Aksi tolak Dubes Iran di IAIN Surakarta, Kamis, (22/05). Foto: Kiblat.net

.

 

  • Wakil anti Syiah : Pembatalan acara Iran Corner ini harus diterima dengan lapang dada oleh pihak IAIN Surakarta. Sebab, aqidah Syiah yang dibawa dari Iran merupakan musuh bersama umat Islam.

“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah yang telah menyelamatkan ribuan mahasiswa IAIN Surakarta calon penerus dan pemikul amanah risalah dari penyesatan yang dilakukan syi’ah (Iran-red),” tutur Prof. Dr. dr. KH. Zainal Arifin Adnan, SpPD-KR

 tokoh MUI yang terkenal tegas dalam menyikapi aliran-aliran sesat, terutama Syi’ah.

Sementara itu, Sekjen LUIS Yusuf Suparno dalam pertemuan di IAIN Solo Jateng, Kamis (22/5 2014), menyatakan bahwa pembatalan acara Iran Corner ini harus diterima dengan lapang dada oleh pihak IAIN Surakarta. Sebab, aqidah Syiah yang dibawa dari Iran merupakan musuh bersama umat Islam.

“Mohon dengan sangat agar pembatalan acara ini jangan sampai ada keterpaksaan. Ini harapan kami. bahwa penyakit yang dibawa dari negara Iran ini harus kita sepakati. Sehingga kita amankan generasi kita, terutama mahasiswa yang ada di IAIN ini,” pungkas Yusuf.

Inilah beritanya.

***

Ketua MUI Surakarta: Allah Telah Selamatkan Ribuan Mahasiswa IAIN Solo dari Sesatnya Syiah

Sejumlah massa umat Islam menolak kedatangan Dubes Iran di IAIN Surakarta, Kamis, (22/05). /kiblat.net

SURAKARTA – Terbukti sudah, kesungguhan umat Islam Surakarta dalam membendung gerak langkah kelompok Syiah. Hal itu terbukti, beberapa event tahunan syiah yang hendak digelar di Surakarta berhasil digagalkan.

Sebagaimana aksi Laskar Umat Islam dan masyarakat muslim Surakarta yang kompak menolak acara Iran Corner yang akan diselenggarakan di gedung IAIN Surakarta atas kerjama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dengan Kedutaan besar Iran untuk Indonesia, Kamis (22/5/2014) lalu.

Berbagai Pujian serta support untuk LUIS pun mengalir dengan deras. Salah satunya dari Ketua MUI Surakarta yang dikenal kritis Prof. Dr. dr. KH. Zainal Arifin Adnan, SpPD-KR.

“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah yang telah menyelamatkan ribuan mahasiswa IAIN Surakarta calon penerus dan pemikul amanah risalah dari penyesatan yang dilakukan syi’ah (Iran-red),” tutur tokoh MUI yang terkenal tegas dalam menyikapi aliran-aliran sesat, terutama Syi’ah.

Prof Zainal melanjutkan, “semoga Allah menjaga keistiqomahan perjuangan kita bersama. Untuk ummat Islam yang ikut serta dalam penggagalan acara peresmian Iran Corner kamis kemarin, kalian telah menerapkan apa yang ada dalam Al-Qur’an Surat Al ‘Imron ayat ke 159, itulah diantara sikap mukmin sejati yang tertulis dalam Al-Qur’an”.

Selain memberikan motivasi serta pujian kepada LUIS, ketua MUI Solo ini juga memberikan nasehat kepada segenap keluarga besar IAIN serta mahasiswanya.

“Belajarlah lagi tentang ilmu dienul Islam dan mohonlah pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jangan menggadaikan keimanan kalian hanya karena dunia semata,” tegasnya kepada reporter Voa-Islam via Whats App, Jum’at (23/05/2014).

Semoga dukungan dan apresiasi para tokoh dan umat kepada LUIS dan umat Islam umumnya, agar lebih waspada dan istiqomah membentengi umat dari kemungkaran. [PurWD/Nabhan/voa-Islam.com] (voa-Islam.com) Senin, 27 Rajab 1435 H / 26 Mei 2014 16:05 wib

***

Ditolak Umat Islam, Duta Besar Iran Gagal Resmikan Iran Corner di IAIN Surakarta

5 hari lalu

KIBLAT.NET, Surakarta – Umat Islam Surakarta yang terdiri dari berbagai elemen seperti Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, LUIS, HASMI, FKAM, dan beberapa ormas lainnya hari ini, Kamis, (22/05) mengadakan audiensi dengan pihak kampus IAIN Surakarta.

