“Diramaikan” Lagi, Aliran Sesat Hakekok Resahkan Ummat


  • Ritual Pria Wanita Mandi Bareng Tanpa Busana
  • Aliran Sesat, Halalkan Seks Bebas

Kini diramaikan lagi, ini beritanya.

***

Polisi Amankan Penganut Aliran Hakekok, Ritual Pria Wanita Mandi Bareng Tanpa Busana

 


Penganut aliran Hakekok Balaka Suta di Pandeglang diamankan polisi/Repro

 Petugas Intelkam Polres Pandeglang Banten bersama Polsek Cigeulis mengamankan sekitar 16 orang diduga penganut aliran sesat mengadopsi dari aliran hakekok, Kamis (11/3).

Kelompok aliran sesat tersebut diamankan petugas saat sedang ritual di wilayah Perkebunan Sawit PT Globalindo Agro Lestari (GAL), di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pemimpin aliran kepercayaan yang diduga sesat atas nama Arya (52), warga Kampung Polos, Desa Waringin Kurung, Kecamatan Cimanggu, juga turut diamankan petugas.

Menurut informasi, aksi pengamanan dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Pandeglang, AKP Sely Eldiansyah. Petugas pun langsung membawa kelompok aliran sesat ke Polsek Cigeulis dan kemudian dibawa ke Polres Pandeglang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari hasil interogasi sementara, diduga pimpinan aliran sesat tersebut telah mengajak jemaahnya mandi secara bersama-sama tanpa mengenakan busana. Ritual mandi bersama tanpa busana tersebut diikuti sebanyak 16 orang terdiri dari 5 orang anggota perempuan, 8 orang anggota laki-laki, dan 3 orang anak-anak.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi membenarkan penangkapan tersebut. Sejumlah anggota aliran sesat diamankan di Mapolres Pandeglang.

“Betul saat ini sudah kami amankan, dan mereka sedang menjalani pemeriksaan di Polres,” ujar KBP Hamam diberitakan Kantor Berita RMOLBanten.

Aliran tersebut diadopsi dari ajaran Hakekok yang dibawa oleh Abah Edi (mendiang). Kemudian diteruskan oleh Arya dengan ajaran Balaka Suta Pimpinan Abah Surya.

“Dari hasil pendalaman sementara saat ini, dugaan masih kepada aliran kepercayaan. Polres Pandeglang juga sudah berkoordinasi dengan Bakorpakem yaitu Kejari untuk bersama-sama mengambil langkah antisipasi,” ujar Kabid Humas Polda Banten, Kombes Edy Sumardi.

Lebih lanjut, Edy Sumardi juga mengimbau kepada para tokoh agama untuk bersama-sama dengan polri dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tak terhasut aliran tersebut.

“Kemudian berikan kepercayaan kepada polri untuk melakukan penyelidikan,” demikian Edy Sumardi. 

EDITOR: DIKI TRIANTO Share

Laporan: Diki Trianto

rmol.id, Jumat, 12 Maret 2021, 01:45 WIB

***

“Diramaikan” Lagi, Aliran Sesat Hakekok Resahkan Ummat


Posted on 15 September 2009

by Nahimunkar.org

“Diramaikan” Lagi, Aliran Sesat Hakekok Resahkan Ummat

Aliran sesat Hakekok di Jawa Barat ramai lagi. Beritanya muncul kembali di antaranya setelah padepokan Syah milik pemimpin Hakekok di Pandeglang dibakar massa baru-baru ini akibat praktek ajaran sesat dan mesum.

Aliran sesat yang dulunya dikenal dengan Islam Hakekok itu tidak mewajibkan shalat dan puasa Ramadhan. Juga mengajarkan seks bebas, bahkan mempraktekkannya. Bahkan Syah yang padepokan Hakekoknya dibakar massa di Pandeglang itu lantaran diduga menzinai anak tirinya. Aliran yang tersebar di Jawa Barat dan kini merambah Banten ini sudah berulang-ulang “diramaikan”, namun belum ada khabar dilarang. Padahal sudah sejak 1985-an meresahkan Ummat Islam. Bahkan seorang ulama Betawi Jakarta KH Abdullah Syafi’I yang meninggal tahun 1985-an pun telah berpidato di pemancar Radio-nya dengan menyatakan sesatnya Islam Hakekok. Berarti Hakekok itu telah meresahkan Ummat Islam sejak 25-an tahun lalu.

