Indikasi memelihara berbagai aliran sesat semakin tampak lewat jalur kementerian agama. Kasus menteri agama mengangkat dedengkot aliran sesat LDII jadi anggota Amirul Haj 1433H/ 2012 (https://www.nahimunkar.org/17436/heboh-adanya-pentolan-aliran-sesat-diangkat-jadi-anggota-amirul-haj-indonesia-1433h-2012/) tampaknya justru jadi contoh soal untuk jadi acuan. Hingga di antara bawahannya pun dengan “cerdas” menindaklanjuti dengan mengirim 30 da’i gemblengan orang-orang bermasalah menyangkut kesesatan.

30 da’i yang akan diterjunkan ke apa yang disebut daerah rawan itu digembleng oleh para pembela Ahmadiyah (aliran sesat yang memalsu Islam) diantaranya Azyumardi Azra dan Masdar F Mas’udi. Sedang rombongan 30 da’I itu berasal dari lembaga yang dipimpin Noer Isklandar SQ orang yang pernah terbongkar kerja sesatnya yakni nikah semalam  dengan janda Amir Biki.

Sosok kyai yang dimaksud adalah Noer Muhammad Iskandar SQ pimpinan pondok pesantren Assiddiqiyah, Kebon Jeruk (Jakarta Barat).

Lelaki beristri dua kelahiran Banyuwangi 5 Juli 1955 ini, pernah melakukan nikah semalam dengan Dewi Wardah (ketika itu berusia 42 tahun), janda Amir Biki (tokoh kasus Tanjung Priok, yang tewas pada saat terjadi bentrokan dengan aparat 12 September 1984). Peristiwa itu terjadi 19 April 1995, di hotel Equator, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Perzinahan berkedok nikah semalam ini, bermula ketika sang kyai menelepon Dewi Wardah untuk menyaksikan acara manasik haji di hotel itu. Dewi pun datang memenuhi undangan sang kyai. Sewaktu acara manasik masih berlangsung, Dewi Wardah diajak masuk ke kamar hotel, dan dirayu sang kiai untuk menjadi istri ketiganya, dengan janji manis akan membiayai anaknya yang menempuh pendidikan di pesantren pimpinan sang kyai. Meski terkejut, Dewi Wardah akhirnya oke saja. Waktu itu Dewi meminta agar bapaknya diberitahu tentang rencana pernikahan ini, namun sang kyai mengatakan tak perlu wali, tak perlu saksi. (Kutip —http://trimudilah.wordpress.com/2007/02/09/gaya-hidup-zina/Nikah Semalam Gaya Kyai).

Kini, para dai yang akan dikirim oleh kementrian agama itu telah digembleng oleh BIN, BNPT, para pendukung aliran sesat tersebut, sedang para dai itu sendiri  bersumber dari lembaga Noer Iskandar SQ yang di antara lakonnya seperti tersebut. Apakah kebetulan atau disengaja, ternyata tempat untuk menggembleng para kyai kemudian dilanjutkan dengan para da’i yang akan dikirim itu juga tempat praktek Noer Iskandar SQ nikah semalam yang heboh masa lalu tersebut, hanya saja  hotel itu dulu namanya Equator, kini Millennium.

Sebagaimana diberitakan berikut ini

***

30 Dai Mendapat Pelatihan BIN & BNPT Untuk Dikirim ke Daerah Rawan

Jakarta (VoA-Islam) –  Sebanyak 30 orang da’i yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Kiai dan Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia (MKSP3I) mendapat pelatihan dari BIN, BNPT dan Puslitbang Kemenag selama dua hari (12-14 November) dii Hotel Millenium Jakarta. Pelatihan ini akan ditindaklanjuti dengan mengirimkan para da’i ke berbagai tempat yang rawan masuk “ajaran radikal”.

Demikian dikatakan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Prof Abdul Djamil di sebuah situs resmi Kemenag RI.

“Usai acara ini, mereka langsung ditempatkan di Bogor, Indramayu, Sukabumi, Kuningan, Cirebon, Pandeglang, Mesuji, Solo, Karanganyar, Sampit, Sampang, hingga Kediri,” ujar Abdul Djamil usai pembukaan Halaqoh Ulama dan Launching dai Rahmatan Lil Alamin Senin (12/11).

Menurut Prof Djamil, halaqah membahas berbagai isu-isu aktual problematika umat bertajuk “Memahami Keberagamaan di Indonesia dan Menegakkan Prinsif Islam Rahmatan Lil Alamin dalam Kehidupan berbangsa dan Bernegara”. Narasumbernya Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyad Mbai, tokoh nasional, cendekiawan, dan akademisi.

Ketua Umum MSKP3I Noer Muhammad Iskandar SQ menegaskan siap memberikan pencerahan bagi rakyat Indonesia yang tergabung dalam kelompok yang radikal ataupun kelompok yang longgar terhadap nilai-nilai keislaman. “Aliran sesat timbul karena miskinnya silaturahim. Kami siap menyebarkan lagi ajaran ahlussunnah wal jamaah hingga ke pelosok agar selamat dari kelompok ekstremis,” tegasnya. (desastian) Rabu, 14 Nov 2012

***

Perlu ingat do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

(Doa Nabi SAW untuk Pejabat yang Mempersulit Ummat Islam)

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

 “Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.281 kali, 1 untuk hari ini)