Ratusan masyarakat Jakarta Utara dari berbagai wilayah yang tergabung dalam Gerakan Tangkap Ahok (GTA ) melakukan aksi long march di gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/5/2016). Dalam aksi long marchnya Gerakan Tangkap Ahok (GTA) mendesak kepada Pimpinan KPK untuk segera menangkap Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) karena diduga terlibat kasus skandal korupsi pembelian Rumah Sakit Sumber Waras yang merugikan uang negara sebesaar 191 miliar rupiah.

Jakarta, Aktual.com – Naik pitam ditanya tudingan aliran dana Rp30 miliar dari pengembang reklamasi ke TemanAhok, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usir wartawan di Balai Kota DKI.

Insiden berawal saat wartawan konfirmasi tudingan yang dilontarkan politisi PDI-P Junimart Girsang saat rapat bersama pimpinan KPK di Komisi III DPR RI.

Seperti biasa, Ahok tentu klaim dirinya bersih, jujur dan tidak korup. Dan seperti biasa pula dia balik tuding pernyataan Junimart sarat kepentingan politis untuk menjelek-jelekkan dirinya. Sama dengan tudingan soal kasus Sumber Waras.

Satu pertanyaan lanjutan menanggapi sesumbar itu pun membuat kemarahan Ahok tidak tertahan lagi. “Berarti tidak ada pejabat lain yang sehebat bapak?” tanya si wartawan.

Kebiasaan menuding pun kembali diperlihatkan Ahok sebagai seorang gubernur. Yakni dengan mengatakan pertanyaan si wartawan coba adu domba dirinya, sekaligus secara implisit katakan kalau dirinya tidak jujur. “Maksud saya enggak usah ngadu domba, saya cuma minta bandingkan, untuk punya pikiran. Anda kan menuduh saya tidak jujur,” ucap Ahok.

Dia pun sesumbar karena jujur maka dirinya berani menantang satu republik.

Tidak berhenti di situ, dalam amuknya, gubernur yang mengaku bersih ini juga melarang si wartawan lakukan peliputan di Balai Kota. Mulai dari bertanya dari koran apa, Ahok sambil marah minta media tidak usah menekan dia. “Saya tidak pernah takut,” ujar dia.

Dengan pongah, sambil ungkit soal pemberitaan Tempo beberapa waktu lalu soal ‘barter’ Kalijodo, Ahok menantang tidak takut dengan media. “Saya tidak pernah takut sama kalian jujur saja,” ucap dia.

Ahok kemudian masuk ke ruangannya. Tapi tak lama keluar lagi sambil menegaskan kembali melarang si wartawan untuk masuk Balai Kota. “Saya tegaskan, bolak balik adu domba. Pokoknya enggak boleh masuk sini lagi, enggak boleh wawancara,” ujar Ahok.

(M Vidia Wirawan)

***

Ahok Usir Wartawan, Dewan Pers: Tindakan Itu Tidak Patut Dilakukan Pejabat 

Perjanjian-Preman-Ahok

 Perjanjian Preman (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Anggota Dewan Pers Nezar Patria menyebut tindakan Gubernur DKI Jakarta yang mengusir wartawan dari Balai Kota DKI, merupakan tindakan yang tak patut dilakukan oleh seorang pejabat.

Menurut Nezar, bila Ahok merasa ada yang tidak berkenan terhadap pemberitaan media, dirinya bisa menempuh mekanisme yang berlaku.

“Ada dua hal yang dia (Ahok) harus lakukan. Pertama, berhubungan dengan media itu memberikan hak jawab. Kedua, kalau memang ada pelanggaran serius dilakukan media, dia bisa ke Dewan Pers agar di Dewan Pers bisa dibahas, dicarikan solusinya,” jelas Nezar, Jumat (17/6).

“Tindakan mengusir wartawan secara emosional tidak patut dilakukan oleh pejabat,” tambah dia.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) naik pitam saat ditanya wartawan soal dugaan aliran dana sebesar Rp30 miliar ke TemanAhok, di Balai kota, Kamis (16/6). (Baca: Ditanya Aliran 30 Miliar ke TemanAhok, Ahok Arogan Usir Wartawan)

(Karel Stefanus Ratulangi)

Sumber: aktual.com

(nahimunksr.com)

(Dibaca 327 kali, 1 untuk hari ini)