Jakarta— Terdakwa kasus penodaan agama telah resmi dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan dijatuhi pidana 1 tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Tuntutan tersebut dibacakan lada misdang ke-20 yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017) lalu.

Banyak pihak menganggap terjadi intervensi dalam proses persidangan, yang berujung pada gerakan petisi yang dipelopori oleh Arif Susanto melalui website change.org.

Dalam petisi tersebut, dijelaskan Jaksa Agung HM Prasetyo harus segera dicopot karena merusak tatanan hukum Indonesia. HM Prasetyo dinilai terang-terangan melindungi Ahok si Penista Agama dengan menunda pembacaan tuntutan dengan alasan tak masuk akal, dan kini hanya menuntut 1 tahun penjara dan 2 tahun masa percobaan.

“ini adalah #DagelanHukum karena semua pihak dan lembaga yang memiliki otoritas keagamaan Islam di Indonesia menyatakan ahok bersalah. Sudah banyak penista Agama yang juga dihukum maksimal,” jelas Arif dalam surat petisi yang dikutip melalui laman change.org, Minggu, (23/4/2017).

Arif menambahkan dalam keterangan petisi itu, bahwa Presiden Jokowi gagal menegakkan supremasi hukum sebagaiman amanat Konstitusi. Maka Jokowi harus segera mencopot HM Prasetyo kecuali Jokowi juga andil dalam melindungi Penista Agama dan merusak tatanan Hukum Indonesia.

Sejak dimulai pada Kamis, (20/4/2017), petisi tersebut telah mendapat 12.119 pendukung dari total target dukungan sebesar 15.0000. Banyak orang yang terlibat dalam petisi ini dan ikut memberikan komentar.

“Tajam ke bawah tumpul ke atas , keputusan jaksa penuntut ada intervensi dari jaksa agung yang notabene orang partai Nasdem,” kata Nurul Hidayat seorang warga Bekasi yang dikutip dalam kolom komentar.

Piprim Basarah Yanuarso salah satu peserta petisi juga mengatakan, Jaksa Agung harus independen, bukan dari partai politik (parpol) sehingga keputusannya amat politis, tidak bisa menegakkan keadilan dengan sebenarnya.

“Tegakkan keadilan, banyak yuriprudensi mengenai penista agama yg diganjar hukuman penjara, kenapa ketika seorang pejabat hukuman jadi keluar,” kata Mas Rifai yang juga salah satu peserta petisi.

Berikut lampiran halaman website petisi tersebut, https://www.change.org/p/jokowi-presiden-jokowi-segera-copot-jaksa-agung-hm-prasetyo

Penulis Henrikus Setya/rilis.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 720 kali, 1 untuk hari ini)