Tampilan personel Brimob saat sweeping yang terkesan garang dan siap tembak di tempat, membuat suasana mencekam dan tidak nyaman.

Masyarakat Poso masih melihat belum tuntasnya pengusutan terhadap kasus penganiayaan dan salah tangkap terhadap beberapa aktivis masjid di Poso oleh oknum anggota Brimob.

Hal-hal lain yang sangat merugikan posisi umat Islam Poso dari peristiwa ini adalah:

Pencitraan yang buruk dan upaya penggiringan opini yang salah secara massif dan terencana terhadap lembaga pendidikan Islam di Poso yang konsisten membela Islam dan kaum muslimin, khususnya pesantren Amanah. Karena lokasi sweeping Brimob ada di jalan poros Trans Sulawesi persis di depan pesantren Amanah, dan titik berkumpulnya pasukan Brimob ada di areal pesantren Amanah maka pasti warga masyarakat dan semua pengguna jalan yang lewat akan berasumsi bahwa telah terjadi penangkapan dan penggerebekan di pesantren Amanah. Kabarnya sebelum ini Pesantren Hidayatullah di Poso Kota juga pernah menerima perlakuan yang hampir sama, menurut situs arrahmah.com.

Kasus yang dinilai bahwa Brimob melakukan penyimpangan dan kesewenangan di Pesantren Amanah Poso, inilah beritanya.

***

Pesantren Amanah Poso Merasa Dirugikan Sweeping Aparat

Senin, 4 November 2013 – 09:02 WIB

Hidayatullah.com–Belum lagi tuntas pengusutan terhadap kasus penganiayaan dan salah tangkap terhadap beberapa aktivis masjid di Poso oleh oknum aparat, kini lembaga pendidikan Islam di Poso  dinilai menuai stigma negative. Kasus ini dialami Pesantren Amanah Putra, asuhan Ustadz H. Muhammad Adnan Arsal.

Kisahnya, pondok pesantren yang terletak di Jalan Trans Sulawesi Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir, pada hari Ahad, 3 November 2013 sekitar pukul 10.30 WITA  pasukan aparat dari Brimob bersenjata lengkap dengan seragam hitam-hitam plus sebo penutup wajah dan kaca mata hitam layaknya sebuah penggerebekan sebagaimana sering diliput secara live oleh beberapa TV mendatangi pesantren Amanah yang saat itu para santrinya tengah mengikuti proses belajar mengajar di kelas.

Dengan diangkut oleh sebuah truk Brimob dan dan sebuah mobil patroli taktis korps elite Bhayangkara itu berhenti persis di depan Pesantren Amanah dan langsung turun memasuki areal pesantren, yang lainnya bersiaga penuh di jalan poros Sulawesi itu dan menghentikan semua kendaraan yang lewat dari 2 arah untuk melakukan sweeping dan pemeriksaan kepada seluruh pengguna jalan berikut bagasi dan barang bawaannya.

“Katanya cuma sweeping dan pemeriksaan di jalan, kok kenapa masuk ke kompleks pesantren kami? Dengan tampilan siap tempur lagi, bahkan masuk jauh sampai ke ruang kelas. Jelas ini penyimpangan dan kesewenangan” papar Ustad Adnan Arsal.

Menurut tokoh umat Islam Poso ini, tampilan petugas yang serba hitam dengan wajah tertutup sebo dan kacamata hitam ditambah dengan senapan serbu canggih yang siap di tangan semakin membuat kesan tidak ramah dan tidak bersahabat.

Apalagi, hal tersebut membuat santri-santri belia kelas 1 dan 2 yang rata-rata masih usia 12-13 tahun merasa tertekan. Bahkan menurut laporan santri, sampai-sampai  mahasiswa STAI Poso yang saat itu tengah melakukan PPL mengajar di ruang kelas 2 terlihat sedikit pucat dan ketakutan.

Lebih jauh,  Adnan Arsal juga memprotes keras aparat Brimob. Melalui Wakapolri Ogroseno di Jakarta, Adnan menilai Pesantren Amanah diperlakukan dzalim.

Adnan berharap  tindakan aparat ini tidak dimaksudkan sebagai pencitraan yang buruk dan upaya penggiringan opini terhadap lembaga pendidikan Islam di Poso yang dinilai sangat konsisten membela Islam dan kaum Muslimin, khususnya pesantren Amanah.

Pernyataan Adnan ini disampaikan karena lokasi sweeping yang dilakukan aparat Brimob berada tepat di jalan poros Trans Sulawesi, persis di depan pesantren Amanah, dan titik berkumpulnya pasukan Brimob ada di areal pesantren Amanah.

Ia juga menilai, kondisi masyarakat Poso yang mulai kondusif terganggu karena model tampilan personel Brimob saat sweeping yang terkesan garang dan siap tembak di tempat, sehingga membuat suasana mencekam dan tidak nyaman.

Harmoni kehidupan masyarakat Poso yang perlahan-lahan mulai pulih pasca eskalasi konflik seolah kembali terusik sehingga memunculkan kembali trauma masa lalu yang penuh luka lama dan api dendam.*/J Morangke

Rep: Anonymous

Editor: Cholis Akbar/ hdytllahcom

***

Allah Ta’ala telah berfirman:

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ  [البروج : 8]

Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, (QS Al-Buruj/ 85: 8)

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (Qs Al-Maaidah/5: 82).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ ( [آل عمران : 118]

118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya(QS Ali ‘Imran/3: 118).

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 849 kali, 1 untuk hari ini)