Audiensi itu dilakukan untuk menyampaikan aspirasi umat Islam Surakarta yang menolak kedatangan Duta Besar Iran, Mahmoud Farazandeh. Sedianya, Dubes Iran akan melakukan peresmian Iran Corner dan Simposium “Al-Qur’an and The World Without Violence” pada hari ini.

Acara yang difasilitasi oleh Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Dakwah IAIN Surakarta ini juga menghadirkan Hajjatullah Ebrahimian, Ph.D, dari konsulat kebudayaan Kedutaan Besar Iran.

Pada pukul 08.20, pagi ini, perwakilan umat Islam Surakarta diterima oleh Abdul Matin, Dekan Fakultas Ushuluddin STAIN Surakarta yang didampingi oleh perwakilan Kodim dan kepolisian.

“Sedianya kami akan ada simposium berkaitan dengan kajian yang menghadirkan Duta Besar Iran. Namun demikian ada aspirasi dari saudara-saudara kita yang berbicara kepada kami semalam kalau bisa acara pada pagi ini atau siang ini ditunda atau dibatalkan,” ujar Abdul Matin Dekan Fakultas Dakwah IAIN Surakarta saat menerima perwakilan tokoh-tokoh umat Islam di Kampus IAIN Surakarta, Kamis, (22/05).

“Jadi apa yang kami inginkan ini sebenarnya sama dengan apa yang diinginkan oleh umat Islam pada umumnya mayoritas, sehingga tidak ada hal yang perdebatkan dan tidak ada hal yang perlu kita perselisihkan tidak ada hal juga yang kita buat satu sama lain saling menderita atau saling menyakiti. Itu yang menjadi dasar kami, sehingga kami mengambil poin-poin maslahat dan kemudian bapak Rektor menyampaikan kepada saya dan ini juga barangkali keputusan yang bijaksana bahwa acara ini, hari ini dibatalkan,” tambah Abdul Matin.

Menanggapi pembatalan acara peresmian Iran Corner di IAIN Surakarta tersebut, Ustadz Aris Munandar, salah seorang tokoh DDII Surakarta mengapresiasi sikap yang diambil oleh pihak rektorat IAIN.

“Yang perlu kami sampaikan. Kami dari kemarin, ormas-ormas Islam dan lembaga-lembaga termasuk diantaranya MUI dan tokoh-tokoh umat Islam menyampaikan keprihatinan terhadap persoalan ini. Tadi malam kami juga di Dewan Dakwah membahas ini, intinya sebenarnya yang memiliki keprihatinan ini adalah bukan satu kelompok saja atau satu elemen saja akan tetapi hampir menyeluruh. Kami menyampaikan salam dari para tokoh termasuk ketua MUI. Ini adalah bagian dari membangun kemaslahatan umat Islam,” tegas Aris Munandar.

Sementara itu, Sekjen LUIS Yusuf Suparno dalam pertemuan itu menyatakan bahwa pembatalan acara ini harus diterima dengan lapang dada oleh pihak IAIN Surakarta. Sebab, aqidah Syiah yang dibawa dari Iran merupakan musuh bersama umat Islam.

“Mohon dengan sangat agar pembatalan acara ini jangan sampai ada keterpaksaan. Ini harapan kami. bahwa penyakit yang dibawa dari negara Iran ini harus kita sepakati. Sehingga kita amankan generasi kita, terutama mahasiswa yang ada di IAIN ini,” pungkas Yusuf.

Audiensi tersebut berjalan dengan lancar dan cukup singkat, hanya berlangsung selama 20 menit. Tidak ada pembicaraan yang alot terhadap pembatalan acara peresmian Iran Corner di IAIN Surakarta.

Berdasarkan laporan reporter Kiblat.net di lapangan, ruangan yang digunakan untuk melakukan audiensi antara pihak kampus dengan sejumlah tokoh umat Islam ialah ruangan yang sedianya akan digunakan untuk acara simposium dengan Duta Besar Iran.

Suasana di sekitar kampus IAIN Surakarta tadi pagi sempat menegang, saat beberapa elemen umat Islam juga mengadakan aksi protes penolakan kedatangan Dubes Iran di Kota Surakarta. Sementara, beberapa aparat keamanan dari kepolisian dan Kodim juga tampak berjaga-jaga mengantisipasi situasi agar berjalan kondusif.

Reporter: Rudi Ibas
Editor: Fajar Shadiq/kiblat.net

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 1.975 kali, 1 untuk hari ini)