Disejajarkan dengan Pelacur, Doanya Tidak Diijabahi


Ilustrasi. Ust Bambang Irawan Hafiluddin rahimhullah (w 2010) mantan gembong Islam Jamaah. Pihak yang pernah memerintahkan jamaahnya untuk mengqunuti nazailah untuk Bambang Irawan (Juli sampai September 1998 selama 90 hari)…malah hidupnya sakit-sakitan dengan bomerang dari doanya serta qunutnya “mugo-mugo uripe sengke’ kere, deblek, ashor… hingga penganjur qunut Nazilah untuk Bambang Irawan Hafiluddin itu justru sakit stroke selama 6 tahunan (2000-2006). Namun Bambang Irawan sehat, akhirnya wafat 2010 bukan akibat qunut nazilah untuknya. (silakan baca link di paling bawah). Foto/ potongan video di ytb. https://www.youtube.com/watch?v=3wlSRpH3Oak

Di dalam hadits ada yang disebut sebagai ‘assyaar عَشَّارًا (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Sebagaimana para pentolan Islam Jama’ah atau 354 (aliran sesat yang ganti-ganti nama didirikan oleh mendiang Nur Hasan Ubaidah Madigol), do’anya tidak diijabahi. Karena mereka adalah tergolong orang-orang yang ditolak doanya, karena sebagai ‘assyaar (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Hal itu termasuk dalam ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ
النَّبِيِّ
صَلَّى
اللَّهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
قَالَ : { تُفْتَحُ
أَبْوَابُ
السَّمَاءِ
نِصْفَ
اللَّيْلِ
فَيُنَادِي
مُنَادٍ
هَلْ
مِنْ
دَاعٍ
فَيُسْتَجَابُ
لَهُ
؟
هَلْ
مِنْ
سَائِلٍ
فَيُعْطَى
؟
هَلْ
مِنْ
مَكْرُوبٍ
فَيُفَرَّجُ
عَنْهُ
؟
فَلَا
يَبْقَى
مُسْلِمٌ
يَدْعُو
دَعْوَةً
إلَّا
اسْتَجَابَ
اللَّهُ
عَزَّ
وَجَلَّ
لَهُ
إلَّا
زَانِيَةً
تَسْعَى
بِفَرْجِهَا
أَوْ
عَشَّارًا } . رَوَاهُ
أَحْمَدُ
وَالطَّبَرَانِيُّ
وَاللَّفْظُ
لَهُ
صحيح
الترغيب
والترهيب – (ج 2 / ص 305) 2391 – ( صحيح)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Pintu-pintu langit dibuka tengah malam maka pemanggil menyeru, adakah yang berdoa, maka (pasti) diijabahi baginya. Adakah yang meminta, maka (pasti) diberi. Adakah yang dirundung keruwetn, maka (pasti) dilapangkan darinya. Maka tidak tersisa seorang muslim pun yang berdoa dengan suatu doa kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan baginya kecuali wanita pezina (pelacur) yang berusaha dengan farjinya (kemaluannya) atau pemungut (harta orang) persepuluhan. (HR Ahmad dan At-Thabarani, lafal ini bagi At-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib nomor 2391).

Nah, para pentolan Islam Jama’ah atau kode kelompok itu 354 (lihat kalau ada warung-warung dan sebagainya ada kode 354 berarti kelompok mereka) dengan jajarannya itu tiap bulannya memungut “persenan” sepersepuluh harta tiap orang yang dianggap sebagai jamaahnya. Bahkan kalau waktu-waktu tertentu seperti menjelang lebaran, khabarnya pemungutan pun bertambah tinggi. Apakah bukan عَشَّارًا yang doanya tertolak dan disejajarkan dengan pelacur, mereka itu?

Pihak yang lain, memungutnya mungkin sampai 15 persenan. Lebih mantap lagi dhalimnya. Dan itulah sumber utama (70-an persen) uang belanja negeri yang banyak koruptornya ini. Makanya sumber itu dari mana, perlu kita sadari benar karena memang dari sana, yaitu dari yang telah sangat dikecam dan diancam oleh Allah Ta’ala lewat Nabi-Nya yang mulia.

Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengecam sedemikian, tidak lain karena harta orang Muslim itu dilindungi, dan tidak boleh diambil tanpa hak. Dalilnya:

يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آَمَنُوا
لَا
تَأْكُلُوا
أَمْوَالَكُمْ
بَيْنَكُمْ
بِالْبَاطِلِ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil….”[An-Nisa : 29]

Dalam ayat diatas Allah melarang hamba-Nya saling memakan harta sesamanya dengan jalan yang tidak dibenarkan. Dan pajak adalah salah satu jalan yang batil untuk memakan harta sesamanya.

Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا
يَحِلُّ
مَالُ
امْرِئٍ
مُسْلِمٍ
إلَّا
بِطِيبِ
نَفْسٍ
مِنْهُ

“Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya” (HR Abu Daud dan Al-Baihaqi, Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Jami’ush Shagir 7662, dan dalam Irwa’al Ghalil 1761 dan 1459. (lihat Abu Ibrahim Muhammad Ali, Pajak dalam Islam, Majalah Al-Furqon, Edisi I, Tahun VI/Sya’ban 1427/2006.)

Itulah penjelasan, kenapa doa mereka tertolak, walau sampai dalam doa qunut nazilahnya menyebut agar yang celaka itu orang yang mendhaliminya. Ternyata tetap tidak dikabulkan!

Dari sumber berupa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun kenyataan yang terbukti nyata dalam kehidupan, maka semoga hal ini jadi pelajaran berharga. Paling kurang, semoga akan menambah kemantapan saudara-saudara kita yang mentas keluar dan bertaubat dari aliran sesat LDII – Islam Jamaah. Lebih dari itu, semoga menjadi peringatan bagi semuanya, termasuk mereka yang terkena oleh hadits tersebut.

 Bagi yang ingin membaca tentang Kuwalat dengan Qunut, dan tentang wafatnya Bambang Irawan yang tidak celaka apa-apa, silakan simak berikut ini.

Ini linknya: https://www.nahimunkar.org/doa-ldii-islam-jamaah-ternyata-tertolak-kenapa-ya/

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 599 kali, 1 untuk hari ini)