Dari sebelum berlangsungnya acara perayaan Syiah Ghadir di Jakarta Sabtu 26/10 2013 sudah santer pemberitaan suara Ulama dan tokoh Islam bahwa perayaan syiah itu menista sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Hingga MUI pun melayangkan surat ke pihak polisi agar acara itu tidak diberi izin.  Majelis Ulama Indonesia: Jangan Beri Izin Acara Syiah Al-Ghadir! https://www.nahimunkar.org/majelis-ulama-indonesia-jangan-beri-izin-acara-syiah-al-ghadir/

Karena kalau memberi izin berarti sama dengan ikut menista bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 Memberikan Izin Perayaan Idul Ghadir Sama dengan Ikut Menistakan dan Mengkafirkan Sahabat Nabi https://www.nahimunkar.org/memberikan-izin-perayaan-idul-ghadir-sama-dengan-ikut-menistakan-dan-mengkafirkan-sahabat-nabi/

Ketika perayaan mencaci sahabat Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam yang disebut IdulGhadir itu tetap berlangsung, ternyata jelas pembicaranya pun ada yang mengecam Muawiyah sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan ada slide yang mengecam Umar bin Khathab. “Pembangkangan Umar Bin Khatab” di Slide Acara Ghadir Perayaan Syiah Kecam Sahabat Nabi https://www.nahimunkar.org/pembangkangan-umar-bin-khatab-di-slide-acara-ghadir-perayaan-syiah-kecam-sahabat-nabi/

 

Umat Islam semakin faham, apa yang sebelumnya dijelaskan oleh para ulama bahwa apa yang disebut hari raya Ghadir oleh syiah dan dirayakan itu memang untuk mencaci para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kefahaman Umat Islam ini tampaknya memunculkan adanya semacam ingat kembali bahwa bebrapa waktu yang lalu ada pihak yang telah lantang berjanji akan membakar mimbar yang digunakan mencaci sahabat Nabi saw. sehingga beredar di facebook tulisan bergambar yang mengingatkan masalah itu.

Inilah tulisan dan gambarnya.

***

Kabar Dunia Islam

Sukai Halaman Ini · 28 Oktober

Habib Riziq
“Saya instruksikan kepada seluruh Laskar FPI di manapun berada: habisi, hancurkan siapapun mereka (termasuk Syi’ah- red) yang mencaci maki sahabat Nabi dan ulama Salaf kita,” seru Habib Rizieq.

“Kalau ada orang ceramah di atas mimbar mencaci maki Sayyidina Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khatthab, Utsman bin Affan, dan para shahabat lainnya, bakar panggungnya saudara,” tegas Habib Rizieq di hadapan para ulama, habaib, tokoh, aktivis Islam dan seribuan peserta deklarasi Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI), di Masjid Al-Ishlah, Petamburan Jakarta Pusat, Rabu malam (4 November 2012).

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=538787829540068&set

***

Adanya tulisan dan gambar semacam menagih janji itu, karena memang suara yang dikutip itu pernah diberitakan. Inilah beritanya.

***

Selasa, 20 Nov 2012

Benarkah Habib Rizieq Syiah? Wajib Baca Bagi Yang Menuduh Habib Syiah

JAKARTA (voa-islam.com) – Beberapa bulan lalu beberapa media  meributkan tuduhan bahwa Habib Rizieq Shihab penganut Syi’ah, Ketua Umum FPI itu enggan menanggapi. Dengan bijak, Habib yang terkenal sangat tegas dalam bersikap tidak mau terpancing.

Ketika media sudah sepi, secara terbuka Habib membantah gonjang-ganjing tuduhan Syi’ah itu. Di hadapan para ulama, habaib, tokoh, aktivis Islam dan seribuan massa tabligh akbar dan deklarasi Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI), Habib menegaskan bahwa tuduhan itu dilakukan oleh para oknum yang ingin mengadudomba para tokoh Islam.

.… Saya instruksikan kepada seluruh Laskar Pembela Islam di manapun anda berada: habisi! Hancurkan siapa pun mereka yang mencoba-coba mencaci maki Ahlul Bait Nabi, shahabat Nabi, ulama Salaf kita…

“Belum apa-apa Habib Rizieq sudah disebut Syiah. Gara-gara ke Iran selama tujuh hari, saya disebut Syiah. Padahal saya di sekolah Kristen tiga setengah tahun saya tidak disebut Kristen. Saya 7 tahun di Saudi Arabia saya tidak disebut wahabi, ada apa? Ini ada upaya adu domba antara kita,” tegasnya dalam acara yang digelar di Masjid Al-Ishlah, Petamburan  Jakarta Pusat, Rabu malam (14/11/2012).

Kepada kaum Syi’ah yang sangat memusuhi Ahlussunnah Waljama’ah, Habib menyatakan bahwa FPI siap menanggapi segala argumen yang disampaikan secara santun dan ilmiah. “Selama mereka menyampaikan pendapat dan kritik kepada Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan cara yang santun dan ilmiah, kita siap menjawab secara santun dan ilmiah,” lanjutnya.

…Kepada Laskar FPI, kalau besok ada orang ceramah di atas mimbar mencaci maki Sayidina Abu Bakar Siddiq, Sayidina Umar bin Khatthab, Sayidina Utsman bin Affan, para shahabat yang lainnya, bakar panggungnya saudara…

Tapi kepada para kaum Syi’ah dan penganut sekte lainnya agar jangan coba-coba menghina para shahabat Nabi dan ulama Salaf. Siapapun yang menghina mereka akan berhadapan dengan Laskar FPI.

“Kalau mereka mencoba-coba mencaci maki Ahlul Bait Nabi, shahabat Nabi, ulama salaf kita saya instruksikan kepada seluruh Laskar Pembela Islam di manapun anda berada: habisi! Hancurkan siapa pun mereka,” ancamnya.

Bahkan secara tegas Habib menginstruksikan seluruh Laskar FPI agar tegas dan berani memerangi para penganut Syi’ah yang menghina para shahabat Nabi.

“Jadi kepada laskar, kalau besok ada orang ceramah di atas mimbar, mencaci maki Sayyidina Ali, mencaci maki Fatimah Az Zahra, mencaci maki Sayidina Hasan dan Husain yang merupakan Ahlul Bait Nabi, bakar mimbarnya! Kalau besok ada orang yang ceramah di atas mimbar, mencaci maki Sayidina Abu Bakar Siddiq, mencaci maki Sayidina Umat bin Khattab, mencaci maki Sayidina Utsman bin Affan, mencaci maki para shahabat yang lainnya, Al-Muhajirin wal Anshar, bakar panggungnya saudara!” tegasnya. [Ahmed Widad]

***

Perkataannya sangat lantang, pelaksanaannya belum ada

Dengan adanya perbedaan mencolok antara tegasnya perkataan dan sunyi senyapnya pelaksanaan, maka tampaknya menimbulkan pertanyaan orang seperti tersebut di atas.

Disamping di masyarakat dipertanyakan orang, masih pula diancam oleh ayat Allah Ta’ala:

{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ } [الصف: 2، 3]

2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS As-Shaff/61: 2-3).

Waktu pun berjalan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Umat Islam pun jadi saksi.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 7.310 kali, 1 untuk hari ini)