.

 

Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq di Jl Raya Cianjur-Bandung Km6 Karang Tengah Cianjur Jawa Barat diresmikan oleh Ketua MUI Pusat KH Ahmad Khalil Ridwan bersama Hakim MK Dr Patrialis Akbar SH MH,  Wakil MUI Cianjur H Cepi Jaurahudin mewakili Ketua Umum MUI Kabupaten Cianjur KH R Abdul Halim, dan Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti. Peresmian itu berlangsung khidmat pada Hari Rabu 7 Rabi’ul Ak hir 1435H/ 5 Februari 2014.

Berdirinya masjid di lokasi strategis di Jalan Raya antara Cianjur-Bandung Km6 ini atas prakarsa dan usaha dari Yayasan Abu Bakar Shiddiq Bintaro Jakarta pimpinan H Adang Suhardjo bersama H Nugraha Prajitna dan para ikhwah lainnya. Ini semua terwujud atas pertolongan Allah Ta’ala lewat para muwaqif dan dermawan.

Pihak setempat menyampaikan rasa syukurnya atas berdirinya masjid ini, karena di samping lokasinya strategis di jalur jalan raya masih pula di dekat dua industry. Hingga akan memudahkan para karyawan, masyarakat setempat dan para pengendara yang sedang melintasi jalan raya itu untuk shalat di masjid ini ataupun mengikuti kegiatan Islami lainnya.

Lebih bergembira lagi, kata Wakil MUI Cianjur, H Cepi, karena Bapak Adang Suhardjo dari pihak Yayasan mengemukakan di lokasi 1200 meter ini di sebelah masjid akan didirikan sekolah yang diprogramkan plus hafalan Al-Qur’an. Hal itu disyukuri pula oleh Kapolres AKBP Dedy Kusuma Bakti.

 Kebersamaan dan rasa syukur tampak pula dalam acara peresmian masjid ini. Di antaranya ada sambutan pula dari pihak Bupati yang diwakili Bp Abdullah, dihadiri pula oleh Dandim Cianjur, pemimpin Ormas Islam seperti Garis / Gerakan Reformis Islam Cianjur H.Encep Hermawan beserta para laskarnya, dan masyarakat setempat.

Kegiatan peresmian masjid ini dilanjutkan dengan santunan kepada masyarakat setempat berupa hadiah sembako, dan penanaman pohon di sisi masjid. Para ulama dan pejabat yang memberikan sambutan pada acara persemian itu dihadiahi buku, di antaranya berjudul Islam dan Al-Qur’an pun Diserang, karya Harono Ahmad Jaiz, terbitan Pustaka Nahimunkar, Surabaya. Sedang para hadirin dihadiahi dua buah buku Islami.

Ahlussunnah memuliakan Abu Bakar dan Para Sahabat Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Ketua Yayasan, H Adang Suhardjo mengemukakan, Yayasan dan masjid ini mengambil nama Abu Bakar Shiddiq, karena Ahlussunnah sagat memuliakannya dan para sahabat Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam pada umumnya. Karena keteladanannya sebagai sahabat yang menemani Rasul di dalam gua ketika dikejar-kejar kaum kafir Quraisy, dan juga menemani Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam hijrah dari Makkah ke Madinah. Bahkan Abu Bakar mendermakan hartanya untuk Islam sebesar 40000 dirham, dia infaqkan untuk Islam. Namun kini ada aliran Syiah yang menghujat Abu Bakar, bahkan mengkafirkannya. Oleh karena itu Abu Bakar Shiddiq perlu kita teladani dan muliakan.

Sementara itu Ketua MUI Pusat dan Daerah (Cianjur) serta Hakim MK dan Pejabat setempat yang menyambut peresmian Masjid ini mengemukakan rasa syukur mereka dan berharap masjid ini jadi tempat kegiatan shalat berjamaah dan Jum’ah serta kegiatan Islam untuk membina umat dan generasi yang akan meneruskan kita. Hingga tumbuh masyarakat dan generasi yang Islami, mampu membaca bahkan menghafal Al-Qur’an serta rajin shalat berjamaah. Sebagaimana penghuni Lapas (Lembaga pemasyarakatan alias penjara) di Cianjur yang tadinya banyak yang tidak faham Islam, tidak dapat membaca Al-Qur’an, bahkan wudhu saja tidak dapat, tetapi setelah sekian waktu dibina setiap pekan dua kali oleh MUI, maka kini mereka jadi ahli ibadah.

Demikian harapan mereka. Kebersamaan dalam ukhuwah Islam pada acara peresmian masjid ini tergambar pula ketika mereka mengakhiri acara dengan shalat dzuhur berjamaah.

(nahimunkar.com) 

(Dibaca 1.327 kali, 1 untuk hari ini)