Dipolisikan, Video Muhammad Kace Menista Islam: Jangan Mau Dibodoh-bodohi untuk Berhaji, Habis Uang Enggak Jelas

Dalam video itu, pria yang mengaku bernama Muhammad Kace ini mengenakan pakaian shalat berwarna putih lengkap dengan peci putih. Dia lantas menghina rukun haji yang dianggapnya hanya memperkaya Arab Saudi. Dia juga meminta Presiden Jokowi agar masyarakat Indonesia tidak dijadikan devisa bagi Arab.

“Memang sih haji itu Ibadah, tetapi kasih makan orang arab. Kalau tidak ada hajian, miskin tuh Negara Arab. Orang Indonesia yang habis-habisan jual kebun, untuk berangkat ke Arab, di sana cuma cium Hajar Aswad, saya yang alami itu. Saya ngomong ini fakta. Di sana hanya nyium batu dan naik-naik gunung.” Ungkap pria tersebut.

Dia kemudian mengatakan kebenaran itu hanya ada di dalam Taurat dan Injil. Dia juga mengatakan orang yang kafir itu yang mengikuti kitab fiqih Islam. “Saudara jangan dibodoh-bodohin ya, kasihan,” ujar dia. (dal/fin).

    fajar.co.id, Senin, 13 Juli 2020 10:55

https://www.nahimunkar.org/video-viral-pria-ini-sebut-pancasila-lebih-baik-dibanding-5-rukun-islam/

Inilah berita dipolisikannya Muhammad Kace yang menista Islam dan ujaran kebenciannya lewat video di youtube itu.

***

Konten Berbau SARA, Dua Akun Media Sosial Dilaporkan ke Polisi

views: 16.184

Pengurus dan anggota RASI melaporkan seorang pria bernama Muhammad Kace ke Polda Metro Jaya yang diduga membuat video ujaran kebencian. Foto: SINDOnews/Dok

 

JAKARTA – Pengurus dan anggota Masyarakat Spritual Indonesia (RASI) melaporkan seorang pria bernama Muhammad Kace yang diduga membuat video ujaran kebencian di akun media sosial @Zontoloyo.

Video tersebut ikut disebar akun Youtube @Pavel88channel. Kedua akun ini pun dilaporkan organisasi masyarakat yang beranggotakan personel dengan latar belakang agama yang beragam ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Ahad (12/7/2020).

Laporan yang mereka diterima dengan nomor laporan LP/4042/VII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 12 Juli 2020 dengan merujuk Pasal 28 Ayat 2 Jo Pasa 45 A UU RI No. 19 Tahun 2019 tentang ITE dan Pasal 156 KUHP soal penyebaran ujaran kebencian, penghinaan terhadap golongan rakyat Indonesia. 
Wakil Ketua Umum Rasi Muntaha Noer mengungkapkan, mereka melaporkan pernyataan terlapor soal penghujatan kitab Safinatun Najah yang merupakan ringkasan kitab Imam Syafii. Menurutnya, kitab tersebut merupakan pegangan pokok pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama (NU).

“Kami menganggap video tersebut membenturkan dan mempertentangkan antara ajaran dan keyakinan antar agama dalam hal ini agama Islam dan Kristen. Kami menganggap perbuatan tersebut dapat menciptakan keresahan, kecurigaan, mengadu domba, hingga akhirnya berpotensi menciptakan konflik horizontal antar umat beragama di Indonesia,” katanya.

Muntaha mengungkapkan, terdapat pernyataan terlapor yang bisa membuat keresahan di masyarakat dan menimbulkan konflik yang mengandung unsur SARA.”Ini ada di menit 16 sampe 28 sambil menunjukan kitab buku cover merah dan hijau itu kitabnya (Safinatun Najah). Dia blang ‘ ya saudara jangan mau ditipu hijrah ke Taurat dan Injil itu yang bener dihadapan Allah ya para Ustaz, Kiai ayo berpikir ini karangan lho’. Jadi itu karangan dari Imam Nawawi maka jangan sampai ini tertipu,” jelasnya.

Kemudian ada lagi di menit 15 sambil menunjukkan kitab buku cover warna merah dan hijau ‘bukan dari Al Qur’an kitab itu, saudara jangan dibodoh-bodohi, yang kasian kalau punya modal mending buka toko biar usaha buat anak cucu. “Daripada buat jalan-jalan ke Arab abis uang enggak jelas, pulang gelar haji. Saya gelar haji’ dia menunjukan begitu, ‘tapi enggak manfaat haji saya. Makanya mendingan itu buat modal bikin usaha buat anak bini’,” ucapnya menirukan pernyataan terlapor dalam video.

Untuk itu Rasi melaporkan terlapor ke Polda Metro Jaya dengan membawa sejumlah barang bukti terkait video tersebut agar membuat efek jera dan tidak ada lagi pernyataan yang sama yang membuat keresahan antar agama di Indonesia. “Kami memohon kepada polisi untuk segera mengusur akun pavel 88channel dan zontoloyo (Muhammad kace) yang telah menimbulkan keresahan antar umat beragama,” pintanya.

(thm)

 

Puguh Hariyanto

metro.sindonews.com, Senin, 13 Juli 2020 – 07:12 WIB

 

***

 

 

Pasal 156 a KUHP: Penodaan Agama

UU Hukum Pidana (KUHP) Pasal 156 : Penodaan Agama



  
 

  
 

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

  
 

Pasal 156
Barang siapa di rnuka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beherapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa hagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

  
 

Pasal 156a
Dipidana dengan pidana penjara selama-lumanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a. yang pada pokoknya bcrsifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;

b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.

 
 

http://indonesianskeptics.blogspot.in/2013/10/uu-hukum-pidana-kuhp-pasal-156-penodaan_11.html

  
 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 3.208 kali, 1 untuk hari ini)