Disebut Babi, Ma’ruf Amin Lebih Memilih untuk Memaafkan

 

Maruf Amin sendiri menilai, isi ceramah orang tersebut kebabalasan. Ia menuturkan, sudah mengetahui video tersebut yang ternyata dibuat pada masa Pilpres 2019.

Maruf mengakui tidak akan melaporkan Jafar ke pihak kepolisian. Ketimbang memperpanjang perkara, Maruf lebih memilih untuk memaafkan.

Namun kabarnya, penceramah itu ditangkap polisi.

Berkaitan dengan ditangkapnya Habib Ja’far itu, Sekjen Korlabi Novel Bamukmin menanggapinya:

“Tanggapan saya sebagai praktisi hukum dari beberapa tim advokat yang saya bergabung termasuk saya sebagai Sekjen Korlabi penangkapan ini diduga bermuatan politis dan diduga juga kriminalisasi ulama. Karena di saat umat Islam fokus dengan kasus yang diduga penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati dan Muwafiq yang tidak ditangkap oleh pihak kepolisian yang diduga MUI pun bermain,” katanya.

 

Inilah beritanya

***

Diejek sebagai Babi di Ceramah Habib Jafar, Ini Jawaban Telak Ma’ruf Amin

 

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 04 Desember 2019 | 16:41 WIB


[Youtube]

“Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? (dijawab jemaah: babi). Apa? (babi). Apa? (babi). Saya tanya Maruf Amin babi bukan? (babi). Babi bukan? (babi).

Suara.com – Video ceramah pengkhotbah bernama Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas yang memancing jemaah untuk menyebut babi ketika ia mengatakan nama Wakil Presiden Maruf Amin, viral.

Maruf Amin sendiri menilai, isi ceramah orang tersebut kebabalasan. Ia menuturkan, sudah mengetahui video tersebut yang ternyata dibuat pada masa Pilpres 2019.

“Itu kan memang kebablasan, itu narasi permusuhan, narasi kebencian, berlebihan. Menurut saya itu tidak baik,” kata Maruf di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Namun, Maruf mengakui tidak akan melaporkan Jafar ke pihak kepolisian. Ketimbang memperpanjang perkara, Maruf lebih memilih untuk memaafkan.

“Oh tidak (akan melaporkan). Mudah-mudahan tentu dia bisa menyadari saja dan mengubah cara bernarasi, jangan menyampaikan pesan-pesan seperti itu, agar lebih baik,” kata Maruf.

Untuk diketahui, dalam media sosial YouTube, terdapat satu video yang menunjukkan seseorang bernama Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas tengah berceramah.

Dalam video itu, Jafar tengah menceritakan kisah Nabi Musa AS versi Islam. Ada seorang murid Nabi Musa AS yang ketika mendapatkan ilmu, menyebarkannya untuk duniawi. Jafar menyebut murid Nabi Musa AS itu menjual agama demi kehidupan saat ini.

Lalu murid dari Nabi Musa AS diubah oleh Allah SWT menjadi babi. Nabi Musa AS sempat meminta muridnya untuk kembali menjadi manusia.

Dalam ceritanya, Habib Jafar menceritakan alasan Allah SWT mengubah murid Nabi Musa AS karena telah menjual agama untuk duniawi.

Habib Jafar lantas mencontohkannya dengan ustaz zaman sekarang.

“Maka kalau ada zaman ustaz-ustaz sekarang andai kata ada ustaz-ustaz bayaran, ada ustaz-ustaz target yang di zaman Nabi Nuhammad SAW, hidup di zaman Nabi Musa AS sudah berubah menjadi seekor babi,” kata Habib Jafar.

“Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? (dijawab jemaah: babi). Apa? (babi). Apa? (babi). Saya tanya: Maruf Amin babi bukan? (babi). Babi bukan? (babi).”

Video itu diunggah oleh pemilik akun yang dinamakan Channel habib ja’far shodiq bin alattas pada 30 November 2019.

suara.com

***

Habib Jafar yang Hina Ma’ruf Ditangkap, Korlabi: Kriminalisasi Ulama!

 

Jakarta – Penceramah Habib Jafar Shodiq dikabarkan telah ditangkap polisi karena menghina Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dengan sebutan ‘Babi’. Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) akan memberi pendampingan hukum.

“Kami dari tim advokat Korlabi siap mendampingi beliau jika memang diperkenankan,” ujar Sekjen Korlabi Novel Bamukmin saat dikonfirmasi, Kamis (5/12/2019).

Novel menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan kerabat Habib Jafar Shodiq untuk pendampingan hukum itu. “Surat kuasa kita lagi terus berkordinasi dengan Habib Adong selaku kerabat dekatnya Habib Jafar,” katanya.

Novel mengatakan dalam kasus yang menjerat Habib Jafar Shodiq dinilai bermuatan politik dan diduga juga sebagai bentuk kriminalisasi ulama. Dia mempertanyakan perbedaan perlakuan antara Habib Jafar Shodiq dan Sukmawati serta Gus Muwafiq yang juga dipolisikan.

“Tanggapan saya sebagai praktisi hukum dari beberapa tim advokat yang saya bergabung termasuk saya sebagai Sekjen Korlabi penangkapan ini diduga bermuatan politis dan diduga juga kriminalisasi ulama. Karena di saat umat Islam fokus dengan kasus yang diduga penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati dan Muwafiq yang tidak ditangkap oleh pihak kepolisian yang diduga MUI pun bermain,” katanya.

 

Farih Maulana Sidik – detikNews , Kamis 05 Desember 2019, 16:36 WIB

 

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 387 kali, 1 untuk hari ini)