah kamu dan bunuhlah ia! Hassan menjawab: Semoga Allah mengampunimu wahai anak Abdul Muththalib! Aku tidak merasa perlu melakukan itu. Ia (Shofiyah) melanjutkan: maka ketika aku lihat tidak ada faedahnya mengharapkan Hassan, aku mengambil batang kayu besar, aku turun dari benteng dan memukul kepala si Yahudi itu sampai mati (Al-Sirah Al-Nabawiyah oleh Ibnu Katsir).

Lagi, kita tidak pernah melihat umat yang memerangi Islam dengan ganasnya seperti umat Yahudi ini. Di saat mereka sedang terlibat pertempuran dengan kaum muslimin, mereka masih sempat menyusup ke barisan wanita muslimah untuk melihat aurat mereka. Dengan peristiwa memalukan yang terakhir ini, lengkaplah pelajaran penting untuk generasi Yahudi seterusnya tentang bagaimana mengeksploitasi aurat wanita muslimah, bagaimana memperdayakan mereka agar mengekor di belakang perempuan Yahudi, baik dari cara berpakaian, cara berbicara, cara bersikap dan secara umum: cara hidupnya.

Murid: Lebih Profesional ketimbang Gurunya:

Taukah Anda dengan nama ini: Sigmund Freud. Kalau Anda tidak mengenalnya, para mahasiswa jurusan psikologi dan kedokteran sangat mengenalnya. Ia adalah seorang dokter sekaligus penyebar teori berbahaya tentang sex. Apa yang ia katakan? Ia mengatakan, bahwa tindakan bayi –terutama bayi laki-laki- mengisap payudara ibunya untuk menyusu didorong oleh nafsu seksual sang bayi! Ia juga mengatakan, bahwa tindakan anak kecil –terutama anak perempuan- mengisap ibu jarinya sendiri juga didorong oleh nafsu seksual sang anak! Dengan ini, nafsu seksual adalah lumrah dan biasa untuk dilampiaskan. Jadi, bagi para pemuda jangan sungkan-sungkan untuk berkencan seks dengan pemudi yang ia temui dan ia sukai. Bagi para pemudi juga jangan pelit-pelit untuk merebahkan tubuhnya di hadapan pemuda yang menginginkannya. Bukankah itu suatu yang alami? Lihatlah anak bayi, lihatlah anak kecil, mereka semua mempraktikkannya tanpa sungkan-sungkan. (Al-Mausa’ah Al-Muyassarah Li al-Adyan wa al-Firaq al-Mu’ashirah oleh World Assembly of Muslim Youth).

Kelihatannya, teori sampah seperti ini tidak akan mendapat perhatian dari orang-orang, namun umat Yahudi sangat lihai mengemasnya sampai menjadi menarik, kemudian mempropagandakan ‘keabsahannya’ lewat mesin media yang sangat massif mereka kuasai. Jadi jangan heran jika teori aneh ini menjadi kurikulum di fakultas-fakultas psikologi. Bukan sebagai teori yang harus dikritisi, namun sebagai teori yang harus diyakini dan diterapkan.

Apa yang ingin diinginkan oleh Freud dengan teori sesatnya ini?

Begini, kalau dulu wanita muslimah dan pria muslim merasa sangat berdosa ketika melakukan zina, baik itu zina kecil seperti seorang pria melihat aurat wanita atau sebaliknya seorang wanita melihat laki-laki, maka dengan doktrinasi teori ini, perbuatan zina adalah sesuatu yang fitri, sesuatu yang alami, sehingga tidak perlu ada perasaan dosa yang menggelayuti jika terjadi.

Sementara itu, seorang penulis muslim tentang Yahudi yang bernama Thariq al-Suwaidan, menurunkan berita tentang nama-nama aktor dan artis Yahudi yang memiliki tugas merusak generasi muda muslimah. Suatu hal yang ironis dimana di saat yang sama, wanita-wanita muda di kalangan Yahudi dijadikan sebagai tentara-tentara yang membunuh para laki-laki Palestina. Aktor-aktor dan artis-artis yang ditulis oleh Thariq sebagai biang Yahudi itu di antara lain adalah pemeran James Bond, Britney Spears dan Demi Moore. Sedangkan, perusahaan-perusahaan Cinema terbesar juga dikuasai oleh keluarga Yahudi. Louis Maire, pemilik perusahaan Cinema Paramount. William Fox, pemilik perusahaan Cinema Fox. Keluarga Warner, pemilik Warner Brothers. Dan Karl Lemy, pemilik Universal. Dan jangan lagi tanya tentang majalah pornografi terbesar; Playboy, orang-orang Yahudi-lah yang memproduksi dan menyebarkannya. Sesuai dengan doktrin Sigmund Freud yang mereka tuhankan, salah satu tujuan utama pembuatan film yang mereka buat adalah menyebarkan kebebasan seksual dan melebehkan wanita muslimah (Al-Yahudiyah oleh Thariq al-Suwaidan).

Sudahkah Anda mendengar tentang bagaimana orang-orang Yahudi mencuri rahasia umat Islam lewat para diplomat dan murid-murid muslim yang belajar ke negara-negara Barat? Kalau belum, marilah kita dengarkan penelitian yang dilakukan Abdullah al-Thail ini: Sesungguhnya, orang-orang Yahudi menyiapkan wanita-wanita mereka yang sangat cantik yang mereka tempatkan di hotel-hotel dimana para diplomat muslim itu tinggal dan bermalam selama tugas diplomasinya. Para wanita ini telah dibekali berbagai pelajaran tentang bagaimana melayani dan merayu para diplomat itu agar mereka mau tidur di belaian dan dekapan mereka. Banyak dari para diplomat pengkhianat muslim itu yang terjebak dengan rayuan mereka dan akhirnya tidur bersama mereka. Setelah mereka berhasil menjebak para diplomat itu, tidak ada jalan lain bagi para diplomat jika ingin skandalnya tidak terbongkar kecuali minimal menceritakan secara detail rahasia-rahasia negaranya kepada mereka. (Yahudi Perusak Dunia oleh Abdullah al-Thail).

http://fsqalhafidz.org/index.php/materi-utama/kajian/97-tahukah-kamu-apa-dan-siapa-syiah-nushoiriyah-alawiyah.

***

Selayaknya  umat Islam mengambil pelajaran, betapa dahsyatnya permusuhan Yahudi terhadap Islam dan kaum Muslimin. Bukan malah bangga dan merasa terhormat berkomplot dengan Yahudi musuh Islam yang sangat dahsyat, hanya lantaran mendapatkan fasiltas. Betapa memalukannya!

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.374 kali, 1 untuk hari ini)