RMOL. Kesalahan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terletak pada ‎ucapannya yang menyalahkan pemahaman orang lain dengan menggunakan kata pejoratif “dibohongi”.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin saat ditemui di Kantor MUI, Jalan Proklamasi Nomor 51, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/11).

“Karena ini kan berarti ada objek dan ada subjek yang membohongi,” ujar mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Untuk itu, Din meminta agar masyarakat tidak lagi memperdebatkan masalah penghilangan kata “pakai” yang dilakukan Buni Yani saat memberi caption video Ahok yang diunggahnya ke Facebook. Menurut Din, perdebatan ini justru akan menimbukan masalah baru bagi masyarakat.

“Jadi sudahlah, ini mohon tidak perlu diperdebatkan. Justru kalau dikutak katik ada kata ada kata ‘pakai’ atau tidak justru akan menimbulkan masalah‎ baru,” pungkasnya. [zul]

LAPORAN: Widian Vebriyanto/politik.rmol.co/ Rabu, 09 November 2016

(nahimunnkar.com)