Tahun 2002 juga ramai lagi, dan ada berita bahwa jaksa pun boleh menangkapnya. Kini tahun 2009 di Bulan Ramadhan 1430H ramai lagi, dan sampai terjadi pembakaran padepokan pemimpinnya di Pandeglang Banten.

Dari kenyataan berulang-ulang “diramaikannya” itu, seolah aliran sesat itu barang simpanan yang kapan-kapan diungkap kalau dianggap perlu. Kalau sudah ramai, kemudian seolah-olah seperti hampir akan dilarang. Tetapi tidak-tidak juga. Bahkan aliran sesat yang sudah dilarang pun seperti Islam Jama’ah dibiarkan menjamur dengan berganti-ganti nama, berkeliaran, bahkan mendekat-dekat ke MUI untuk minta jatah masuk ke MUI. Lebih dari itu ada petinggi yang bahkan sowan ke sarang aliran sesat itu untuk minta dukungan dan ternyata gagal dalam pemilihan presiden yang lalu.

Berita tentang Islam Hakekok yang sudah meresahkan Ummat Islam dan ramai sejak 1985-an, kini terulang lagi sebagai berikut:

Minggu, 13 September 2009

Aliran Sesat,

Halalkan Seks Bebas

Ditulis Oleh : Redaksi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten menyatakan bahwa aliran Hakekok yang dianut sebagian warga Kabupaten Pandeglang merupakan aliran yang menyimpang dari ajaran Islam.

“Oleh karena itu MUI Banten mendesak Badan Koordinasi Penganut Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) segera bertindak tegas,” kata Ketua MUI Banten KH Aminudin Ibrohim di Serang, Kamis.

Selain itu,lanjut Aminudin,aliran Hakekoh di Pandeglang adalah variasi dari tasawuf dan ritual menyimpang.

“Yang dimaksud menyimpang itu, beribadah cukup dengan niat dan dilakukan di tempat gelap. Selain itu laku-laki dan wanita yang bukan istrinya diperbolehkan bercampur (berhubungan badan-red),” kata Aminudin.

Dengan alasan itulah MUI Banten mendesak Bakorpakem dan kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas kepada aliran Hakekok ini. Sebab jika terlambat, dikhawatirkan akan lebih meresahkan masyarakat.

“Masyarakat juga bisa lebih anarkis lagi,jika pemerintah membiarkan hal ini terjadi,” terangnya.

Aminudin juga mengatakan, pihak MUI juga akan secepatnya mengambil langkah setelah Bakorpakem bertindak.

“Kami akan lakukan pembinaan kepada penganut aliran itu. Pembinaan ini juga kami lalukan kepada 40 orang penganut aliran Ahmadiyah. Dan hasilnya, Alhamdulillah mereka (penganut Ahamdiyah-red) bisa kembali ke jalan Islam,” kata bapak berkacamata tersebut.

Sementara dihubungi terpisah ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten Fatah Sulaeman pihaknya masih melakukan pelacakan apakah jenis organisasi penganut Hakekok.

“Apakah organisasi mereka itu mirip pesantren, majelis ta`lim, atau lainya,” kata Fatah.

Hingga kini padepokan atau majelis zikir milik Syah (45) yang dibakar massa di Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten, hinggga saat ini masih dijaga ketat polisi.

Sumber: http://www.dakta.com/dakta_ok.php?module=detailberita&id=1934

https://www.nahimunkar.org/diramaikan-lagi-aliran-sesat-hakekok-resahkan-ummat/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 418 kali, 1 untuk hari ini)