Ketum Muhammadiyah: Tak Ada Gunanya, BNPT Bubarkan Saja

“Apa kerjanya BNPT hanya ngomongin dan menyalahkan, dan menyinggung umat Islam,” ujar Din.

 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan, mengundurkan diri dari tim panel yang dibentuk Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara telah mengajak secara lisan Din untuk turut menjadi anggota tim panel tersebut.

Adapun tim ini dibentuk sebagai respons kementerian tersebut akan polemik pemblokiran 19 situs media Islam oleh Kemenkominfo atas masukan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Situs-situs tersebut diklaim BNPT sebagai bermuatan penyebaran radikalisme.

Dalam sebuah surat bernomor 136/1.0/A/2015 berkop PP Muhammadiyah, disebutkan bahwa Din, dalam kapasitas baik sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah maupun Ketua Umum MUI, menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kesempatan yang diberikan Menkominfo.

“Akan tetapi, setelah memperhatikan tujuan, struktur, dan arah dari pembentukan tim panel tersebut, dengan segala hormat Prof Din Syamsuddin tidak bersedia menjadi bagian dari Tim Panel Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif,” demikian kutipan surat bertanggal 6 April 2015 itu.

Saat dikonfirmasi, Din membenarkan isi surat pengunduran diri tersebut. Alasannya, lanjut Din, karena sampai sekarang, dirinya belum mendapatkan keterangan tertulis yakni Surat Keputusan (SK) Menkominfo terkait pembentukan tim panel yang dimaksud.

“Saya mengundurkan diri. (Alasannya) jadi saya belum dapat SK-nya (pembentukan tim panel),” kata Din Syamsuddin, Senin (6/4) di Kantor PP Muhamadiyah, Jakarta.

Din juga menyebut, dirinya mendukung apabila pihak-pihak pengelola situs yang diblokir mengajukan gugatan hukum terhadap Kemenkominfo. “Bagus itu (gugatan hukum terhadap Kemenkominfo),” kata dia singkat. [AW/ROL]SELASA, 17 JUMADIL TSANIYAH 1436H / APRIL 7, 2015

***

SELASA, 17 JUMADIL TSANIYAH 1436H / APRIL 7, 2015

Ketum Muhammadiyah: Tak Ada Gunanya, BNPT Bubarkan Saja

JAKARTA (Panjimas.NET) – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin melempar wacana agar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dibubarkan saja. Menurutnya, keberadaan BNPT itu kurang bermanfaat dan tidak ada gunanya.

“BNPT tidak ada gunanya, dibubarkan saja,” tegas Din Syamsudin di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/3/2013).

Din mempertanyakan kinerja BNPT selama ini. Yang dia tahu, BNPT hanya rajin memberikan statement negatif kepada publik ketika ada penangkapan teroris. “Apa kerjanya BNPT hanya ngomongin dan menyalahkan, dan menyinggung umat Islam,” ujar Din.

Tidak itu saja, Din juga mengatakan jika dana BNPT patut diselidiki. Jangan sampai lembaga negara menggunakan dana dari sumber yang tidak diinginkan. Maka dari itu, PP Muhammadiyah mendorong untuk dilakukan audit.

“Harus diaudit dananya, dan kemungkinan dapat sumbangan dari luar negeri,” tandas Din.

Din merasa ada perluasan definisi terorisme. Sebab, aparat belakangan ini cenderung bertindak tidak adil, sehingga hal semacam itu harus dikritisi.

Din memberikan contoh, kejadian di Poso pada tahun 2007, saat keluarga besar Muhammadiyah tengah menyiapkan ibadah sholat Idul Fitri yang dibubarkan oleh pihak kepolisian karena berbeda dengan pemerintah. Hal itu seharusnya tidak boleh terjadi.

“Itu bukan teroris, jadi  sekarang makna  sudah diperluas teroris itu. Tapi ada teroris nyata, langsung ke lambang negara yang namanya Lapas (Lapas Cebongan),  polisi tidak mendefinisikannya sebagai teroris, ini diskriminasi,” pungkasnya. [GA/okz]